Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Yakin Hasil Ukur Termometer Tembak Akurat, Ini Cara Menggunakannya!

Yakin Hasil Ukur Termometer Tembak Akurat, Ini Cara Menggunakannya!

Termometer tembak belakangan sedang hits, tapi yakin sudah akurat? Supaya hasilnya tidak melenceng, gunakan secara tepat lewat tips berikut ini.

Seiring perkembangan wabah COVID-19, beberapa pengelola gedung dan pusat keramaian kini harus memeriksa suhu tubuh pengunjung menggunakan termometer tembak. Akan tetapi, banyak orang yang tidak yakin dengan hasil pengukuran suhunya. Lantas, bagaimana cara memakainya yang tepat?

Penggunaan Termometer Tembak Di Gedung dan Mall

Sejak kasus virus corona di Indonesia merebak, para pengelola gedung dan mall di Jabodetabek memberlakukan pemeriksaan suhu menggunakan termometer tembak yang biasanya dipasang di pintu masuk utama.

Hal ini bertujuan untuk mengecek kondisi pengunjung, apakah suhu tubuh seseorang tinggi (demam) atau tidak. Apabila suhu tubuh tinggi, 38 derajat Celcius misalnya, orang tersebut dilarang memasuki gedung.

Batasan suhu tersebut menjadi titik acuan bahwa seseorang sedang demam dan dicurigai membawa coronavirus.

Dari segi efisiensi waktu, termometer tembak ini memang cukup membantu. Karena dalam waktu sekejap saja, hasil suhu tubuh seseorang bisa keluar di layar alat. 

Itu sebabnya, termometer tembak dianggap lebih efektif dibanding harus periksa pakai termometer biasa yang dijepit di ketiak lalu didiamkan beberapa saat sebelum hasilnya keluar. 

Sayangnya, angka yang muncul di termometer tembak kerap mengejutkan. Beberapa orang bahkan pernah membagikan hasil "ajaib" dari pemantauan termometer tembak ini.

Menurut beberapa sumber, ada yang pernah dites dan ternyata suhu tubuhnya 33 derajat Celcius. Lalu, ada juga yang pernah bahkan suhu tubuhnya setelah dicek berada di suhu 31 derajat Celcius.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Ini merupakan hasil yang aneh, mengingat pada suhu tersebut menandakan seseorang sudah terkena hipotermia.

Belum lagi yang kaget ketika melihat hasil termometer tembak yang mengungkap suhu tubuh mereka di atas 38 derajat Celcius. Padahal, mereka merasa tidak merasa demam dan baik-baik saja.

Cerita-cerita di atas memang banyak dialami setelah melewati pemeriksaan termometer tembak. Inilah akhirnya yang membuat orang banyak yang tidak percaya dengan hasil dari termometer jenis itu, dan cenderung dijadikan bahan bercandaan saja.

1 dari 3 halaman

Viral, Termometer Tembak yang Digunakan Ternyata untuk Benda

Tidak hanya itu, sebuah peristiwa viral bahkan sempat terjadi. Pasalnya, termometer yang digunakan bukan berfungsi untuk memeriksa suhu tubuh manusia, melainkan untuk mengecek suhu suatu benda!

Ya, kenyataannya, termometer tembak tak semuanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia, karena ada juga termometer tembak untuk benda.

Biasanya, termometer tembak untuk benda ini digunakan untuk keperluan industrial, seperti membantu testing alat-alat kelistrikan atau mekanik. Jadi, angka yang tertera saat untuk mengecek suhu bukan hasil yang sebenarnya keluar.

Hal ini perlu diketahui oleh masyarakat secara luas, karena termometer tembak meski memudahkan tapi kerap tidak akurat. Hal ini membuat Anda juga tidak bisa percaya 100% dengan jenis termometer tembak.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Cara Mengukur Suhu dengan Termometer Tembak yang Tepat

Bisa dibilang, termometer tembak bukan cara ideal untuk mengukur suhu tubuh jika dibandingkan dengan termometer biasa.

Namun, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan saat menggunakan termometer tembak agar hasilnya bisa lebih akurat. Berikut tipsnya:

  • Baca Instruksi Cara Penggunaannya

Membaca instruksi atau tata cara pakai termometer adalah hal pertama yang perlu dilakukan.  Jangan abai dengan langkah pertama ini.

Saat menggunakan termometer tembak, orang yang melakukannya harus membaca dan mengetahui cara menggunakan alatnya.

Membaca manual cara pemakaian sangat penting sehingga Anda tidak asal dalam menggunakannya. Jangan asal tembak-tembak saja.

  • Lakukan di Ruangan Tertutup

Dikutip dari Detik, dr Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, ahli penyakit tropik dan infeksi di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) menyatakan, cara menggunakan termometer tembak, idealnya dilakukan di ruangan tertutup.

Kalau mengukurnya di ruang terbuka, itu suatu cara yang salah. Pengukuran suhu tubuh manusia di ruangan terbuka seperti pintu masuk gedung atau di jalan raya umumnya berbeda, jadi tidak akurat hasilnya.

  • Tembak di Permukaan Kulit

Tidak ada batasan untuk memilih area tubuh mana yang difokuskan untuk mengukur suhu saat menggunakan termometer tembak, tetapi yang paling ideal adalah di sekitar wajah.

Artikel Lainna: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Beberapa Jenis Termometer yang Bisa Digunakan Mengukur Suhu

Selain termometer tembak yang belakangan sedang hits digunakan, sebenarnya ada beberapa jenis alat pengukur suhu lainnya untuk memeriksa demam terkait virus corona, yakni berikut ini.

1. Termometer Digital

Termometer digital memberikan hasil cepat dan paling akurat dalam mengukur suhu. Alat ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, serta dapat ditemukan di berbagai lokasi seperti toko online atau apotek.

Pastikan untuk membaca instruksi yang dijelaskan di label kemasan, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang paling akurat.

Umumnya ada sensor di ujung termometer yang dipakai dengan menyentuh bagian tubuh tertentu, setelah didiamkan, nantinya keluar hasil suhu tubuh. Anda dapat menggunakan termometer digital dengan tiga cara:

  • Dipakai oral (di dalam mulut).
  • Dipakai di dubur (di dalam lubang anus).
  • Dipakai aksila (di bawah lengan).

2. Termometer Telinga Elektronik

Melansir dari Cleveland Clinic, termometer jenis ini bekerja dengan menggunakan inframerah yang membaca suhu panas di dalam telinga.

Untuk hasil akurat, pastikan Anda mengikuti instruksi atau cara pakai alat. Ujung alat termometer yang terdapat inframerah, harus ada di depan lubang telinga, namun jangan sampai masuk terlalu dalam.

Termometer ini idealnya digunakan untuk usia bayi dan anak-anak, karena ringkas, hasilnya lebih cepat, dan lebih mudah digunakan. Untuk bayi kurang dari usia 3 bulan, mungkin agak susah pakai termometer jenis ini.

Tidak lupa juga, apabila terlalu banyak kotoran di dalam telinga, hasil pengukuran suhu tubuh mungkin tidak tepat.

3. Termometer Strip Plastik “Demam”

Termometer tipe strip yang terbuat dari plastik bukanlah alat mengukur suhu tubuh ideal. Sebab, alat ini hanya mengukur berdasarkan suhu kulit saja, tidak secara keseluruhan.

4. Termometer Merkuri

Termometer ini sifatnya manual, karena terbuat dari kaca dan merkuri (air raksa). Alat ini biasanya dipakai di mulut atau dijepit di bawah ketiak selama beberapa saat.

Pada kaca tabung berisi merkuri, akan terdapat titik angka yang menandakan suhu badan Anda.

Saat didiamkan di bagian ketiak atau bahwa mulut, nantinya air raksa akan berhenti pada angka yang menunjukkan suhu tubuh Anda.

Namun, termometer air raksa ini tidak lagi tersedia di pasaran. Ini karena termometer air raksa mudah pecah, dan meningkatkan risiko tubuh terpapar merkuri beracun serta serpihan kaca.

Persoalan ini pernah dibahas oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter. Menurutnya, merkuri di dalam alat ini sebenarnya tidak berbahaya kalau termometer itu tidak bermasalah (tidak pecah).

"Selama (merkuri) tetap berada di dalam alat tersebut alias tidak pecah, termometer tersebut tidak berbahaya. Nah, yang bahaya itu kalau sudah pecah," kata dr. Theresia.

Merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup. Ini karena merkuri bersifat toksik, persisten, bioakumulasi, dan dapat zat ini dapat berpindah dalam jarak jauh di atmosfer.

"Merkuri bisa dihirup oleh manusia dan itu menimbulkan berbagai dampak. Efek jangka pendeknya bisa batuk, nyeri tenggorokan, napas jadi pendek, dada nyeri, rasa tidak nyaman di saluran pernapasan, mual, muntah, dan diare,” jelas dr. Theresia.

“Selain itu, dampak langsungnya bisa berupa iritasi mata, sakit kepala, pusing, naiknya tekanan darah, dan detak nadi,” tambah penjelasan dari dr. Theresia.

Jika Anda masih memiliki termometer jenis ini, lebih baik buang di tempat sampah khusus barang medis. Konsultasikan dengan dokter Anda atau petugas medis untuk untuk membuang termometer ini

Kesimpulannya, kalau mau mendapatkan hasil suhu tubuh yang tepat, baca dan ikuti cara menggunakan termometer tembak sesuai arahan, ya. Untuk mendeteksi gejala yang Anda alami di masa wabah COVID-19 sekarang ini, silakan coba cek corona online di sini.

(OVI/AYU)

1 Komentar

  • Hartono Gandamulia

    dokter Yth, menurut saya pengawet makanan dan minuman produk masal kemasan, seperti susu, coklat,keju kopi susu, mengandung pengawet makanan,jika orang yang sering menkonsumsi makanan produk masal, tentu kehilangan kekebalan tubuh dan mudah sekali terselang oleh berbagai macam jenis virus termasuk Corona,maka it saya sangat heran kenapa tidak ada komentar produk masal kemasan makanan dan minuman,apa yang sering dikonsumsi oleh pasien Corona, yang sudah sembuh maupun belum sembuh,