Sukses

Makanan Penangkal Radikal Bebas yang Kaya Antioksidan

Radikal bebas membawa beragam dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa makanan penangkal radikal bebas yang perlu Anda ketahui.

Sering kali Anda mendengar iklan yang membahas suplemen yang dapat mencegah radikal bebas. Sebetulnya, apa itu radikal bebas?

Radikal bebas adalah komponen yang bisa membahayakan jika kadarnya terlalu tinggi dalam tubuh.

Dalam kadar yang normal, radikal bebas bermanfaat untuk sistem imun tubuh. Sedangkan, radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh dapat memicu terjadinya stres oksidatif, di mana tubuh kekurangan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas yang sudah ada.

Proses penuaan, misalnya, akan menurunkan kemampuan tubuh untuk memerangi radikal bebas. Hal ini akan memicu produksi radikal bebas dan stres oksidatif yang lebih banyak, sehingga menimbulkan beragam penyakit.

Artikel Lainnya: Bagaimana Radikal Bebas Pengaruhi Kesehatan Tubuh?

1 dari 2 halaman

Makanan yang Bisa Menangkal Radikal Bebas

Banyak sekali penyakit yang ditimbulkan akibat radikal bebas yang berlebih, antara lain Alzheimerdemensia, penyakit kardiovaskular, rheumatoid arthritis, dan kanker. Katarak, penurunan penglihatan terkait usia, serta diabetes juga bisa terjadi.

Contoh nyata dari pengaruh radikal bebas adalah proses penuaan yang terlihat dari kerutan pada wajah, berkurangnya kelenturan kulit, serta rambut yang beruban.

Untuk mencegah berlebihnya kadar radikal bebas dalam tubuh Anda, diperlukan konsumsi antioksidan dalam jumlah cukup. Berikut adalah makanan kaya antioksidan yang dapat Anda coba:

1. Roti Gandum Utuh

Roti gandum lebih sehat dan cocok untuk menangkal radikal bebas ketimbang roti putih. Ditemukan bahwa gandum utuh kaya akan vitamin E, karotenoid, zink, selenium, dan lain-lain yang dapat berperan sebagai antioksidan.

Makanan kaya antioksidan tinggi yang satu ini sangat bermanfaat, karena dapat menghancurkan radikal bebas 50 kali lebih baik dibandingkan dengan vitamin C dan E.

Artikel Lainnya: Benarkah Radikal Bebas Mempercepat Penuaan?

2. Sayuran dan Buah Kaya Antioksidan 

Pilihlah sayuran kaya antioksidan, seperti paprika merah dan kuning, kubis merah, wortel, labu kuning, tomat merah, bit, bayam, serta bawang putih dan bombay. Sayur kale juga dapat menjadi pilihan karena kaya akan vitamin A, K, dan C. Untuk buah-buahan, Anda bisa coba jeruk, aprikot, blackberryblueberry, stroberi, ceri, nanas, dan kiwi.

3. Extra Virgin Olive Oil

Extra virgin olive oil adalah salah satu minyak yang dapat menggantikan lemak hewani, dan tentunya kaya akan antioksidan. Anda juga dapat menggunakannya sebagai dressing salad dari sayuran dan buah-buahan favorit.

4. Dark Chocolate 

Salah satu camilan enak dan sehat yang bisa Anda coba adalah dark chocolate. Karena tinggi antioksidan, dark chocolate bermanfaat untuk mengurangi risiko jantung, tekanan darah tinggi, dan menghindari Anda dari konsumsi gula berlebihan.

5. Kacang-kacangan 

Tak hanya sebagai sumber protein , kacang-kacangan juga kaya akan antioksidan. Jenis kacang-kacangan yang bisa Anda coba adalah kacang pecan dan pinto. Mengonsumsi kacang pecan mentah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang berkontribusi terhadap proses pembentukan radikal bebas.

Artikel Bebas: Mengapa Radikal Bebas Harus Ditangkal?

6. Goji Berry 

Goji berry merupakan salah satu superfood karena kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya yang tinggi. Agar mencegah kebosanan dalam mengonsumsi goji berry, Anda juga bisa mencampurnya dengan oatmeal atau granola sebagai sarapan sehat pada pagi hari.

7. Berbagai Suplemen Antioksidan

Beberapa senyawa kimiawi yang berperan sebagai antioksidan yang paling poten adalah vitamin C, E, glutathione, beta-karoten dan fitoestrogen. Mereka semua mampu mengurangi efek dari radikal bebas.

Anda dapat memasukkan berbagai makanan penangkal radikal bebas tersebut ke dalam menu sehari-hari. Tentunya, mencegah atau mengurangi radikal bebas tidaklah cukup dengan makanan semata. Ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti olahraga rutin dan tidur cukup, demi mengurangi dampak buruk akibat radikal bebas.

Masih punya pertanyaan seputar topik ini? Tanyakan saja pada ahlinya melalui Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar