Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bukan Cuma Paru-paru, Virus Corona Juga Bisa Menyerang Jantung?

Bukan Cuma Paru-paru, Virus Corona Juga Bisa Menyerang Jantung?

Katanya, dampak virus corona bisa sampai merusak jantung. Benar atau tidak, ya? Simak penjelasan dari dokter berikut.

Sebagian besar orang tahu bahwa virus corona atau COVID-19 menyerang organ pernapasan. Namun, tak hanya paru-paru, ada pula yang mengatakan, dampak coronavirus juga bisa berimbas pada organ jantung, hingga menyebabkan kondisi fatal!

Dokter Spesialis Jantung RS Siloam Karawaci, dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP, menuturkan kepada media, sekitar separuh dari total kasus coronavirus yang dirawat di rumah sakit memiliki penyakit jantung.

Di lain sisi, Tiongkok juga telah melaporkan pula bahwa ada kemungkinan, pasien virus corona yang berpenyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, dan masalah jantung memiliki risiko kematian yang lebih tinggi ketimbang yang tidak punya penyakit penyerta.

Dampak Virus Corona pada Organ Jantung

Menanggapi informasi di atas, begini kata dr. Alvin Nursalim, Sp.PD dari KlikDokter. Menurut dia, hingga saat ini, belum ada laporan pasti tentang keterkaitan COVID-19 dengan sakit jantung.

Berdasarkan laporan terdahulu, SARS dan MERS (masih keluarga virus corona) memang dapat memengaruhi organ pemompa darah. Dampak COVID-19 tersebut bisa bersifat langsung dan tidak langsung.

Artikel Lainnya: Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

“Untuk dampak langsung, virus corona memang mampu menginfeksi otot jantung sehingga meradang, lalu timbullah kondisi yang disebut miokarditis. Saat otot jantung meradang, fungsi jantung dalam memompa darah akan terganggu. Lalu, muncul nyeri dada, sesak napas, dan gangguan irama jantung,” kata dr. Alvin.

Sebenarnya, miokarditis yang ringan bisa sembuh dengan mudah. Kalau miokarditis sudah telanjur parah, penggumpalan darah pun akan terjadi. Ujung-ujungnya, penderita bisa terkena stroke dan serangan jantung!

“Sementara itu, untuk dampak tidak langsung, gejala-gejala seperti demam tinggi, batuk, dan sesak napas akan membuat penderitanya stres berat. Nah, karena stres berat itulah, jantung jadi terpacu untuk bekerja lebih keras,” tutur dr. Alvin. 

“Ketika jantung dipaksa bekerja lebih keras dalam waktu yang cukup lama, risiko untuk mengalami serangan jantung akan lebih tinggi,” dia menambahkan. 

Bagi mereka yang sedari awal sudah memiliki penyakit jantung sebelum terinfeksi virus corona, pengobatan yang dilakukan memang harus dua. Pertama, mengobati gejala “flu”-nya dan yang kedua memberikan obat untuk mencegah peradangan otot jantung. 

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 2 halaman

Cara Mencegah Virus Corona dan Sakit Jantung

Karena virus corona memang bisa memengaruhi beberapa organ penting (paru-paru dan jantung), maka mencegah merupakan usaha terbaik untuk terhindar dari dua kondisi tersebut. Ada pun beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Hindari dulu bepergian ke luar negeri, terutama ke negara yang memiliki banyak kasus virus corona. 
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, bila perlu tambah dengan suplemen. Istirahat yang cukup dan hindari stres. Stres berlebih dan panik malah akan menurunkan imunitas dan membuat jantung bekerja lebih keras daripada biasanya.
  • Untuk memelihara kesehatan jantung dan mencegah peradangannya, hindari makanan yang mengandung lemak jenuh. Misalnya, karbohidrat olahan, daging olahan, makanan dan minuman banyak gula, serta produk susu berlemak.

Lebih baik, konsumsi makanan kaya serat seperti sayur dan buah, minum teh hijau, teh oolong, atau teh putih (tanpa tambahan susu dan gula), kacang-kacangan (jangan digoreng), minyak zaitun, dan rempah-rempah terutama kunyit serta bawang putih.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit. Bila orang yang sedang sakit tidak memakai masker dan berada dekat dengan Anda, tak ada salahnya mengenakan masker agar tak terkena droplet-nya (butir cairan hasil bersin batuk). 
  • Hindari berjabat tangan, apalagi cipika-cipiki. Lakukan salam dengan cara lain karena berjabat tangan dapat menularkan berbagai macam penyakit.
  • Hindari menyentuh wajah (mata, mulut, hidung) di saat Anda belum mencuci tangan. 
  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika kondisinya tidak memungkinkan, bersihkan tangan dengan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60% ke atas. 
  • Bersihkan benda-benda yang sering disentuh dengan disinfektan.

Diharapkan, cara-cara di atas dapat menghindarkan Anda dari dampak virus corona dan sakit jantung. Jika punya pertanyaan seputar COVID-19 dan penyakit lainnya, yuk berkonsultasi dengan dokter asli melalui fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter!

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar