Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Susu Kecoa Digadang-gadang Bakal Jadi Superfood, Mau Coba?

Susu Kecoa Digadang-gadang Bakal Jadi Superfood, Mau Coba?

Satu hal mengejutkan dari kecoa adalah ternyata, binatang jorok itu bisa menghasilkan susu yang bisa jadi superfood. Tapi, yakin berani coba?

Pernahkah Anda membayangkan minum susu kecoa? Pasti beberapa dari Anda langsung merasa jijik sembari merinding membayangkannya. Tetapi, kabarnya susu kecoa ini bakal menjadi superfood yang akan menjadi tren pada tahun 2020. Apa Anda mau coba?

Mengulik Manfaat Susu Kecoa

Melansir dari Science Alert, sebuah penelitian tahun 2016 menemukan bahwa ada kristal protein yang terletak di saluran pencernaan kecoa. Kristal susu ini ditemukan pada kecoa jenis kumbang pasifik atau dalam bahasa latin disebut dengan Diploptera punctata.

Para peneliti menemukan, bahwa kandungan kristal protein yang ada di pencernaan kecoa, empat kali lebih bergizi daripada susu sapi. Para peneliti pun lantas berpikir bahwa susu serangga ini bisa menjadi nutrisi baru di masa mendatang.

Superfood ini dianggap bergizi, karena pada zat kristal susu kecoa mengandung sumber protein, karbohidrat, dan lemak yang baik. Selain itu, kecoa dianggap sebagai sumber protein lengkap, karena menyediakan sembilan asam amino esensial. 

Artikel lainnya: Ini Dia 8 Superfood dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Namun, memerah air susu kecoa ini tidak gampang, ya. Untuk mendapatkan superfood ini, Anda harus membunuh kecoa betina dan embrio-embrionya setelah mereka mulai menyusui. Baru setelah itu peneliti bisa memanen kristal dari saluran pencernaannya.

Menurut salah satu peneliti, susu kecoa belum layak dikonsumsi massal untuk sekarang. Masalahnya, untuk menghasilkan 1 liter susu, Anda butuh 1.000 kecoa. Banyak juga, ya?

1 dari 3 halaman

Kelemahan Susu Kecoa

Meskipun susu kecoa digadang-gadang dapat menjadi pengganti susu sapi, namun superfood ini tidak terlalu sehat juga. Pertama, ditemukan hasil bahwa susu serangga ini mengandung kalori yang sangat tinggi. Ini karena satu cangkir (250 ml) susu kecoa mengandung sekitar 700 kalori. Hal itu tiga kali lebih banyak dari jumlah kalori dalam secangkir susu sapi biasa.

Maka artinya, minum susu kecoa terlalu banyak dapat membuat berat badan naik. Selain itu, belum ditemukan juga penelitian yang menunjukkan bahwa susu kecoa aman untuk dikonsumsi manusia. Jadi kategori anak-anak dan wanita hamil, harus menghindari minum susu superfood ini dulu sampai ada informasi resmi lebih lanjut. 

Artikel lainnya: Inilah Alasan Kenapa Bayam Disebut Superfood

2 dari 3 halaman

Ada Susu Lain yang Lebih Aman dari Susu Kecoa

Kini sudah tahu, kan, ada segelintir manfaat yang didapat dari susu kecoa? Lalu, apakah Anda mau mengonsumsinya? Bagi Anda yang sulit membayangkan atau jijik minum susu dari hewan ini, lebih baik konsumsi susu yang lain.

Pasalnya, susu dari sapi misalnya, tidak kalah sehat dari susu kecoa, kok. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, susu sapi mengandung kalsium, vitamin D, vitamin B12, fosfor, vitamin C, riboflavin, folat, niasin. Sayangnya, susu sapi mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang agak banyak. 

Meski bergizi, tidak sedikit orang yang alergi dengan susu sapi, sehingga harus mencari penggantinya. Sekarang ada banyak sekali jenis susu alternatif yang beredar, misalnya susu almond, susu oat, susu soya atau kedelai yang dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi di pasaran.

"Selain merupakan sumber protein yang sangat baik, susu soya juga dapat dikonsumsi karena mengandung berbagai vitamin dan mineral. Susu ini sangat cocok diminum oleh orang yang punya alergi terhadap susu sapi. Kelebihan lainnya, susu soya mengandung sedikit lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol sama sekali," tambah dr. Atika.

Meski penemuan susu kecoa berpeluang menjadi superfood, akan tetapi masih terdapat beberapa kekurangan, baik dari produksi dan kandungan kalorinya. 

Jika ingin mengetahui jenis susu yang direkomendasikan sesuai kesehatan Anda selain susu kecoa—yang ekstrem—, jangan ragu menanyakan pada dokter, ya. Anda bisa konsultasi langsung ke dokter lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

(OVI/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar