Sukses

Pentingnya Minum Obat Penambah Darah Saat Menstruasi

Menstruasi yang berat dan panjang biasanya akan membuat wanita lemas dan lesu. Dalam kondisi ini, penting untuk minum obat penambah darah. Mengapa?

Menstruasi—terutama yang berat dan lebih lama dari periode normal—dapat menurunkan jumlah sel darah merah secara drastis. Kondisi ini lama-kelamaan akan menurunkan kadar hemoglobin dan zat besi. Seorang wanita pun berisiko alami anemia. Nah, obat penambah darah dalam beberapa kasus memang penting dikonsumsi.

1 dari 3 halaman

Menstruasi dan Risiko Anemia

Menstruasi atau haid pada wanita adalah penyebab paling umum dari kehilangan zat besi di seluruh dunia. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita usia subur membutuhkan zat besi harian hingga dua kali lebih banyak daripada pria.

Periode datang bulan ini rata-rata berlangsung antara 2-5 hari. Dalam rentang tersebut, diperkirakan 220-250 mg zat besi per liter darah hilang selama menstruasi. Jumlah ini dapat bervariasi, dipengaruhi oleh perubahan dalam penyimpanan besi, penggantian kontrasepsi, penggunaan alat kontrasepsi, atau obat-obatan tertentu.

Akibatnya, Anda lebih rentan terkena anemia, yaitu suatu kondisi di mana seseorang tidak memiliki sel darah merah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke organ tubuh.  Padahal, sel darah ini berfungsi membawa oksigen yang cukup ke jaringan seluruh tubuh. Anda pun akan merasa lelah dan lemas.

Artikel lainnya: Inilah Penyebab dan Cara Tepat Atasi Anemia

Tipe yang paling sering dikaitkan dengan menstruasi yang berat adalah anemia defisiensi besi. Pada anemia defisiensi besi, menstruasi yang berat menyebabkan kehilangan darah dalam waktu lama, yang menghabiskan simpanan besi tubuh.

2 dari 3 halaman

Pentingnya Konsumsi Obat Penambah Darah

Sistem pengaturan zat besi alami wanita memang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan selama masa kehilangan darah ini. Misalnya melalui asupan daging merah, unggas, ikan, biji-bijian, tahu, kacang polong, dan juga sayuran hijau gelap. Asupan kaya vitamin C juga dapat membantu sistem pencernaan untuk menyerap zat besi.

Akan tetapi, terkadang, sulit memenuhi kebutuhan zat besi hanya melalui makanan. Apalagi untuk Anda yang sedikit mengonsumsi daging merah, menjalani diet nabati, baru melahirkan, serta punya periode bulanan yang berat. Nah, obat penambah darah saat haid penting untuk mengatasi kendala ini.

Obat penambah darah merupakan sebuah suplemen yang mengandung zat besi dan beberapa komponen vitamin serta mineral. Antara lain asam folat, vitamin C, vitamin B-12, dan vitamin lain yang membantu membangun sel darah merah.

Artikel lainnya: 8 Gejala Anemia yang Tidak Boleh Diabaikan

Apabila telah memutuskan untuk menambah asupan zat besi melalui suplemen zat besi, penting untuk memilih yang baik di perut dan kuat dalam penyerapan. Misalnya saja, ferrous sulfate yang dianggap sebagai tablet penambah zat besi yang paling baik.

Namun, tablet ini memiliki efek samping, yaitu dapat menyebabkan iritasi usus yang mengarah ke sembelit dan mual. Tapi, Anda tak perlu khawatir.

Saat ini sudah banyak suplemen zat besi mengandung formula besi non-sembelit untuk menargetkan situs alami penyerapan tubuh di usus kecil. Suplemen ini biasanya dapat dikonsumsi 30 menit sebelum makan atau pada saat perut kosong.

Di samping itu, perhatikan juga dosis obat penambah darah yang Anda konsumsi. Pada umumnya, dosis yang dianjurkan adalah satu kali sehari untuk dewasa.

Akan tetapi, dosis ini kembali lagi pada kondisi dan kebutuhan Anda masing-masing. Itulah sebabnya, penting bagi para wanita untuk mengonsultasikannya langsung kepada dokter.

Saat sedang anemia dan mengonsumsi obat penambah darah, Anda juga sebaiknya menghindari kafein. Zat ini dapat mengurangi penyerapan zat besi, yang tentunya mengganggu pemulihan Anda.

Minum obat penambah darah penting bagi wanita yang alami menstruasi berat dan panjang, usai melahirkan, serta menjalani diet nabati. Akan tetapi, jangan sembarang konsumsi obat. Perhatikan dosis sesuai kebutuhan Anda. Tanyakan lebih lanjut hal-hal terkait menstruasi dengan dokter via Live Chat.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar