Sukses

Mengenal Kondisi Disabilitas Intelektual

Ingin tahu apakah buah hati Anda termasuk anak yang memiliki disabilitas intelektual? Supaya tak salah kira, cari jawabannya di penjelasan berikut ini.

Sebagai orang tua, sudah sewajarnya Anda memperhatikan betul kondisi buah hati. Baik dari segi kesehatan fisik dan mentalnya, maupun tingkat kecerdasannya. Jangan sampai, Anda tidak mengetahui bahwa anak ternyata mengalami disabilitas intelektual. 

Meski istilah disabilitas intelektual terdengar asing di telinga, tetapi kondisi ini cukup banyak diderita oleh anak-anak. Karena itulah, ada baiknya Anda mengenali kondisi yang disebut juga retardasi mental alias keterlambatan anak ini dalam mengembangkan mentalnya. 

1 dari 5 halaman

Mengenal Disabilitas Intelektual Lebih Jauh

Disabilitas intelektual adalah suatu kondisi di mana seorang anak memiliki masalah dengan fungsi intelektual dan fungsi adaptifnya. 

Kondisi ini dibagi lebih lanjut menjadi beberapa tingkatan, seperti ringan, sedang, dan berat. Diperkirakan, kurang lebih 1 persen populasi memiliki disabilitas intelektual. 

Artikel Lainnya: Cara untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anda

Dari semua orang dengan disabilitas intelektual, dipercaya sebagian besar (kurang lebih 85 persen) memiliki disabilitas ringan. Fungsi intelektual seseorang berkaitan dengan kemampuan belajar, menyelesaikan masalah, nalar, pengambilan keputusan, dan sebagainya. 

Sering kali, fungsi intelektual dapat dinilai dengan tes IQ (intelligence quotient). Hasil tes IQ antara 70-75 dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada fungsi intelektualnya. 

Fungsi adaptif seseorang berhubungan dengan kemampuannya menjalankan kehidupan sehari-hari. 

Terdapat tiga bidang yang dinilai pada fungsi tersebut, antara lain:

  • Konseptual, yaitu berbahasa, membaca dan menulis, matematika, penalaran, pengetahuan, dan ingatan. 
  • Sosial, yaitu kemampuan komunikasi, empati, kemampuan mengikuti peraturan, kemampuan berteman. 
  • Kemampuan praktis, yaitu menjaga kebersihan diri, mengurus keuangan, dan mengorganisasi tugas. 

Anak dengan disabilitas intelektual biasanya bermasalah dengan kondisi di atas sebelum berusia 18 tahun. Ketidakmampuannya akan terlihat pertama kali saat dia mulai kesulitan belajar.

Artikel Lainnya: Konsumsi ini Selama Hamil agar Bayi Tak Lahir Cacat

2 dari 5 halaman

Gejala Disabilitas Intelektual

Kapan dan bagaimana gejala disabilitas itu muncul sebenarnya sangat bervariasi, Namun, beberapa gejala yang mungkin terlihat kurang lebih seperti ini:

  • Anak mengalami keterlambatan perkembangan, seperti duduk, merangkak, berjalan, dan berbicara.
  • Anak kesulitan menguasai kemampuan, seperti berpakaian, buang air di kamar mandi (potty training), dan makan sendiri.
  • Anak memiliki masalah perilaku, seperti tantrum yang meledak-ledak, kolik, hiperaktivitas, serta tidur tidak teratur.
  • Anak punya masalah mengingat, menyelesaikan masalah, atau berpikir logis.
  • Anak tidak tertarik dengan mainan yang sesuai usianya atau enggan bermain bersama teman sebaya.

Selain itu, banyak hal yang dapat berperan terhadap munculnya kondisi disabilitas intelektual. Misalnya saja: 

  • masalah genetik (down syndrome)
  • komplikasi semasa kehamilan akibat konsumsi alkohol atau adanya infeksi, kekurangan nutrisi, atau preeklampsia 
  • masalah semasa persalinan (prematur, kekurangan oksigen saat lahir) 
  • penyakit dan paparan zat beracun semasa anak-anak (meningitis, infeksi otak, kekurangan gizi, trauma kepala (baik ringan maupun berat), dan terpapar timbal atau merkuri)

Artikel Lainnya: Ini Perbedaan Difabel dan Disabilitas yang Perlu Anda Ketahui

3 dari 5 halaman

Jenis Disabilitas Intelektual

Sementara itu, ada beberapa jenis disabilitas intelektual yang dialami oleh anak-anak. Adapun jenis yang dimaksud, meliputi:

  • Sindroma X yang Rapuh

Sindrom Fragile X merupakan penyebab paling umum dari kecacatan intelektual yang diwariskan di seluruh dunia. Ini adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh mutasi atau perubahan struktur DNA dalam kromosom X. 

Orang yang lahir dengan sindrom Fragile X dapat mengalami berbagai kesulitan fisik, berperilaku, dan mengatur emosi. Lalu, tingkat keparahannya bisa sangat bervariasi. 

Beberapa tanda-tanda umum pada sindrom ini, yaitu sulit berkomunikasi, sering cemas berlebih, terlalu aktif, serta menunjukkan perilaku yang mirip dengan autisme. 

Misalnya saja, sering mengepakkan tangan, kesulitan berinteraksi sosial, kesulitan memproses informasi, dan kontak mata yang buruk. 

Anak laki-laki biasanya lebih berpengaruh daripada anak perempuan. Ini memengaruhi sekitar 1 dari 3.600 anak laki-laki. Sedangkan pada anak perempuan, bisa terjadi antara 1 dari 4.000-6.000 anak perempuan.

Artikel Lainnya: Dukung Penyandang Disabilitas & Hidup Sehat melalui “Gerak Tak Terbatas”

  • Down Syndrome

Sindrom down sebenarnya bukanlah penyakit. Ini merupakan kelainan genetik yang terjadi ketika seseorang dilahirkan dengan salinan kromosom 21 penuh atau sebagian. 

Di Australia, sekitar 270 anak-anak, atau 1 dari 1.100 anak, dilahirkan dengan sindrom down setiap tahunnya. 

Orang dengan sindrom ini berisiko punya masalah pernapasan serta kondisi jantung yang lebih buruk dari anak-anak lainnya. Selain itu, karakteristik fisik yang terkait dengan sindrom down umumnya berupa adanya kemiringan mata, wajah bulat, dan perawakan yang pendek. 

  • Keterlambatan Perkembangan

Ketika seorang anak berkembang pada tingkat yang lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama, mereka mungkin mengalami keterlambatan perkembangan. 

Terkadang, anak-anak dengan keterlambatan perkembangan ini tidak berbicara, bergerak, atau berperilaku sesuai dengan usia mereka. Alhasil, ini sangat mempengaruhi pembelajaran dan pendidikan mereka.

  • Sindrom Prader-Willi (PWS)

Sindrom Prader-Willi (PWS) adalah kelainan genetik langka yang menyerang sekitar 1 dari 10.000 - 20.000 orang. Kecacatan ini cukup kompleks dan disebabkan kelainan kromosom 15. 

Salah satu gejala PWS yang paling umum adalah rasa lapar yang konstan dan tak terpuaskan, yang biasanya dimulai pada usia 2 tahun. Orang dengan PWS memiliki keinginan untuk makan terus-menerus karena otak (khususnya hipotalamus) tidak memberitahu bahwa mereka sudah kenyang.

Tanda PWS bisa sangat bervariasi, tetapi tonus otot yang buruk, kepala kecil, bibir atas yang terlalu tipis, rambut tipis, serta perawakan pendek sering menjadi ciri khasnya. 

Anak disabilitas intelektual dengan sindrom Prader-Willi akan kesulitan dalam berbahasa, memecahkan masalah, dan menghitung matematika. 

Artikel Lainnya: Cara Menangani Anak Penyandang Disabilitas Fisik

4 dari 5 halaman

Tips Mengasuh Anak dengan Disabilitas Intelektual

Sebagai orang tua, tentu Anda bertanya-tanya, hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mendukung anak dengan gejala disabilitas intelektual? 

  • Anda harus mencari informasi sebanyak mungkin mengenai kondisi si Kecil, termasuk berbagai tips untuk mengatasi masalah yang ada. 
  • Usahakan untuk bekerja sama dengan guru anak di sekolah maupun guru pendidikan informalnya. Akan lebih baik bila Anda memberikannya pendidikan khusus. Serta, jangan malu melibatkannya dalam berbagai kegiatan anak. 
  • Walau memiliki keterbatasan, tetap dukung dan dorong anak disabilitas intelektual agar mereka bisa hidup mandiri nantinya. 
  • Ajak anak untuk terlibat dalam kegiatan berkelompok demi melatih kemampuan sosialnya. Cari dukungan dan tips dari orang tua lain yang memiliki anak dengan kondisi serupa. 
  • Meski kondisi disabilitas intelektual tidak bisa disembuhkan, tetapi dengan bimbingan yang tepat, mereka tetap dapat menjalani kehidupan dan memberi manfaat bagi komunitasnya.

Sikap optimis, percaya diri, dan pandangan positif dari orang tua sangat mempengaruhi perkembangan serta kehidupan anak disabilitas intelektual. Jika Anda cenderung ‘angkat tangan’ dengan kondisi anak Anda sendiri, mereka justru akan semakin terpuruk. 

Bila masih memiliki pertanyaan seputar pola asuh anak berkebutuhan khusus, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan kami. Caranya, tinggal manfaatkan fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter

(AM/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar