Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini yang Terjadi di Ruang Isolasi RS saat Ada Pasien Virus Corona

Ini yang Terjadi di Ruang Isolasi RS saat Ada Pasien Virus Corona

Tak banyak yang tahu apa yang terjadi di dalam ruang isolasi rumah sakit saat ada pasien terjangkit virus corona. Agar tak penasaran, simak penjelasan berikut ini.

Kabar soal virus corona tentunya meresahkan masyarakat di beberapa belahan dunia. Apalagi orang yang sudah terinfeksi mencapai 6000-an. Dengan total yang meninggal mencapai 132 orang. Bahkan, para pasien coronavirus ini harus diisolasi selama menjalankan perawatan.

Seperti yang pernah Anda saksikan di sejumlah berita, pasien virus corona dimasukkan ke dalam ruang khusus di rumah sakit. Ruangan itu tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang dan tanpa alat pelindung diri yang memadai. Sehingga tak banyak yang tahu kejadian seperti apa di dalam ruangan tersebut.

Artikel Lainnya: Sama-Sama Menyerang Paru, Apa Beda Wuhan Coronavirus dengan Virus Influenza?

1 dari 3 halaman

Tentang Ruang Isolasi di Rumah Sakit

Dikutip dari laman Medline Plus, ruangan isolasi berfungsi untuk menciptakan penghalang interaksi antara pasien yang telah terinfeksi virus dengan orang lain yang belum terinfeksi. Intinya, ruangan tersebut diciptakan untuk mencegah penyebaran virus di rumah sakit.

Orang yang dapat masuk ke dalam ruangan itu juga tak boleh sembarangan. Hanya petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) yang boleh masuk dan orang yang hendak mendekati ruangan tersebut harus wajib lapor kepada petugas medis yang berjaga.

Bahkan, di Tiongkok, pemberian makanan kepada pasien virus corona dilakukan dari luar (melalui jendela) demi meminimalkan kontak dengan udara ruangan isolasi. Meski dari luar ruangan, petugas yang memberi makanan kepada pasien ruang isolasi juga tetap menggunakan APD lengkap.

Misalnya, baju khusus, sarung tangan, masker, dan penutup kepala. Pasien di dalam ruangan isolasi masih bisa berkomunikasi dengan “dunia luar”. Jika Anda melihatnya di berita internasional, pasien virus corona di Tiongkok diberikan walkie talkie untuk berkomunikasi dengan orang di luar ruangan.

Sedangkan di Emerging RSPI Sulianti Saroso, disediakan monitor agar pasien dapat melihat dan mendengar kondisi luar ruangan.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 3 halaman

Langkah yang Dilakukan pada Pasien Virus Corona di Ruang Isolasi

Ketika pasien virus corona sampai di rumah sakit, langkah pertama yang dilakukan dokter untuk menangani pasien tersebut adalah meredakan gejalanya dengan obat demam.

Obat demam penting untuk diberikan karena salah satu gejala dari infeksi virus corona itu demam tinggi (di atas 38 derajat Celcius). Obat batuk biasanya diberikan bila pasien coronavirus mengalami gejala batuk yang parah.

Setelah memberi obat pereda gejala, petugas medis akan mengambil sampel lendir dari hidung dan dahak pasien untuk dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk diteliti.

Perlu diketahui, diperlukan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya apakah pasien terduga benar-benar terinfeksi virus corona atau hanya radang tenggorokan biasa. Data tersebut dicocokkan dengan genom virus 2019-nCov di portal Global Initiative on Sharing All Influenza Data.

Sementara itu, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter mengatakan dokter yang mengurus pasien terduga harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap virus corona. Misalnya saja, tahu beberapa hal berikut. 

  • Paham soal tanda dan gejalanya. “Terkadang, pengidap virus corona juga tidak menunjukkan gejala demam tinggi. Khususnya pada orang yang mengonsumsi imunodepresan, usia tua, atau orang yang sebelumnya sudah mengonsumsi obat penurun demam,” kata dr. Devia.
  • Dokter juga mesti menginformasikan kepada dinas kesehatan setempat terkait adanya pasien yang diduga terinfeksi virus corona.
  • Dokter wajib mengetahui bahwa spesimen yang diambil ada tiga, yaitu spesimen dari saluran pernapasan hidung (ingus), spesimen dari saluran pernapasan bawah (dahak), dan serum darah. Sebagai tambahan, sampel urine dan feses juga dapat diperiksa.
  • Dokter juga harus memahami bahwa alat pelindung diri wajib dipakai saat memeriksa pasien terduga. Sesibuk apa pun dirinya, semua perlengkapan, seperti masker, handscoon, kaca mata, dan baju sekali pakai harus dikenakan.
  • Dokter harus mencuci tangan hingga bersih sebelum memeriksa pasien lain yang tidak terinfeksi.

Itu dia sekilas tentang ruang isolasi di rumah sakit untuk memisahkan pasien virus corona dengan orang lain yang tidak terinfeksi. Bila Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit tersebut, silakan konsultasikan kepada dokter terpercaya melalui fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter ataupun jika kamu ingin cek kondisi badan kamu terjangkit virus corona atau tidak, kamu bisa cek secara online dengan klik Cek Virus Corona Online.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar