Sukses

Prosedur Pemeriksaan Endoskopi yang Perlu Diketahui

Mau tahu kondisi kesehatan Anda? Rekam isi perut dengan pemeriksaan endoskopi bisa bantu dokter diagnosis penyakit. Ini ulasan lengkapnya!

Klikdokter.com, Jakarta Pemeriksaan endoskopi adalah prosedur non bedah untuk cek saluran pencernaan. Kapan prosedur ini diperlukan, bisa mendeteksi apa saja, serta bagaimana prosedurnya dibahas lengkap di sini.

Endoskopi adalah tindakan meneropong saluran cerna untuk melihat kondisi saluran tersebut secara langsung. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari tindakan medis ini.

Prosedur Endoskopi

Proses endoskopi menggunakan alat berbentuk seperti kawat yang fleksibel dengan lampu dan kamera di ujungnya. Lalu, alat tersebut dimasukkan ke dalam saluran cerna, baik saluran cerna atas (melalui mulut) ataupun saluran cerna bawah (melalui dubur).

Dalam pemeriksaan saluran cerna bagian atas (dikenal juga sebagai gastroskopi), dokter dapat melihat kerongkongan, perut, dan bagian atas dari usus kecil.

Endoskopi juga bisa diteruskan menuju usus besar melalui rektum. Prosedur ini biasa disebut sebagai sigmoidoskopi atau kolonoskopi. Tergantung seberapa jauh usus besar diperiksa.

Endoskopi memungkinkan dokter untuk melihat struktur anatomi saluran cerna secara langsung, yang terlihat lewat monitor. Nantinya, ini dapat menilai ada atau tidaknya kelainan pada saluran cerna. Tindakan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengambil sampel jaringan pada saluran cerna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel lainnya: Kapan Penderita Mag Harus Lakukan Endoskopi?

Indikasi Gangguan yang Memerlukan Endoskopi

Adanya masalah pada saluran cerna. Baik saluran cerna atas maupun bawah yang diduga terkait dengan kelainan anatomi pada saluran cerna. Maka itulah indikasi perlunya prosedur endoskopi.

Selain sebagai alat pemeriksaan, endoskopi juga telah dikembangkan sebagai terapi. Misalnya, untuk melebarkan penyempitan saluran cerna, mengambil benda asing, menghentikan perdarahan saluran cerna, membuang polip, dan berbagai tindakan lainnya pada saluran cerna.

Di Indonesia, endoskopi dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam (untuk kasus orang dewasa) atau dokter spesialis anak (untuk kasus pasien anak) yang mengambil spesialisasi di bidang pencernaan.

1 dari 2 halaman

Keuntungan dan Kerugian Pemeriksaan Endoskopi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, endoskopi bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan dan terapi. Dibandingkan dengan tindakan operasi, prosedur tindakan dengan endoskopi jauh lebih aman dan nyaman untuk pasien.

Selain itu, prosedur endoskopi juga memiliki persiapan yang lebih mudah serta proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan operasi.

Walaupun lebih aman ketimbang operasi, endoskopi tetap berpotensi memunculkan efek samping, seperti nyeri, perdarahan, dan kemungkinan terjadinya infeksi.

Selain itu, endoskopi juga punya keterbatasan, yaitu hanya dapat melihat saluran cerna atas dan bawah. Karenanya, pada kasus-kasus kelainan pada saluran cerna tengah (usus halus), maka tetap diperlukan tindakan operasi.

Apa Saja yang Bisa Terdeteksi Lewat Endoskopi?

Endoskopi saluran cerna bagian atas biasanya dilakukan untuk membantu mengidentifikasi penyebab berikut ini.

Gastroskopi juga dapat membantu mengetahui kondisi peradangan, ulkus, dan tumor.

Selain itu, gastroskopi juga lebih akurat ketimbang sinar X untuk mendeteksi pertumbuhan abnormal seperti kanker dan untuk memeriksa bagian dalam dari sistem pencernaan bagian atas.

Pada kolonoskopi, tindakan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai skrining kanker usus besar atau kanker kolorektal, serta mengidentifikasi:

  • Penyebab tanda-tanda kanker dan gangguan lainnya
  • Mengeksplorasi penyebab perubahan kebiasaan buang air besar yang tak bisa dijelaskan
  • Mengevaluasi gejala nyeri atau perdarahan di area perut
  • Mencari penyebab penurunan berat badan, konstipasi kronis, atau diare

Artikel lainnya: 5 Cara untuk Dukung Kesehatan Saluran Pencernaan Anak 

Persiapan Sebelum Endoskopi

Dibandingkan dengan tindakan operasi, persiapan endoskopi jauh lebih sederhana. Bahkan, pada beberapa kasus yang ringan, endoskopi dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek, yaitu 24 jam (one day care), tanpa perlu menginap di rumah sakit.

Beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah mungkin diperlukan. Tujuannya adalah untuk memastikan pasien tidak memiliki gangguan pembekuan darah atau masalah organ yang dapat memengaruhi obat-obatan anestesi.

Sebelum tindakan, pasien umumnya diminta untuk berpuasa paling tidak selama 6 jam agar saluran cerna bersih saat endoskopi dilakukan.

Pada endoskopi saluran cerna bawah, sehari sebelum tindakan pasien akan diminta untuk menggunakan obat pencahar untuk membersihkan saluran cerna bawah.

Bila tiba waktunya endoskopi, pasien akan diberikan obat-obatan sedasi dan antinyeri oleh dokter anestesi. Tindakan medis ini dilakukan di bawah pengaruh pembiusan, sehingga pasien tidak akan merasakan apa pun.

Setelah tindakan selesai, pasien akan terbangun dan mungkin merasa sedikit mual dan nyeri. Namun, tak akan makan waktu lama sampai pasien bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Demikian hal-hal seputar pemeriksaan endoskopi yang perlu diketahui, khususnya Anda yang sudah dijadwalkan melakukan endoskopi untuk pertama kalinya dalam waktu dekat. 

Manfaatnya endoskopi tak hanya sebagai alat pemeriksaan, tetapi juga bisa sebagai terapi. Bila mengalami masalah pada saluran cerna bawah maupun atas yang sangat mengganggu atau tak biasa, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Karena, bisa jadi perlu endoskopi untuk menegakkan diagnosis.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar