Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Ini Gantinya Berjabat Tangan

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Ini Gantinya Berjabat Tangan

Jadi salah satu faktor penyebaran virus corona, kini berjabat tangan alias salaman “dilarang”. Lantas, bagaimana menyapa dengan hormat selain bersalaman, ya?

Bertambah lagi kasus penyebaran virus corona alias COVID-19 di Indonesia. Dari yang awalnya berjumlah dua, kini menjadi enam kasus. Dilansir dari Kompas.com, selain ada enam pasien yang terbukti positif, ada pula 21 orang lainnya yang masuk sebagai kategori suspect.

Lima di antara enam kasus positif ternyata masih berkaitan dengan kasus pertama. Sedangkan, kasus keenam merupakan salah satu awak kapal pesiar Diamond Princess. Kapal itu termasuk satu lokasi persebaran terbesar COVID-19.

Meski diapit beberapa negara yang kasus positif corona-nya sudah banyak, perkembangan kasus coronavirus Indonesia sendiri tidak terlampau cepat. Berbeda dengan negara-negara di Eropa yang kini angkanya sudah mencapai ratusan bahkan ribuan!

Ya, Italia, Prancis, dan Jerman sudah menembus angka ribuan untuk kasus positif virus corona.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Kenapa Berjabat Tangan Sebaiknya Dicegah?

Penularan virus corona memang melalui droplet atau butir cairan yang keluar saat seseorang bersin, batuk atau menyentuh benda yang sudah terkontaminasi droplet dari seseorang yang terinfeksi virus corona lalu menyentuh bagian wajah, hidung, mata atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Umumnya masyarakat Indonesia terbiasa menutup hidung dan mulut dengan telapak tangan saat mereka bersin dan batuk (seharusnya pakai tisu atau siku bagian dalam).

Kerap kali tangan lupa dibersihkan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol 60-95 persen. Alhasil, saat bersalaman, virus yang berada di telapak tangan berpindah ke tangan orang lain yang diajak salaman oleh si “pelaku”!

Karena itulah, kini orang-orang enggan berjabat tangan demi mencegah penularan COVID-19.

Di sisi lain, efek berjabat tangan bukan cuma bisa menularkan virus corona saja. Menurut dr. Atika, efek bersalaman atau berjabat tangan bisa menularkan beberapa penyakit di luar infeksi saluran pernapasan, seperti infeksi saluran pencernaan dan infeksi selaput bening mata. 

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 3 halaman

Ucapan Salam Selain Berjabat Tangan

Karena efek berjabat tangan dapat meningkatkan risiko penularan virus corona, tentu diperlukan cara salam lain. Agar orang lain tidak tersinggung dan hubungan baik tetap terjaga, adapun cara lain yang bisa dipraktikkan untuk memberi salam, yaitu:

  • Menyatukan Kedua Telapak Tangan di Dada

Menyatukan kedua telapak tangan sering dilakukan oleh orang Sunda dan Bali. Di India sendiri, salam dengan menyatukan kedua telapak tangan pun awam dilakukan. Sembari menyatukan, masyarakatnya akan mengatakan kata “Namaste”.

Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan mengatakan kepada Liputan6.com bahwa mendekap kedua tangan di dada dikenal sebagai salam yang sopan.

Bahkan, di tengah situasi penyebaran virus corona seperti ini, sekadar mengucapkan “Halo!” atau “Selamat pagi/siang/sore/malam” juga sudah baik.

Asalkan disampaikan dengan nada yang ramah dan juga senyum, pasti orang lain juga akan mengerti. Mereka tetap tersinggung? Tenang, itu bukan salah Anda.

Setidaknya, Anda sudah melakukan dua hal baik sekaligus, yakni menyapa dengan sopan plus mencegah penularan penyakit.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

  • Melambaikan Tangan

Jika di suatu tempat bertemu dengan orang yang Anda kenal, maka sebaiknya kini tahan dulu niat untuk menghampiri, berjabat tangan, bahkan cipika-cipiki.

Cukup lambaikan tangan ke arahnya dan sapa dengan ramah. Untuk sekarang, meminimalkan kontak fisik sama saja dengan mencegah penyebaran virus corona.

  • Salam Siku dan Salam Kaki

Salam yang satu ini memang harus ada kesepakatan dulu dari kedua belah pihak. Sebab, kalau tak ada komunikasi sebelumnya, salah satu pihak bisa merasa aneh atau tersinggung (apalagi kalau dilakukan pada orang yang jauh lebih tua).

Pejabat negara besar seperti Mike Pence, Jay Inslee, Hillary Clinton, dan Angela Merkel juga sudah melakukan salam siku, lho. Sementara untuk masyarakat Wuhan, China, mereka melakukan footshake.

Karena sudah tahu alasan dan alternatif bersalaman, jangan tersinggung, ya, bila ada yang enggan diajak berjabat tangan. Mereka hanya memproteksi diri supaya tidak tertular penyakit.

Bila masih punya pertanyaan seputar virus corona atau penyakit menular lainnya, konsultasikan pada dokter kami melalui fitur LiveChat di aplikasi KliKDokter.

(FR/AYU)

2 Komentar

  • Nicho Wmx

    gapai virus corona

  • M hapipi

    sesama muslim bila kita bertemu dgn muslim yg lainnya maka kita disunahkan untuk berjabat tangan, jd jgn cuma gara² covid 19 kita menghindar berjabat tangan takut kalau terkena virus, soal takdir itu urusan الله jd kita serahkan saja sama yg kuasa sambil berdo'a dan berusaha 👃