Sukses

Cara Tepat untuk Mengatasi Anak Tantrum

Tantrum kerap terjadi pada anak. Bagaimana menghadapinya? Simak cara tepat untuk mengatasi dan menenangkan anak yang tantrum di sini.

Tantrum adalah perilaku anak yang menangis histeris hingga sulit ditenangkan. Bahkan, tantrum dapat disertai dengan aktivitas motorik, seperti memukul, membanting barang, atau berguling-guling di lantai. 

Tantrum dapat dialami oleh sebagian anak dan sering menyebabkan orangtua panik. Karena panik, orangtua bisa melakukan berbagai cara kurang tepat supaya anaknya tenang. 

Apabila diatasi dengan cara yang kurang tepat, sikap si kecil yang sulit ditenangkan ini dapat muncul berulang. Lantas, bagaimana cara mengatasi anak tantrum dengan benar? Simak ulasan di bawah ini.

1. Jangan Panik

Saat si kecil tantrum, sebaiknya orangtua tak perlu panik. Pasalnya, panik hanya membuat Anda jadi tidak berpikir jernih untuk menghadapi perilaku anak. Jadi, ketika anak sedang tantrum, tarik napas dalam dan tetap tenang. Apabila sudah tenang, Anda bisa memikirkan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. 

Artikel Lainnya: Bagaimana Peran Ayah dalam Mengatasi Anak yang Tantrum?

1 dari 3 halaman

2. Kendalikan Emosi

Sebagian orangtua ada yang justru emosi dan marah saat anak tantrum. Hal ini sebaiknya dihindari, ya, karena dapat membuat perilaku tantrum anak semakin parah. Maka itu, pastikan untuk bisa mengendalikan emosi di saat anak sedang tantrum.

3. Perhatikan Keamanan Anak

Pada saat si kecil tantrum, orangtua harus segera menjauhkan barang-barang berbahaya. Benda yang harus dihindari di antaranya seperti kaca dan sumber listrik. Hal ini bertujuan agar anak tidak cedera atau tak sengaja menyakiti orang lain akibat perilaku tantrumnya. 

Selain itu, orangtua juga tidak dianjurkan untuk menarik tangan anak secara kuat atau memukulnya karena berpotensi menyebabkan cedera.

4. Alihkan Perhatian Anak

Selanjutnya, yang perlu dilakukan orangtua adalah mengalihkan perhatian anak dengan hal lain. 

Misalnya, orangtua dapat mengalihkan perhatian anak dengan memberikan mainan yang ia senangi, makanan kesukaannya, hewan peliharaan, gambar, musik, atau lainnya. Pengalihan ini bertujuan agar anak lupa dengan hal yang membuat ia tantrum. 

Artikel Lainnya: Anak Tantrum, Dibujuk atau Dibiarkan Saja?

2 dari 3 halaman

5. Berikan Sentuhan Kasih Sayang

Cara mengatasi anak tantrum selanjutnya, orangtua bisa mendekati perlahan dan memberikan sentuhan kasih sayang saat anak tantrum. Jangan anggap remeh sentuhan kasih sayang. Walau terdengar sepele, sentuhan kasih sayang dari orangtua sangat berarti buat si kecil yang sedang tantrum. 

Sentuhan bisa diberikan dengan membelai bagian kepala dan rambut si kecil, tepuk punggungnya dengan lembut, dan peluk anak agar ia tenang. 

6. Berikan Penjelasan Kepada Anak

Setelah anak tenang, berikan penjelasan kepadanya dengan bahasa yang baik dan lembut. Anda bisa menanyakan apa yang membuatnya menangis. Jika ia meminta sesuatu yang tidak boleh Anda berikan, maka jelaskan dengan baik mengapa hal tersebut dilarang.

Tawarkan hal lain atau kegiatan lain untuk menggantikan hal yang tidak boleh dilakukan oleh anak.

7. Jangan Menuruti Semua Kemauan Anak 

Jangan membiasakan diri untuk menuruti keinginan anak agar perilaku tantrumnya berhenti.

Sebab, anak dapat menggunakan perilaku tantrum sebagai senjatanya untuk mendapatkan keinginannya. Akibatnya, anak jadi lebih gampang tantrum di kemudian hari. 

8. Cegah Tantrum

Orangtua dapat menerapkan sistem reward dan punishment sebagai cara mengatasi anak yang tantrum. Jika anak bisa mengurangi frekuensi tantrumnya atau bisa bersikap tenang, berikan pujian atau hadiah kecil. 

Sebaliknya, jika anak tetap tantrum, maka berikan hukuman kecil seperti mengurangi uang jajan dan waktu bermain.

Demikian cara mengatasi anak tantrum. Apabila ingin mengetahui tips parenting lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar