Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Geger Keraton Agung Sejagat, Adakah Gangguan Mental pada Pelaku?

Geger Keraton Agung Sejagat, Adakah Gangguan Mental pada Pelaku?

Heboh soal seseorang mendirikan kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Apakah pendirinya mengalami gangguan mental?

Beberapa hari lalu, pria di Purworejo membuat gempar Indonesia. Ini karena ia mengaku sebagai titisan kerajaan Majapahit yang mendirikan Keraton Agung Sejagat. Pengakuan ini sontak menjadi pembicaraan banyak orang. Terkait apa yang dilakukannya, benarkah orang itu mengalami gangguan mental?

Berita Tentang Keraton Baru di Purworejo

Telah ramai pemberitaan bahwa ada sebuah deklarasi Kerajaan Agung Sejagat di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Dalam pidatonya, "sang raja" yang bernama Totok Santoso Hadiningrat, sempat berbicara soal keruntuhan Majapahit yang ingin diteruskannya pada era sekarang.

Keraton ini sempat menggemparkan ketika deklarasinya diarak saat menaiki kuda sambil diiringi para pengikutnya. Kirab itu dilakukan sembari membaca silsilah kerajaan.

Kejadian tak biasa tersebut menyedot atensi luar biasa dari berbagai penjuru masyarakat. Sebagian menyebut bahwa pimpinan keraton ini sebagai bentuk aliran sesat baru. Sedangkan beberapa orang percaya bahwa ini hanya akal-akalan manusia untuk punya pengikut.

Sampai akhirnya, pimpinan keraton tersebut, Totok dan Dyan ditangkap polisi pada Rabu (15/1). Belakangan, Dyan Gitarja diketahui memiliki nama asli Fanni Aminadia yang beralamat di Kalibata, Jakarta Selatan. Sedangkan, Totok sendiri memiliki KTP dengan alamat Ancol. Jakarta Utara.

Artikel lainnya: Kenali 5 Gangguan Mental yang Berbahaya

1 dari 3 halaman

Apakah "Sang Raja" Mengalami Gangguan Mental?

Kemudian banyak orang bergunjing bahwa apa yang dilakukan Totok adalah sebuah kekonyolan belaka. Tak sedikit juga yang curiga bahwa Totok mengalami gangguan mental karena sampai menyebut dirinya titisan Kerajaan Majapahit.

Jika dilihat dari apa yang dilakukannya orang menduga bahwa ia mengalami skizofrenia. Itu adalah gangguan mental yang mengganggu cara berpikir dan perilaku penderitanya.

"Sebagian besar penderita mengalami waham atau halusinasi. Waham adalah suatu keyakinan yang salah (tidak sesuai fakta). Akan tetapi dipertahankan secara kuat meskipun sudah dijelaskan mengenai realita yang sebenarnya terjadi. Misalnya, seseorang yang punya keyakinan sangat kuat bahwa dirinya adalah titisan dewa," ujar dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDokter.

Ada beberapa jenis waham yang sering dialami penderita skizofrenia, antara lain sebagai berikut ini.

  1. Waham Kejar atau Persekusi

Ini adalah keyakinan bahwa ada orang yang ingin membahayakan si penderita. Misalnya, meyakini ada orang yang ingin meracuni penderita skizofrenia dengan menaburkan racun pada sumber air di rumah. Ia merasa dirinya diikuti oleh seseorang yang bersenjata, dan lain-lain.

  1. Waham Rujukan

Kondisi ini adalah keyakinan bahwa orang-orang di sekitar dan seluruh alam semesta ini punya hubungan dengan si penderita. Saat ada orang lain berkumpul di dekat penderita, si penderita meyakini kalau sekumpulan orang tersebut sedang membicarakannya.

  1. Waham Kebesaran

Waham ini merupakan keyakinan penderita bahwa dirinya adalah orang yang terkenal atau sangat hebat. Misalnya, penderita meyakini kalau dirinya adalah seorang nabi atau Tuhan.

Artikel lainnya: Borderline Personality, Gangguan Mental yang Dialami Ariel Tatum

  1. Waham Kendali

Ini adalah waham keyakinan penderita bahwa dirinya dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Misalnya, penderita meyakini bahwa semua pikiran di kepalanya dikendalikan oleh badan intelijen.

Sementara itu, halusinasi yang paling sering terjadi adalah halusinasi auditorik (merasa mendengar suara yang sebenarnya tidak ada). Misalnya, mendengar ada suara yang membisiki dirinya untuk membunuh orang lain.

Selain halusinasi dan waham, gejala skizofrenia dapat berupa perilaku yang “tidak beraturan” (disorganized behavior). Misalnya, tidak pernah mandi, rambut berantakan, bicara tidak nyambung, atau melakukan tindakan tanpa tujuan.

Gejala-gejala seperti yang disebutkan sebelumnya menyebabkan penderita skizofrenia bisa berlaku aneh, bahkan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2 dari 3 halaman

Melihat Pendapat Psikolog

Soal ini, Totok yang mengaku sebagai raja di Purworejo, Ikhsan Bela Persada, M.Psi., Psikolog dari KlikDokter, turut angkat suara. Menurutnya, belum bisa dipastikan apakah Totok mengalami skizofrenia atau tidak. Ini karena belum ada pemeriksaan menyeluruh.

Namun menurut Ikhsan, apa yang diungkapkan Totok bisa menjadi tanda bahwa ia memiliki waham tertentu yang belum tentu benar. Itu menjadi salah satu delusi yang merupakan gejala dari skizofrenia.

"Ini karena dia pikir keratonnya adalah kebangkitan Kerajaan Majapahit. Lalu, dia juga bagi-bagi duit ke pengikutnya. Pada kategori wahamnya, ia menganggap dirinya sebagai raja atau sebagai titisan. Itu kan salah satu delusi," jelas Ikhsan.

Meski begitu, Ikhsan mengakui bahwa arah untuk ke skizofrenia memang ada. Itu berdasarkan penglihatan atau pemahaman awal saja.

"Selain itu, halusinasi Totok tidak kelihatan jelas. Hanya saja, kalau dari pengakuannya bahwa ia titisan dan kebangkitan majapahit, bisa jadi itu dari delusinya dia yang mengarah ke skizofrenia," ungkapnya.

Kisah Kerjaan Agung Sejagat memang cuma sebentar alias tidak bertahan lama. Kerajaan langsung "runtuh" ketika pemimpinnya ditangkap polisi. 

Terlepas dari ada gangguan mental atau tidak, masyarakat diimbau untuk melaporkan kegiatan yang meresahkan di daerah mereka. Nah, apabila Anda ingin tahu lebih lanjut tentang gejala gangguan mental seperti halusinasi atau skizofrenia, Anda bisa konsultasi langsung lewat Live Chat di KlikDokter.

[OVI/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar