Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Sudah Klimaks tapi Sperma Tidak Keluar, Apa yang Salah?

Normalnya, pria mengeluarkan sperma saat ejakulasi. Tapi, kok, ini malah orgasme kering? Apa ini mengindikasikan kondisi bahaya dan mesti langsung ke dokter?

Kenikmatan klimaks tiba-tiba terganggu karena pria menyadari bahwa sperma tidak keluar alias air mani tidak memancar dari lubang penis. Bila mengalaminya, bohong bila kaum adam tidak khawatir akan kondisi tersebut.

Kondisi di atas disebut sebagai orgasme kering (dry orgasm) atau orgasmic anejaculation, yaitu kondisi mencapai klimaks saat berhubungan seks maupun masturbasi. Namun, sperma tidak keluar.

Berbagai Penyebab Sperma Tidak Keluar

Bergantung pada penyebabnya, orgasme kering bisa merupakan kondisi sementara, atau bisa juga kondisi permanen. Orgasme kering biasanya bukan masalah kesehatan yang serius, kecuali jika berencana untuk punya anak.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan sperma tidak keluar alias orgasme kering pada pria.

  1. Saluran Sperma Tersumbat

Penyumbatan yang dimaksud bukanlah akibat kotoran biasa. “Biasanya sudah terjadi infeksi dulu sebelumnya, barulah saluran tersebut bisa tersumbat,” kata dr. Arina Heidyana dari KlikDokter.

Selain infeksi, gangguan pada prostat juga bisa membuat sperma tidak keluar saat klimaks.

  1. Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi tertunda (delayed ejaculation atau impaired ejaculation) adalah kondisi medis yang umum. Keadaan ini terjadi ketika dibutuhkan periode stimulasi seksual yang berkepanjangan bagi pria untuk ejakulasi.

Pada beberapa kasus, bahkan ejakulasi tak bisa diraih. Kebanyakan pria mengalami ejakulasi tertunda dari waktu ke waktu, tetapi bagi beberapa mungkin ini merupakan masalah seumur hidup.

Artikel lainnya: Perlukah Pria Mengeluarkan Sperma Secara Rutin?

Penyebabnya beragam, termasuk akibat kecemasan, depresi, neuropati, dan reaksi pengobatan tertentu.

“Kalau pengaruh obat-obatan biasanya efeknya tidak langsung dirasakan. Butuh waktu yang cukup lama sampai obat-obatan tersebut membuat sperma tidak keluar sama sekali,” jelas dr. Arina.

Meski ejakulasi tertunda tidak menimbulkan risiko medis yang serius, tetapi kondisi ini bisa jadi sumber stres dan dapat memunculkan masalah dalam kehidupan seks dan keharmonisan hubungan.

  1. Sperma Masuk ke Kandung Kemih 

Ejakulasi dikategorikan normal jika sperma menyembur setelah 5-15 menit berhubungan seks. Bila sperma malah masuk kembali dan “nyasar” menuju kandung kemih, itu tidak normal. Kondisi ini dinamakan ejakulasi retrograde.

“Biasanya penyebabnya adalah gangguan pada otot leher kandung kemih. Karena tak dapat mengencang dan menutup dengan baik, sperma malah masuk ke kandung kemih. Kalau kencing, warna urine akan lebih pucat dan kental karena mengandung sperma.” Demikian dr. Arina menjelaskan.

Ejakulasi retrograde ini tidak berbahaya, tetapi bisa menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Pengobatan kondisi ini biasanya baru diperlukan untuk mengembalikan fertilitas.

Artikel lainnya: Jenis-Jenis Orgasme Pria yang Perlu Diketahui Pasangan

  1. Kadar Testosteron Tidak Cukup

Testosteron berperan penting terhadap fungsi seksual para pria. Ketika tubuh tak mampu memproduksi testosteron dalam jumlah yang cukup (hipogonadisme), maka jumlah sperma yang diproduksi bisa berkurang secara signifikan. Bahkan, bisa tidak keluar sama sekali.

Tak cuma masalah ejakulasi. Pria dengan kadar testosteron yang rendah juga bisa mengalami impotensi, yaitu ketidakmampuan untuk ereksi. Kalaupun bisa, ereksi berlangsung sangat singkat.

  1. Pascaoperasi Prostat

Pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia atau BPH) biasanya ditangani dengan operasi prostat dengan teknologi laser, untuk mengecilkan atau mengangkat jaringan berlebih di prostat.

Operasi ini bisa mengatasi masalah kandung kemih, seperti infeksi saluran kemih, sering buang air kecil dan tak bisa menahan kencing (beser), laju urine lambat, dan serangkaian gejala akibat pembesaran prostat lainnya.

Meski demikian, operasi ini punya efek samping, yaitu orgasme kering.

1 dari 2 halaman

Faktor-Faktor Lain yang Juga Turut Berkontribusi Bikin Sperma Tidak Keluar

Selain lima penyebab di atas, orgasme kering juga bisa disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  • Operasi pengangkatan kandung kemih (sistektomi).
  • Pengaruh obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati hipertensi, pembesaran prostat, dan gangguan suasana hati.
  • Diabetes.
  • Kelainan genetik sistem reproduksi.
  • Multiple sclerosis.
  • Prostatektomi radikal, yaitu prosedur pengangkatan seluruh jaringan kelenjar prostat bersama dengan jaringan di sekitar kelenjar tersebut.
  • Terapi radiasi.
  • Retroperitoneal lymph node dissection (RPLND), yaitu opsi pembedahan penting untuk pria dengan kanker testis.
  • Cedera saraf tulang belakang.
  • Transurethral incision of the prostate (TUIP).
  • Transurethral microwave therapy (TUMT).
  • Transurethral resection of the prostate (TURP).

Selain itu, bisa juga dipengaruhi oleh kondisi berikut ini.

  • Terlalu lelah.
  • Kegemukan.
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras.
  • Sering terpapar radiasi atau bekerja di lingkungan yang tingkat pencemarannya tinggi.
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas.
  • Ada pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar.
  • Kelainan kromosom.

Pria yang berisiko mengalami orgasme kering adalah yang telah menjalani operasi prostatektomi radikal untuk mengangkat prostat, karena baik prostat maupun kelenjar mani di dekatnya diangkat saat prosedur dilakukan.

Selain itu, pria dengan diabetes atau yang pernah operasi panggul untuk mengobati prostat, kandung kemih, atau kanker testis juga diketahui lebih berisiko mengalami orgasme kering.

Itu dia kemungkinan penyebab sperma tidak keluar saat pria sudah merasakan klimaks. Orgasme kering biasanya bukan masalah serius, kecuali jika berencana punya anak. Namun, sebaiknya periksakan diri ke dokter bila mengalaminya. Anda juga bisa tanya-tanya dulu lewat fitur LiveChat dengan tim dokter KlikDokter di aplikasi.

(RN/AYU)

1 Komentar