Sukses

Cek Kondisi Kesehatan Lewat Warna Darah Menstruasi

Beberapa wanita mengalami perubahan warna darah haid yang beda dari biasanya. Ini normalkah? Yuk cek kesehatan berdasarkan warna darah haid di sini!

Ketika sedang menstruasi, Anda para wanita sebaiknya memperhatikan warna darah haid. Apa alasannya? Ternyata, warna darah yang keluar saat datang bulan bisa menjadi indikator kondisi kesehatan Anda. Tak Cuma itu, masing-masing arti warna haid juga bisa berbeda.

Selain warna darah, beberapa hal juga dapat menjadi “petunjuk” terkait kesehatan. Antara lain, siklus dan durasi menstruasi, volume dan konsistensi darah, serta tekstur.

Secara umum—seperti warna pada umumnya—darah menstruasi berwarna merah. Akan tetapi, kalau diperhatikan lebih lanjut, warna darah haid bisa bervariasi.

Beberapa warna memang masih dianggap normal, tapi ada yang mengindikasikan hal-hal lain. Misalnya, terjadi perubahan berat badan yang drastis, stres, dan infeksi atau penyakit menular seksual.

Itu sebabnya, tidak ada salahnya Anda mengecek warna darah haid ketika periode bulanan tiba dan berlangsung. Ketika warnanya berubah dari siklus-siklus sebelumnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Artikel Lainnya: Benarkah Pola Makan Pengaruhi Siklus Menstruasi?

 

 

1 dari 3 halaman

Macam-macam Warna Darah Menstruasi

Jadi, sebelum Anda panik dan bertanya-tanya, berikut ada beberapa warna dan arti warna menstruasi yang perlu diketahui.

1. Merah Tua

Ketika Anda terbangun  pada pagi hari dan melihat darah menstruasi berwarna merah gelap, jangan khawatir. Hal ini terjadi karena darah tersebut tersimpan cukup lama di uterus, sehingga teroksidasi. Hal tersebut tidak membahayakan.

Selain itu, warna merah gelap juga dapat menjadi tanda bahwa menstruasi Anda di bulan itu akan selesai. Ini seiring dengan berkurangnya jumlah darah yang keluar.

2. Merah Terang

Warna merah terang dalam darah menstruasi umumnya terjadi pada hari-hari awal. Artinya, darah tersebut masih segar dan mengalir dengan cepat.

Warna merah terang ini dapat bertahan selama periode menstruasi atau dapat berubah warna menjadi lebih gelap ketika menstruasi akan selesai. Ini diiringi jumlah darah yang semakin berkurang.

Namun, warna merah terang juga dapat menjadi tanda adanya infeksi tertentu, seperti klamidia atau gonore.

Kedua jenis infeksi tersebut dapat menyebabkan pendarahan di tengah siklus menstruasi. Misalnya saja, flek atau perdarahan di luar jadwal haid Anda.

3. Merah Muda

Penyebab warna haid berubah menjadi warna merah muda salah satunya akibat siklus haid lebih singkat atau jumlah darah lebih sedikit. Rendahnya tingkat hormon estrogen dalam tubuh juga dapat menyebabkan warna darah menjadi merah muda.

Selain itu, faktor-faktor seperti stres dan perubahan fisik yang drastis juga dapat membuat warna darah menstruasi menjadi merah muda.

Artikel Lainnya: Obat Pelancar Haid, Efektifkah Atasi Masalah Telat Menstruasi?

4. Orange

Jika darah menstruasi berwarna jingga, tak perlu khawatir. Hal ini disebabkan oleh percampuran darah menstruasi warna merah dengan cairan jernih di mulut rahim.

Warna orange bisa terjadi di awal menstruasi. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa warna ini menjadi tanda adanya infeksi menular seksual di daerah vagina atau mulut rahim.

5. Cokelat Tua

Biasanya, warna darah menstruasi cokelat tua menandakan bahwa durasi menstruasi akan segera berakhir. Oleh karena itu, Anda tidak perlu panik ketika mengalaminya.

6. Hitam

Walaupun mungkin tampak mengerikan bagi Anda, darah haid berwarna hitam umumnya menandakan darah butuh waktu lama untuk keluar.

Darah yang tersimpan dalam rahim akan mengalami oksidasi, sehingga perlahan-lahan berubah warna dari merah menjadi merah tua, kecokelatan, kemudian hitam.

Akan tetapi, waspadalah jika darah berwarna hitam disertai keluhan seperti bau busuk, demam, kesulitan BAK, gatal, atau bengkak pada area sekitar vagina. Bisa jadi, hal ini menandakan adanya sumbatan pada saluran reproduksi tersebut.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Darah Menstruasi yang Terlalu Banyak

7. Abu-abu

Warna abu-abu pada darah menstruasi merupakan warna yang harus Anda waspadai. Ini karena warna tersebut dapat menjadi pertanda adanya infeksi, seperti vaginosis bakterial. 

Apalagi kalau warna darah menstruasi itu muncul bersamaan dengan gejala tertentu. Misalnya, demam, gatal, dan bau amis pada cairan vagina.

Sebaiknya, Anda langsung memeriksakan kesehatan ke dokter untuk mengetahui dan menanggulangi risiko infeksi

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur

2 dari 3 halaman

Tanda Aneh Lainnya

Cek kesehatan berdasarkan warna darah haid memang dapat dilakukan. Namun, selain warna, masih banyak karakteristik khusus atau tanda aneh saat haid yang dapat dijadikan patokan untuk menilai kesehatan. Misalnya saja berikut ini.

  • Frekuensi

Umumnya, seorang wanita mengalami siklus haid setiap 21-35 hari sekali. Ketika, siklusnya menjadi kurang atau lebih dari rentang waktu tersebut, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter.

  • Durasi

Lamanya haid normal adalah 4,5-8 hari. Meskipun demikian, kondisi tubuh setiap wanita bisa berbeda.

  • Volume

Dalam satu bulan siklus haid, biasanya akan kehilangan darah sebanyak 5-80 ml.

  • Gumpalan

Darah haid normal dapat mengandung gumpalan-gumpalan kecil. Namun, gumpalan besar yang keluar saat haid disertai perdarahan berat (memerlukan ganti pembalut kurang dari 2 jam sekali) merupakan hal yang tidak normal.

Warna darah haid memang bisa dijadikan indikator kondisi kesehatan pribadi. Perubahan warna sesekali dapat terjadi.

Namun, jangan abai jika terdapat gejala fisik lainnya yang tidak normal selama menstruasi. Segera periksakan ke dokter. Cek info kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

1 Komentar

  • Yulia Apipa

    Dok Kalo Saya Sering Haid It Terkdang Kluar Kyak Hati Dong Dan Warna Nya Merah Dan Di Sertai BAB d Saat Haid K 2 atau 3 hari dok. itu Bahaya Nggak dok?