Sukses

Gubernur Meksiko Klaim Orang Miskin Kebal Virus Corona

Kritik dan kontra muncul akibat pernyataan Gubernur Meksiko yang menyatakan bahwa orang miskin kebal penyakit virus corona. Apakah benar demikian?

Pernyataan mengejutkan datang dari Gubernur Puebla Meksiko, Luis Miguel Barbosa. Ia mengatakan orang miskin bisa kebal dari virus corona. Pernyataan yang disiarkan langsung pada YouTube dan Facebook ini, lantas menuai banyak kritik dari pertanyaan. Salah satunya, benarkah orang miskin kebal infeksi COVID-19?

Gubernur Meksiko Yakin Orang Miskin Kebal Virus Corona

Dikutip dari Independent, Barbosa yakin bahwa orang miskin kebal terhadap penyakit virus corona. Menurutnya, sekitar 75% dari total 457 kasus coronavirus di Meksiko per hari ini (27/03) disebabkan oleh orang kaya yang sering bepergian ke luar negeri.

“Perjalanan internasional atau antar negara ini biasanya akan dilakukan oleh orang yang memiliki uang. Karena orang yang miskin belum tentu bisa pergi ke antar negara. Mayoritas yang positif virus corona adalah orang kaya. Jadi jika Anda kaya, maka Anda akan berisiko terkena coronavirus. Tapi jika Anda miskin, maka tidak,” ujar Barbosa.

Tidak hanya pernyataan dari Gubernur Meksiko saja. Apa yang dilakukan oleh Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, juga menuai kontra dan banyak dikritik oleh banyak orang.

Ketika virus corona mulai menyebar ke seluruh dunia, Andres Manuel tidak mempraktikkan social distancing dan meremehkan ancaman dari pandemi ini. Dirinya justru menyuruh orang-orang untuk keluar rumah dan beraktivitas seperti biasanya.

Namun, pernyataannya ini pun ditarik kembali setelah kasus COVID-19 meningkat dua kali lipat sejak 20 Maret kemarin. Dirinya mendesak para masyarakat untuk tetap berada di rumah dan tidak keluar ke jalanan.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Fakta Medis dari Pernyataan Gubernur Meksiko

Menurut dr. Dhika Arifa, sampai saat ini belum ada bukti penelitian pasti yang mengatakan seseorang bisa kebal dari penyebaran penyakit coronavirus.

“Kebal sih belum tentu, tapi jika sistem imun seseorang itu tinggi, kondisi tubuhnya sehat dan tidak berkontak langsung dengan penderita positif corona, bisa saja virus itu tidak berkembang atau bekerja dalam tubuh,” ujar dr. Dhika Arifa saat diwawancarai.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Menurutnya, siapa pun bisa tertular infeksi virus corona. Baik itu mereka yang ada di golongan atas, maupun mereka yang berada di golongan bawah.

Bukan karena faktor materi, tapi pola hidup dan aktivitas sehari-hari juga jadi faktor yang menyebabkan seseorang bisa tertular COVID-19.

“Mungkin ada yang mengatakan kalau golongan ke atas lebih banyak yang terinfeksi ketimbang mereka yang berada di golongan bawah. Sebenarnya bukan diukur dari materi. Hanya saja, mobilitas dan faktor lingkungan juga mempengaruhi. Jadi jangan lihat dari materi seseorang. Virus ini bisa menular ke siapa saja,” kata dr. Dhika.

Jadi, anggapan orang miskin kebal penyakit coronavirus tetap tidak benar, ya. Sebab, belum ada penelitian medis yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara status sosial dan kekebalan tubuh terhadap virus corona.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Orang yang Sudah Sembuh, Bahkan Bisa Tertular Lagi

Seperti yang dikatakan sebelumnya, COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Namun faktanya, mereka yang sudah dinyatakan sembuh dari virus corona, ternyata bisa terkena infeksi lagi, lho.

Karenanya, pasien yang sembuh harus melakukan beberapa hal yang sudah ditetapkan oleh prosedur medis Indonesia, seperti melakukan isolasi diri dan tidak boleh merokok.

Self-isolated yang dimaksud adalah pasien diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama 14 hari. Selama waktu yang ditentukan itu, pasien harus menggunakan masker dan mengurangi kontak fisik dengan keluarga atau kerabatnya.

Saat 14 hari masa self-isolated tersebut, pihak dinas kesehatan setempat akan ikut memantau kondisi kesehatan dari pasien.

Apabila setelah masa karantina diri pasien tidak menunjukan gejala lagi, maka orang tersebut bisa kembali bersosialisasi seperti biasanya dan diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat setiap harinya.

Itulah beberapa informasi terkait coronavirus yang perlu Anda ketahui. KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran COVID-19.

Apabila mau tahu lebih lanjut bagaimana membuat imun tubuh kebal dalam menangkal penyakit virus corona, gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini. Tetap semangat dan salam sehat!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar