Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Agar Tidak Stres Saat Liburan, Anda Bisa Lakukan 7 Hal Ini

Agar Tidak Stres Saat Liburan, Anda Bisa Lakukan 7 Hal Ini

Harusnya bisa jadi momen yang menyenangkan, tetapi banyak orang yang justru stres saat liburan tiba. Jangan biarkan, coba lakukan kegiatan ini.

Meski banyak yang menanti-nanti dengan riang dan antusias, tetapi beberapa orang justru merasa stres saat liburan akhir tahun tiba. Misalnya karena harus mengeluarkan uang lebih banyak, harus datang ke acara atau bertemu dengan orang-orang yang tidak Anda suka, masih diteror pekerjaan, dan lainnya.

Sedikit gambaran, menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh American Psychological Association, 8 dari 10 orang mengantisipasi meningkatnya stres saat liburan. Pada beberapa kasus, meningkatnya stres dan kecemasan tersebut bisa berakhir pada depresi. Ya, depresi bisa menjadi “kado” liburan akhir tahun yang tak diinginkan.

Penyebab Stres Saat Liburan

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ada beberapa kemungkinan penyebab seseorang justru mengalami stres saat liburan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Aktivitas yang Padat Selama Liburan

Banyaknya kegiatan, perjalanan panjang, pesta, pertemuan, atau bertemu dengan banyak orang, khususnya orang-orang yang tidak disukai, atau menghadapi berbagai pertanyaan bersifat pribadi yang tak diinginkan bisa bikin stres.

  • Ekspektasi yang Tidak Terpenuhi

Anda tentu punya ekspektasi terhadap liburan yang akan Anda jalani. Namun, kenyataannya, liburan tak selamanya berjalan sesuai harapan. Misalnya, batal pergi ke tempat yang direncanakan, penerbangan mengalami delay, dan sebagainya. Selain itu, stres juga bisa datang dari orang-orang terdekat, seperti anggota keluarga.

Artikel lainnya: Habis Liburan Malah Stres, Apa yang Salah?

  • Drama Keluarga

“Sikap atau perkataan keluarga dan kerabat yang Anda temui selama liburan juga mungkin membuat Anda tersinggung dan menimbulkan sakit hati. Hal-hal tersebut bisa membuat Anda lelah secara emosional dan memicu stres,” kata dr. Sepriani menjelaskan.

  • Kelelahan

Saat liburan tahun baru, sangat mungkin waktu istirahat Anda terpangkas karena perjalanan atau kegiatan lainnya. Akhirnya, tubuh mengalami kelelahan.

“Kelelahan fisik dapat memengaruhi kondisi mental, sehingga mungkin muncul perasaan malas, bosan, sedih, atau perasaan negatif lainnya,” dr. Sepriani menambahkan.

  • Gaya Hidup dan Pola Makan yang Tidak Baik Selama Liburan

Banyak orang yang menjadikan liburan sebagai alasan untuk melanggar aturan pola hidup sehat. Misalnya lebih sering mengonsumsi makanan siap saji, minuman manis, minuman beralkohol, serta ikut libur berolahraga. Ancamannya adalah badan lemas dan turunnya mood.

1 dari 3 halaman

Cara Agar Liburan tidak Stres

Kadang, yang disebutkan di atas atau penyebab lainnya yang bikin stres tak terhindarkan. Namun, Anda tetap dapat berupaya mencegahnya. Cobalah melakukan lima hal di bawah ini.

1. Atur Prioritas

Sebelum kewalahan dengan banyaknya aktivitas, putuskan mana yang paling menawarkan dampak positif dan hindari aktivitas yang tidak berguna atau tidak Anda sukai.

Selain itu, ganti kata “harus” menjadi “ingin” pada hal-hal yang mesti dilakukan. Misalnya, daripada mengatakan, “saya harus membuat kue untuk jamuan Natal dan tahun baru”, katakan “saya ingin membuat kue untuk jamuan Natal dan tahun baru yang lezat”. Hal ini dikemukakan oleh Zainab Delawalla, psikolog klinis, kepada HuffPost.

2. Rencanakan Liburan yang Realistis

Bila Anda hanya memiliki waktu beberapa hari atau beberapa minggu untuk berlibur, rencanakan liburan yang sederhana yang dapat terlaksana dengan lancar.

“Misalnya, tidak bepergian ke tempat yang terlalu jauh, tidak menuntut biaya yang mahal, atau persiapan yang panjang. Dengan demikian, kemungkinan liburan akan berjalan sesuai rencana akan lebih besar dan Anda juga tidak akan merasa terlampau lelah,” terang dr. Sepriani.

3. Buat Resolusi

New year, new me”, mungkin itulah yang Anda katakan kepada diri Anda saat bercermin tiap tahun. Meski bukan jaminan resolusi yang sudah ditetapkan dapat diraih, tetapi itu dapat membuat Anda tetap termotivasi.

“Mulai dari target pekerjaan, kehidupan percintaan, target melakukan pola hidup yang lebih sehat bisa masuk dalam resolusi tahunan. Tuliskan dalam kertas memo atau sticky notes dan tempelkan di tempat-tempat yang bisa Anda lihat setiap hari,” kata dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter turut menambahkan.

Artikel lainnya: Warnai Liburan Anak dengan Aktivitas Sehat dan Seru Ini

4. Olahraga

Saat liburan, hal terakhir—setelah bekerja—yang ingin Anda lakukan adalah berolahraga. Namun, tanpa disadari, sebetulnya olahraga akan menjaga tubuh tetap aktif, dan itu dapat meningkatkan mood, membantu mengelola stres, sehingga mencegah depresi.

Olahraga dan jenis aktivitas fisik lainnya dapat menstimulasi produksi endorfin di otak. Endorfin adalah kimia otak yang berfungsi sebaik pereda nyeri alami. Itu dapat memicu perasaan positif, meningkatkan suasana hati, serta meredakan perasaan cemas dan stres.

Sediakan waktu untuk beraktivitas fisik setidaknya 30 menit tiap sesinya, minimal tiga kali seminggu. Cari aktivitas yang bisa dengan mudah dilakukan dan sesuai minat. Misalnya jalan kaki, joging, bersepeda, berenang, olahraga permainan seperti futsal, dan sebagainya.

5. Jaga Pola Makan

Jaga kesehatan selama liburan dengan tetap memperhatikan asupan makanan. Wisata kuliner memang mengasyikkan, tetapi jangan sampai terlalu kalap. Pulang liburan, bisa-bisa Anda membawa “oleh-oleh” lemak berlebih, atau yang lebih parah, gangguan pencernaan!

2 dari 3 halaman

6. Kurangi Penggunaan Media Sosial

Saat sedang stres atau cemas, media sosial memang bisa jadi pelarian. Namun, bila terlalu sering, media sosial malah bisa bikin apa yang Anda rasakan memburuk, apalagi jika sampai membanding-bandingkan dengan apa yang sedang dilakukan teman-teman.

Foto liburan mewah, belanja, foto mesra dengan pasangan saat liburan, menikmati kelas bisnis di pesawat, atau unggahan apa pun yang Anda anggap lebih baik dari yang Anda miliki bisa memperburuk tingkat stres atau suasana hati. Sebaiknya nikmati liburan Anda semaksimal mungkin dengan mengurangi paparan media sosial seminimal mungkin.

7. Tetap Cukupi Kebutuhan Istirahat

“Meskipun godaan untuk begadang sangat besar, hindari begadang beberapa hari berturut-turut. Usahakan untuk selalu cukup istirahat, minimal 6 jam per hari,” dr. Sepriani mengingatkan.

Meski Anda tipe orang yang tenang dan dapat mengendalikan situasi, tetapi musim liburan dan segala aktivitasnya bisa bikin stres. Tips di atas dapat membantu Anda mengelola dan mencegah stres saat liburan. Namun, pasca liburan stres berat masih menyelimuti atau bahkan memburuk, jangan takut untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan jiwa untuk membantu Anda.

(RN/RPA)

1 Komentar