Sukses

Gangguan Prostat Hanya Terjadi pada Lansia?

Kaum pria muda tak boleh lengah karena gangguan prostat tak hanya menyerang lansia saja. Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika mendengar penyakit atau gangguan prostat, banyak yang beranggapan bahwa itu hanya akan terjadi pada kaum lansia. Nyatanya, gangguan prostat dapat dialami oleh laki-laki pada rentang usia berapa pun. Kelenjar prostat adalah kelenjar yang secara spesifik hanya dimiliki oleh kaum adam. 

Kelenjar prostat adalah kelenjar yang bentuknya menyerupai biji kenari dan merupakan bagian dari sistem reproduksi (kesuburan) pria. Kelenjar prostat berada tepat di bawah kandung kemih dan dilalui oleh saluran buang air kecil (uretra).

Prostat sendiri berfungsi untuk menghasilkan cairan. Cairan tersebut merupakan komponen utama dari cairan mani (semen) yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh sperma untuk bertahan hidup dan bergerak. Selain cairan sperma, urine juga akan melewati kelenjar prostat saat seseorang berkemih. 

Ragam Gangguan Prostat

Ada tiga jenis gangguan prostat yang sering terjadi, yaitu pembesaran prostat jinak (benign prostate hyperplasia/BPH), kanker prostat, dan prostatitis. Pembesaran prostat jinak (BPH) dan kanker prostat lebih banyak dialami oleh pria usia tua.

Risiko kedua penyakit tersebut meningkat seiring bertambahnya umur. Satu dari dua pria berusia 51-60 tahun akan mengalami BPH. Bahkan, dua dari tiga penderita kanker prostat diketahui berusia 65 tahun.

Berbeda dengan itu, prostatitis paling sering terjadi pada laki-laki di usia muda. Penyakit ini merupakan infeksi yang terjadi pada prostat dan jaringan di sekitarnya. Setidaknya ada dua tipe prostatitis yang kerap ditemui, yaitu prostatitis bakteri akut dan prostatitis bakteri kronik.

Prostatitis bakteri akut maupun kronik disebabkan oleh bakteri. Perbedaannya adalah dari segi waktu. Prostatitis bakteri akut terjadi dalam waktu cepat, sementara kronik berlangsung perlahan biasanya minimal tiga bulan bahkan tahunan.

1 dari 2 halaman

Gejala Prostatitis

Prostatitis umumnya menimbulkan sejumlah gejala seperti berikut ini.

  • Sering buang air kecil, termasuk pada malam hari.
  • Adanya desakan untuk buang air kecil yang tak tertahankan. 
  • Demam dan menggigil. 
  • Rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil. 
  • Nyeri di perut bagian bawah hingga ke area intim. 
  • Mual dan muntah.

Apabila gejala tersebut berlanjut dan tidak tertangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi atau penyulit. Misalnya, infeksi bakteri dalam darah (sepsis), infeksi kelenjar prostat yang dalam (abses), disfungsi seksual, dan peradangan di organ lain sekitar prostat. 

Itu sebabnya, prostatitis harus mendapatkan penanganan yang baik. Bila Anda mengalami gejala di atas, segera berkonsultasi dengan dokter. 

Nantinya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti analisa urine, pemeriksaan darah, dan bila diperlukan, pemeriksaan USG. Dalam analisis urine, umumnya akan ditemukan bakteri serta sel darah putih yang menandakan adanya infeksi. Begitu pula dengan pemeriksaan darah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan pengobatan berdasarkan penyebabnya. Selain memberikan obat, seperti golongan antibiotik, dokter juga akan menyarankan penderita prostatitis untuk membatasi asupan minuman atau makanan yang dapat mengiritasi kandung kemih. Misalnya, minuman beralkohol, kopi, teh, makanan pedas, dan asam.

Anda juga akan dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 2-3 liter per hari. Diharapkan hal ini akan membuat Anda lebih sering buang air kecil untuk membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih. 

Jadi, gangguan prostat tidak hanya terjadi pada kaum lansia. Pria usia muda pun dapat mengalami salah satu tipe gangguan prostat, yaitu prostatitis. Apabila Anda mengalami gejala-gejala prostatitis di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar