Sukses

Virus Corona Bisa Bertahan di Udara, Ini Kata WHO

Virus corona menyebar lewat droplet lewat bersin atau batuk. Nah, ada studi yang bilang bahwa virus tersebut mampu bertahan di udara. Ini penjelasannya.

Penularan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19 diketahui dapat menular lewat droplet atau cairan yang keluar saat bersin dan batuk. Nah, kini ada studi yang mengatakan bahwa virus tersebut mampu bertahan di udara dalam kondisi tertentu.

Dirangkum dari berbagai sumber, hal tersebut disampaikan oleh Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit baru dan zoonosis Badan Kesehatan Dunia (WHO) kepada wartawan saat sedang melakukan jumpa pers.

Studi tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari National Institute of Health (NIH), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), UCLA, dan Universitas Princeton.

Mereka meneliti seberapa lama virus dapat bertahan di udara, begitu juga benda lainnya seperti tembaga, kardus, plastik, dan stainless steel, lalu membandingkannya dengan SARS, jenis virus corona yang mewabah pada akhir tahun 2002 dan membunuh hampir 800 nyawa.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Berapa Jam?

Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis New England Journal of Medicine terbaru ini menyebut, coronavirus strain baru yang mewabah tahun ini bisa bertahan selama beberapa jam di partikel udara dan beberapa hari di permukaan.

Peneliti menyebut, COVID-19 terdeteksi dalam aerosol (sistem tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara, misalnya asap dan kabut) selama 3 jam, bisa mencapai 4 jam di permukaan tembaga, dan hingga 24 jam di kardus.

Tim peneliti juga menyimpulkan, virus SARS-CoV-2 juga dikatakan dapat bertahan selama 3 hari di atas permukaan plastik dan stainless steel. Temuan tersebut mengatakan, jumlah virus yang tersisa di permukaan tersebut berkurang dari waktu ke waktu.

Hasil studi menunjukkan bahwa, “seseorang mungkin bisa tertular virus lewat udara dan setelah menyentuh objek yang terkontaminasi,” kata Dr, Neeltje van Dormalen, peneliti dari NIH sekaligus pemimpin studi dalam sebuah rilis pers, seperti dikutip di CNBC.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Temuan tersebut juga diiyakan oleh dr. Putri Novika Anggraeni dari KlikDokter.

“Dari data yang saya ketahui dan berdasarkan keterangan WHO, virus corona baru ini memang bisa menyebar lewat udara. Meski penyebarannya hanya sekitar 3 jam, tapi kalau Anda berada di tempat yang diisi dengan pasien positif corona, maka penyebarannya juga semakin lama,” katanya.

Karena itu, dr. Putri mengimbau agar masyarakat untuk tetap di rumah dan tidak berkeliaran ke jalan atau tempat-tempat umum.

“Jika memang ada kegiatan yang mengharuskan Anda untuk pergi ke luar rumah, gunakan masker dan tidak sembarang menyentuh barang atau orang lain. Selain itu, pastikan juga memberi jarak satu sama lain sekitar 1-2 meter. Bawa juga hand sanitizer di dalam tas dan sering cuci tangan sehabis keluar atau masuk ruangan,” tambahnya.

Artikel lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Petugas Medis Paling Rawan?

Atas temuan di atas, WHO mempertimbangkan tindakan pencegahan melalui udara untuk tenaga medis.

Menurut Dr. Kerkhove, Jika dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol (partikel padat yang ada di udara) seperti di fasilitas perawatan medis, ada kemungkinan aerosolize partikel, yang berarti mereka bisa lebih lama ada di udara.

Karenanya, ia juga menekankan pentingnya bagi petugas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan saat sedang bekerja, dan melakukan prosedur tersebut pada pasien.

Otoritas kesehatan merekomendasikan staf medis untuk mengenakan masker N95 yang mampu menyaring sekitar 95 persen dari semua partikel cair dan udara.

1 dari 2 halaman

Masyarakat Juga Wajib Mencegah Penularan!

Pencegahan tentu dilakukan dengan dimulai dari diri sendiri. Dari KlikDokter, dr. Atika mengatakan bahwa menjaga jarak dengan orang yang terinfeksi adalah hal utama yang perlu dilakukan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Penggunaan masker juga bisa dilakukan untuk menghindari penularan infeksi coronavirus baru. Ini untuk mencegah air liur yang berasal dari batuk atau bersin penderita masuk ke dalam tubuh,” dr. Atika menjelaskan.

“Lalu, perhatikan juga kebersihan tangan karena tangan itu bisa sampai ke mana-mana. Misalnya, menyentuh mata, tangan menyentuh benda yang terkontaminasi, atau menyentuh makanan sebelum dimasukkan ke dalam mulut, ” sambungnya.

Cuci tangan sesering mungkin dengan cara yang tepat juga bisa membantu mencegah penularan. Pastikan langkah-langkah cuci tangan yang Anda lakukan sudah benar, yaitu:

  • Membasahi tangan dengan air mengalir.
  • Pakai sabun dan gosok seluruh tangan (telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan bagian dalam kuku).
  • Bilas dengan air mengalir sampai tak ada sisa sabun yang menempel.
  • Keringkan tangan dengan handuk atau tisu bersih.
  • Matikan keran dengan siku tangan.

Kemudian, jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan yang bergizi. Sistem imun yang sehat dapat membantu menangkal virus masuk ke dalam tubuh. Hentikan kebiasaan tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, begadang, dan makan makanan cepat saji.

Bila masih punya banyak pertanyaan seputar virus corona atau ingin cek kondisi Anda atau gejala secara online dengan tim dokter KlikDokter? Langsung saja klik di sini!

Itu dia penjelasan tentang kemampuan virus corona untuk bisa bertahan di udara dan pentingnya petugas medis untuk melindungi diri secara ekstra saat menangani pasien positif COVID-19. Anda pun jangan lengah untuk selalu menjaga diri, ya!

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar