Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Manfaat Daun Pangi Bisa Obati HIV/AIDS, Mitos atau Fakta?

Manfaat Daun Pangi Bisa Obati HIV/AIDS, Mitos atau Fakta?

Selain bisa digunakan dalam masakan, ternyata manfaat daun pangi bisa obati HIV/AIDS. Benarkah demikian? Simak artikelnya.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mendengar nama daun pangi atau kerap disebut juga kluwek atau keluak? Tanaman ini punya banyak nama. Mulai dari kluwek, pacung, pucung, kalowa, kepayang, pakem, hingga nagafu. Tanaman ini spesial karena bermanfaat untuk beragam hal. Apakah salah satunya manfaat daun pangi benar bisa obati HIV/AIDS?

Manfaat tanaman pangi

Hampir semua bagian dari tumbuhan bernama Latin, Pangium edule Reinw ini bisa dimanfaakan untuk berbagai hal. Mulai dari batang, daun, sampai buah dan biji dari pangi memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Masyarakat biasa memanfaatkan batang pangi sebagai bahan untuk konstruksi, serta bahan baku korek api dan kayu bakar. Kulit batangnya sendiri bisa digunakan sebagai racun ikan.

Sementara itu, buah atau bijinya dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pewarna alami, pengawet makanan, dan juga obat-obatan. Lantas, bagaimana dengan daunnya? Daun pangi sendiri memiliki banyak manfaat, seperti digunakan sebagai sayuran, pembungkus daging, obat-obatan, hingga sebagai bahan untuk pestisida alami.

Nah, baru-baru ini terdengar kabar yang menghebohkan dari tanaman ini. Diketahui, daun pangi juga bermanfaat bagi pengobatan penyakit HIV/AIDS.

1 dari 2 halaman

Daun pangi untuk obati HIV/AIDS?

Kabar ini tentu mengejutkan. Bagaimana tidak, HIV/AIDS dikenal sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit yang disebabkan oleh virus HIV, atau human immunodeficiency virus, ini menginfeksi dan menghancurkan sel CD4, yang sangat penting dalam kekebalan tubuh.

HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah, sperma, cairan vagina, dan ASI. Cara penularannya pun beragam. 

Bisa dari perilaku seks bebas tanpa pengaman (kondom), pemakaian bersama jarum suntik untuk pemakaian obat, melakukan tindik atau tato yang tidak steril, transfusi darah atau produk darah. Bisa juga melalui ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

Temuan manfaat daun pangi untuk mengobati HIV/AIDS dikemukakan oleh Dr. Arend Mapanawang dari STIKES Halmahera. Menurut penelitian tersebut, kandungan senyawa dari daun pangi mampu menghambat pertumbuhan virus HIV/AIDS hingga sebanyak 94,8% yang diamati dengan foto sel.

Hal ini, menurut Dr. Arend bersama rekan penelitinya Hendry Izaac Elim, membuat daun pangi menjadi lebih unggul sebagai pengobatan HIV/AIDS dibandingkan pengobatan yang ada selama ini. Misalnya saja, lamivudin yang hanya memiliki persentase sebanyak 46,65% dalam menghambat pertumbuhan virus HIV/AIDS. 

Berdasarkan penelitian tersebut, daun pangi mengandung empat macam senyawa yang berperan penting dalam proses penghambatan virus tersebut. Senyawa-senyawa tersebut adalah octadecanoic acid, squalene, hexadecanoic acid, dan phytol.

Kabar ini tentu merupakan kabar yang baik di bidang kesehatan. Meskipun memiliki hasil positif, masih dibutuhkan penelitian lanjutan mengenai uji praklinis dan klinis dari daun pangi ini untuk mengobati HIV/AIDS. 

Sebelum diujikan ke manusia, biasanya akan dilakukan pengujian ke binatang terlebih dahulu untuk mengetahui khasiat obat baru tersebut. Selain itu, masih diperlukan juga pengujian terkait efektivitas, keamanan, dan efek samping yang akan timbul dari daun pangi ini untuk mengobati HIV/AIDS.

Jadi, apakah manfaat daun pangi bisa obati HIV/AIDS? Berdasarkan penelitian awal, daun pangi memang menujukkan hasil positif dalam pengobatan HIV/AIDS. Akan tetapi, penemuan tersebut belum dapat digunakan sebagai acuan pengobatan saat ini. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai daun pangi untuk pengobatan penyakit HIV/AIDS, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar