Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Istri Alergi Sperma, Terapi Apa yang Harus Dijalankan Suami?

Istri Alergi Sperma, Terapi Apa yang Harus Dijalankan Suami?

Meski jarang ditemui, ada kemungkinan istri alergi terhadap sperma suami hingga menimbulkan keluhan. Apa yang harus dilakukan pada kondisi alergi sperma?

Klikdokter.com, Jakarta Dilansir dari Healthline, alergi sperma dikenal juga dengan istilah alergi semen, alergi air mani, atau human seminal plasma hypersensitivity (HSP). Kondisi ini merupakan suatu reaksi alergi terhadap protein yang ditemukan pada air mani pria. Air mani berisi sel-sel sperma, cairan berisi enzim, dan nutrisi yang mendukung kehidupan sperma.

Seringkali, alergi sperma menimbulkan gejala. Misalnya gatal, kemerahan, bengkak, dan rasa terbakar pada area yang terkena air mani (vagina atau kulit). Selain itu, mungkin juga timbul gejala di seluruh tubu. Misalnya, biduran, bengkak, kesulitan bernapas, bahkan reaksi anafilaksis (alergi berat).

Gejala ini umumnya timbul 10-30 menit setelah kontak dengan air mani, misalnya setelah berhubungan intim. Namun, dapat bertahan hingga beberapa jam sampai beberapa hari hingga gejalanya hilang. 

Dalam sejumlah kasus, gejala timbul sejak berhubungan intim pertama kalinya. Namun, ada juga yang mengalami gejala tiba-tiba walaupun saat berhubungan tidak ada keluhan. Gejala ini juga dapat muncul setelah lama tidak berhubungan, misalnya setelah melahirkan. Banyak wanita melaporkan keluhan dimulai pada awal usia 30an. 

Cara mengatasi alergi sperma

Alergi sperma dapat mengganggu aktivitas seksual suami-istri. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Berikut langkah-langkahnya.

  1. Hindari terkena air mani dan gunakan kondom

Cara utama mengatasi alergi sperma adalah menghindari terkena zat alergen, yaitu air mani. Suami bisa menggunakan kondom saat berhubungan intim untuk menghindari timbulnya reaksi alergi pada istri. Cara ini merupakan cara paling mudah untuk mengatasi kasus alergi sperma. 

Namun, sayangnya tidak bisa diterapkan untuk Anda yang memiliki momongan. Penggunaan kondom juga dapat menjadi cara utama mendiagnosis alergi sperma. 

  1. Ejakulasi di luar

Saat berhubungan intim, dapat juga dilakukan coitus interruptus, yaitu saat penis dikeluarkan sebelum ejakulasi di dalam vagina. Hal ini dilakukan agar air mani tidak langsung mengenai vagina. Namun, jika saat ejakulasi di luar air mani mengenai kulit istri, tetap ada risiko alergi.

  1. Perhatikan konsumsi makanan dan obat

Menurut beberapa penelitian, alergen (zat yang memicu reaksi alergi) dari beberapa jenis obat dan makanan dapat terkumpul pada air mani dan menimbulkan reaksi alergi. Oleh karena itu, suami dapat memperhatikan apakah reaksi alergi sperma pada istri muncul setelah konsumsi makanan atau obat tertentu. 

Jika ya, maka sebaiknya suami perlu menghindari konsumsi makanan dan obat tersebut. Lebih baik menghindar dibanding harus mengobati.

  1. Proses desensitisasi

Istri yang alergi air mani bisa menjalani proses desensitisasi melalui intravaginal seminal graded challenge. Dalam proses ini, air mani akan dilarutkan lalu dimasukkan ke dalam vagina. Setiap 20 menit, secara bertahap jumlah air mani yang dilarutkan akan ditambah namun pelarut dikurangi.

Hingga pada akhirnya istri dapat mentoleransi air mani tanpa pelarut. Jika berhasil, istri akan diminta untuk rutin berhubungan intim setiap dua hari sekali untuk menjaga daya tahan terhadap air mani.

Jika ada kecurigaan istri alergi sperma suami, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Dengan demikian, dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut dan ditentukan terapi yang sesuai.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar