Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Malaysia “Menutup Diri”, 7 Negara Ini Lakukan Lockdown Coronavirus

Malaysia “Menutup Diri”, 7 Negara Ini Lakukan Lockdown Coronavirus

Demi mencegah penyebaran virus corona, negara tetangga Malaysia juga menerapkan metode tersebut. Negara mana lagi yang melakukannya dan apa alasannya?

Awalnya, masyarakat lebih sering mendengar soal isolasi dan karantina corona. Makin ke sini, kita jadi sering menerima dua istilah. Pertama, social distancing, kedua ialah lockdown. Terkait lockdown, ternyata beberapa negara sudah lockdown karena corona, termasuk Malaysia.

Apa Sebenarnya Lockdown Itu?

Lockdown adalah sebuah protokol untuk menutup suatu wilayah agar populasi di dalamnya tidak keluar dari wilayah tersebut. Ini bersifat wajib, tetapi sewaktu-waktu protokol lockdown juga bisa dicabut, tergantung pada kondisi yang ada (biasanya saat sudah membaik).

Pada dasarnya, tujuan dari lockdown dan social distancing ini sama, yaitu mencegah penyebaran semakin menjadi-jadi. Dalam penerapan yang ketat, masyarakat disuruh pemerintahnya untuk tetap berada di dalam rumah karena tempat kerja dan fasilitas umum ditutup.

Protokol lockdown dianggap efektif untuk mengurangi penyebaran penyakit sejak dahulu kala. Bahkan, di abad 20 (tahun 1918), lockdown juga pernah dilakukan untuk memerangi wabah Flu Spanyol.

Menurut seorang profesor di University of Southampton, Andrew Tatem, menempatkan intervensi sedini mungkin (dalam hal ini lockdown), adalah cara terbaik memperlambat dan mengurangi wabah.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 4 halaman

Mengapa Negara yang Terinfeski Virus Corona Harus Lockdown?

Tentu ada alasan ilmiah di balik tindakan lockdown.

Menurut tim peneliti University of Southampton, andai saja Tiongkok menerapkan protokol tersebut dengan lebih cepat, setidaknya satu minggu lebih awal, maka penyebaran SARS-CoV-2 ini dapat ditekan hingga 66 persen.

Lalu, apabila lockdown dilakukan tiga minggu lebih awal, penyebaran virus berbahaya tersebut bisa berkurang hingga 95 persen. Efeknya sungguh besar, bukan?

Lockdown memang dapat menawarkan hasil yang lebih efektif untuk menekan kurva pasien virus corona dibanding membiarkan masyarakatnya melakukan apa yang mereka mau, apalagi tanpa social distancing.

Jadi, alasan mengapa negara yang terinfeksi virus corona harus melakukan lockdown adalah untuk menekan jumlah pasien virus corona di negaranya sendiri. Makin ditekan jumlahnya, makin banyak pasien lama virus corona yang mendapatkan perawatan di rumah sakit secara maksimal.

Jika kondisinya memungkinkan (sudah siap secara sumber daya), maka lockdown pun bisa diterapkan.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 4 halaman

Perlukah Indonesia Melakukan Lockdown?

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo melarang pemerintah daerah untuk melakukan lockdown sebagai penekan jumlah penyebaran virus corona. Pasalnya, kebijakan tersebut hanya dapat diputuskan oleh pemerintah pusat.

“Kebijakan lockdown, baik di tingkat nasional maupun daerah, adalah wewenang pemerintah pusat. Kebijakan ini tak boleh diambil Pemda. Hingga sekarang, kita tidak berpikiran untuk mengambil kebijakan lockdown,” katanya.

Menurut presiden, yang paling penting dilakukan sekarang adalah self distancing, yakni tidak berada di kerumunan, berjaga jarak, dan tidak melakukan kontak supaya risiko penyebaran bisa lebih kecil.

Menanggapi informasi terkait beberapa negara yang sudah melakukan lockdown, termasuk Malaysia (meski jumlah pasiennya belum menyentuh angka ribuan), plus pendapat presiden, begini kata dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

“Negara yang sudah lockdown mungkin sudah siap secara sumber daya dan sistem kesehatan. Masyarakatnya pun cenderung lebih patuh. Bahan-bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari juga lebih murah. Tapi, ada juga yang belum memberlakukannya karena melihat karakteristik warganya,” jelas dokter yang kerap disapa dr. Sepri itu.

“Sebagai tenaga kesehatan, sebenarnya saya lebih pilih lockdown. Tapi, saya pun memahami sepenuhnya kenapa pemerintah kita belum ke arah sana. Pasti banyak banget pertimbangannya,” dr. Sepri menambahkan.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

3 dari 4 halaman

Daftar Negara yang Lockdown karena Virus Corona

Perlu atau tidaknya Indonesia menerapkan protokol yang dalam bahasa Indonesia disebut kuncitara itu, pemerintah pasti akan mengupayakan yang terbaik bagi warganya.

Adapun sejumlah negara yang sudah lebih dulu melakukan lockdown karena virus corona, yaitu:

  • Tiongkok

Tiongkok memberlakukan karantina terbesar dalam sejarah manusia. Sebanyak 20 provinsi ditutup sejak akhir Januari 2020 demi mencegah penyebaran virus corona. Perjalanan dari setengah dari populasinya, yakni sekitar 780 juta, pun dibatasi.

  • Italia

Lonjakan pasien virus corona di Italia tak main-main. Itulah yang membuat Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, memberlakukan status lockdown pada 10 Maret 2020. Sebelum aturan lockdown diberlakukan, beberapa jam sebelumnya, belasan ribu warga Italia dilaporkan kabur ke negara-negara lain di Eropa.

  • Denmark

Pemerintahnya melakukan lockdown sejak 14 Maret-14 April 2020. Meski Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyadari bahwa tindakan ini bisa berimbas ke segala aspek, tetapi ia tak ingin negaranya seperti Italia yang langsung mengalami lonjakan tak terkontrol.

  • Irlandia

Pemerintah Irlandia memulai lockdown dari 12-29 Maret 2020. Pertemuan di dalam ruangan tidak boleh lebih dari 100 orang dan di luar ruangan tidak boleh lebih dari 500 orang.

  • Spanyol

Pemerintah Spanyol memerintahkan penduduknya untuk tinggal di rumah selama 15 hari sejak 15 Maret 2020. Bar, restoran, dan hotel juga ditutup. Mereka yang boleh di luar rumah adalah tenaga medis dan warga yang membeli kebutuhan pokok.

  • Prancis

Sabtu lalu (14/03) Perdana Menteri Prancis Édouard Philippe memberlakukan lockdown. Semua tempat, termasuk restoran, kafe, bioskop, dan klub, akan ditutup. Yang buka hanya pasar dan toko makanan, apotek, pompa bensin, bank, serta surat kabar.

  • Malaysia

Menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memberlakukan lockdown, Malaysia akan “menutup diri” selama dua minggu ke depan (18-31 Maret 2020). Malaysia memandang serius situasi ancaman virus corona, sehingga langkah tersebut diambil oleh pemerintahnya.

Itu dia penjelasan soal negara yang lockdown karena virus corona demi mencegah penyebaran COVID-19. Bila ingin tahu lebih lanjut seputar coronavirus dan gejalanya, konsultasikan kepada dokter kami via Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar