Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pasangan Golongan Darah O dan AB Sulit Punya Anak? Ini Penjelasannya

Pasangan Golongan Darah O dan AB Sulit Punya Anak? Ini Penjelasannya

Ada yang bilang pasangan golongan darah O dan AB sulit punya anak? Benarkah rumor ini?

Klikdokter.com, Jakarta Punya anak tentu jadi dambaan bagi beberapa pasangan. Bagi sebagian pasangan bahkan mempunyai banyak rencana dan cara bagaimana bisa mendapat momongan. Namun semangat menurun ketika dengar dengar kabar bahwa pasangan golongan darah O dan AB sulit punya anak.

Korelasi Golongan Darah dengan Kehamilan

Kelompok golongan darah dari sisi wanita bisa memengaruhi kemungkinan untuk hamil. Mereka yang bergolongan darah O bisa saja kesulitan hamil. Kenapa? Karena jumlah telur yang dihasilkan lebih rendah. Kondisi kualitas telur golongan darah O juga terbilang lebih buruk dibanding kelompok golongan darah lainnya, sedangkan mereka yang memiliki golongan darah A tampak lebih subur.

Lebih dari 560 wanita dengan usia rata-rata 35 tahun menjalani perawatan kesuburan di suatu lembaga penelitian. Lalu, sampel darah mereka diambil untuk mengukur kadar hormon perangsang folikel (FSH), gunanya sebagai tolak ukur kesuburan.

Artikel Menarik: Darah Emas, Golongan Darah Paling Langka di Dunia

Kadar FSH yang lebih besar dari angka 10 menunjukkan bahwa seorang wanita akan lebih sulit hamil dibanding wanita memiliki kadar di bawah 10. Kenapa demikian? Sebab, tingkat FSH yang tinggi menunjukkan bahwa cadangan ovarium berkurang. Sehingga berpengaruh pada kualitas dan jumlah telur yang tersisa untuk pembuahan.

Biasanya, cadangan ovarium cenderung menurun secara signifikan ketika seorang wanita mencapai usia pertengahan dan akhir 30-an dan lebih cepat pada awal 40-an. Beberapa studi menemukan pula, bahwa wanita yang bergolongan darah O dua kali lebih mungkin memiliki kadar FSH lebih besar dari 10 dibandingkan golongan darah lainnya.

Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah A secara signifikan lebih kecil kemungkinannya memiliki kadar FSH lebih besar dari 10 dibandingkan mereka yang golongan darah O.

Orang dengan golongan darah A membawa antigen A, yang merupakan protein pada permukaan sel, hanya saja hal ini tidak dimiliki pada orang dengan tipe golongan darah O. Sehingga, golongan darah juga mempunyai kolerasi terhadap kehamilan.

1 dari 2 halaman

Bagaimana Golongan Darah Mempengaruhi Kesuburan?

Untuk menjelaskan bagaimana hubungan golongan darah terhadap kesuburan, berikut penjelasan mengenai pengaruh golongan darah O terhadap kehamilan.

1. Tipe O dan Kualitas Telur

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita berusia 30-an dengan golongan darah O yang sedang dalam program hamil, dua kali lebih mungkin mengalami peningkatan kadar FSH (follicle stimulating hormone) dibandingkan wanita dengan darah tipe A. Walaupun memang peningkatan FSH hanyalah salah satu tanda terjadinya penurunan kesehatan telur.

Artikel Menarik Lainnya: Antisipasi Risiko Penyakit dari Golongan Darah Anda

2. Tipe O dan Respon Kekebalan Tubuh

Beberapa spesialis kandungan dan kebidanan yang berfokus pada kesehatan fertilitas berspekulasi, bahwa tipe O memiliki reaksi kekebalan tidak seimbang yang dapat mempengaruhi implantasi, terutama dalam perawatan bayi tabung. Reaksi kekebalan ini bisa menjelaskan mengapa program bayi tabung jauh tidak memberikan hasil yang baik pada wanita bergolongan darah O.

3. Ketidakcocokan A-B-O

Walaupun banyak pasangan punya golongan darah yang berbeda, tentunya sang istri tetap berpeluang hamil.  Ketidakcocokan bisa saja timbul, namun kasus ini biasanya terjadi dalam jumlah kecil. Ketidakcocokan A-B-O terjadi ketika sang ibu bergolongan darah O dan bayinya bergolongan darah A atau B (dari ayah). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketidakcocokan A-B-O terjadi pada sekitar 20% kehamilan.

4. Faktor Rhesus

Faktor Rh adalah salah satu subtipe golongan darah. Seseorang bisa Rh positif atau negatif. Penyakit Rh pada bayi baru lahir dapat terjadi jika bayinya Rh positif dan ibunya Rh negatif. Dalam kasus ini, sistem kekebalan ibu bereaksi dan menularkan antibodi kepada bayi.

Kejadian ini biasanya terjadi selama kehamilan kedua, yang mengarah pada anemia atau penyakit kuning. Tes darah selama kehamilan sebenarnya dapat melihat apakah bayi berisiko. Melakukan pengobatan preventif dengan imun globulin di awal kehamilan dapat mencegah penyakit Rh yang berbahaya bagi janin.

Wanita Rh-negatif juga harus menerima perawatan setelah keguguran, kehamilan ektopik, atau aborsi yang diinduksi untuk mencegah kemungkinan wanita tersebut mengembangkan antibodi yang akan menyerang masa depan Rh bayi yang positif.

Namun, menurut studi dan penelitian bahwa golongan darah hanyalah sebagai salah satu aspek tanda kesuburan wanita. Mengenai pasangan golongan darah O dan AB sulit punya anak pun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Sampai saat ini, justru faktor usia yang masih menjadi tolak ukur terpenting dalam menilai kesuburan, baik pria ataupun wanita.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar