Sukses

Ini Efek Buruk Dry Shampoo untuk Kesehatan Rambut

Dry shampoo bisa membantu mengatasi minyak berlebih pada rambut. Di balik itu, sampo jenis ini juga bisa merusak kesehatan rambut Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi wanita yang memiliki rambut mudah lepek dan berminyak, tetapi tidak punya waktu untuk sering keramas, kehadiran dry shampoo tentu sangat membantu. Sangat praktis dan bisa digunakan kapan saja. Sayangnya, di balik manfaat yang ditawarkan, sampo jenis ini juga bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan rambut Anda, lho!

Perlu Anda tahu, dry shampoo yang dijual di pasaran terbagi menjadi dua: dry shampoo semprot (spray) dan bubuk (powder). Dari segi manfaat, dry shampoo bubuk terbukti lebih superior. Namun, kebanyakan orang cenderung memilih dry shampoo semprot karena alasan lebih praktis.

Terlepas dari hal-hal tersebut, penggunaan dry shampoo ternyata bisa memicu efek samping yang justru merugikan kesehatan rambut Anda. Adapun efek samping yang dimaksud seperti berikut ini.

  1. Menyebabkan rambut rontok dan berketombe

Dry shampoo memang sangat praktis untuk menata rambut. Namun, apabila digunakan terlalu sering, sampo jenis ini bisa menyebabkan terjadinya rambut rontok. 

Dry shampoo yang Anda gunakan akan meninggalkan ‘sisa’ di kulit kepala. Menumpuknya sisa-sisa ini bisa menyebabkan folikel rambut tersumbat, sehingga memicu munculnya ketombe dan rambut rontok.

  1. Menghambat pertumbuhan rambut

Selain menyebabkan kerontokan, pemakaian dry shampoo yang berlebihan juga bisa menghambat pertumbuhan rambut baru. Cepat atau lambat, kondisi ini bisa berujung pada kebotakan.

  1. Membuat rambut kering

Dry shampoo tidak benar-benar membersihkan rambut dan kulit kepala dari kotoran. Komponen dalam dry shampoo hanya mengikat minyak di rambut agar terlihat tidak lepek dan lebih bervolume. Sayangnya, hal tersebut bisa membuat minyak alami pada rambut berkurang. Alhasil, rambut anda akan menjadi kering.

  1. Mengurangi kilauan alami rambut 

Seperti telah disinggung sebelumnya, formula dry shampoo berfungsi mengikat atau menyerap minyak berlebih pada rambut. Karena itu, penggunaan sampo jenis ini juga bisa menghilangkan kilau alami rambut. Pada akhirnya, rambut Anda akan tampak lebih kusam.

  1. Meningkatkan risiko infeksi akar rambut 

Zat-zat dalam dry shampoo bisa saja masuk melalui kulit kepala, yang akan menyebabkan permasalah rambut lainnya. Sisa dry shampoo yang tertinggal di kulit kepala dapat menyumbat folikel rambut dan menyebabkan kulit kepala gatal, ruam dan memerah. Bahkan, infeksi akar rambut juga bisa terjadi sebagai akibatnya.

1 dari 2 halaman

Tips menggunaan dry shampoo

Untuk menurunkan risiko efek samping akibat penggunaan dry shampoo, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan. 

  • Aplikasikan dry shampoo hanya pada rambut yang sudah dikeringkan sepenuhnya. Hindari mengaplikasikannya pada rambut yang basah.
  • Gunakan dry shampoo hanya pada helai rambut, tidak di kulit kepala. 
  • Setelah diaplikasikan, biarkan dry shampoo menyerap kira-kira 2 menit, baru kemudian tata rambut sesuai selera 
  • Jangan terlalu sering menggunakan dry shampoo. Gunakanlah di kala Anda sama sekali tidak sempat keramas. Anjurannya 1 atau 2 kali seminggu saja. 
  • Jika sudah menggunakannya sebanyak dua kali berturut-turut, Anda disarankan untuk mencuci rambut dengan air dan sampo biasa.
  • Bersihkan sisa dry shampoo dengan baik dengan cara mencuci rambut dengan clarifying shampoo setidaknya 2 kali saat keramas.
  • Gunakan vitamin rambut setidaknya satu minggu sekali.
  • Lakukan perawatan kulit kepala guna mencegah munculnya ketombe atau permasalahan kulit kepala lainnya.

Dry shampoo dapat dijadikan alternatif bagi Anda yang punya masalah rambut berminyak atau lepek. Namun, penggunaannya mesti benar-benar diperhatikan agar efek buruk dry shampoo tidak Anda rasakan kemudian. 

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar