Sukses

Cek Kondisi Kesehatan Lewat Warna Darah Menstruasi

Tahukah jika sebetulnya Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan lewat darah menstruasi? Baca ulasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Apa Anda adalah salah satu orang yang sering bingung karena warna darah menstruasi yang kadang berbeda? Bagi beberapa wanita, menstruasi terjadi dengan beragam kondisi. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, contohnya kesehatan atau pola makan. 

Namun, ketika terjadi perubahan pada warna darah menstruasi, ada baiknya Anda memberi perhatian. Hal ini karena Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan lewat warna darah menstruasi. 

Mengapa warna darah menstruasi dapat berubah?

Dilansir dari Healthline, menstruasi dapat dialami antara usia 12 dan 13. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi di usia lainnya. Masa menstruasi ini menjadi rutinitas bulanan bagi para wanita.

Menstruasi dapat digunakan sebagai salah satu indikator kondisi kesehatan yang cukup penting, seperti yang disebutkan oleh American Academy of Obstetricians and Gynecologists.

Beberapa hal mulai dari siklus dan durasi menstruasi, volume dan konsistensi darah, hingga tekstur dan warnanya, dapat mengindikasikan sesuatu yang penting terkait kesehatan.

Perubahan warna darah menstruasi adalah salah satu yang bisa menjadi tanda jelas mengenai kondisi kesehatan. Beberapa warna masih dianggap normal, tapi ada berbagai pemicu seperti perubahan berat badan yang drastis, stres, dan infeksi atau penyakit menular seksual.

Itu sebabnya, tak ada asalahnya Anda mengecek warna darah yang keuar saat waktu menstruasi tiba. Ketika warnanya berubah dari siklus-siklus sebelumnya, disarankan untuk lebih peka dan memerhatikan hal tersebut. 

1 dari 2 halaman

Macam-macam warna darah menstruasi

Sebelum Anda panik dan bertanya-tanya, berikut ini adalah beberapa warna darah menstruasi dan artinya yang perlu Anda ketahui.

  1. Merah tua

Ketika Anda terbangun  pada pagi hari dan melihat darah menstruasi berwarna merah gelap, jangan khawatir. Hal ini terjadi karena darah tersebut tersimpan cukup lama di uterus. Warna merah gelap juga dapat menjadi tanda bahwa menstruasi Anda di bulan itu akan selesai. Ini seiring dengan berkurangnya jumlah darah yang keluar.

  1. Merah terang

Warna merah terang dalam darah menstruasi umumnya terjadi pada hari-hari awal. Artinya, darah tersebut masih segar dan mengalir dengan cepat. Warna merah terang ini dapat bertahan selama periode menstruasi atau dapat berubah warna menjadi lebih gelap ketika menstruasi akan selesai. Ini diiringi jumlah darah berkurang.

Namun, warna merah terang juga dapat menjadi tanda adanya infeksi tertentu, seperti klamidia atau gonore. Kedua jenis infeksi tersebut dapat menyebabkan pendarahan di tengah masa menstruasi. Ketika Anda menemukan darah sebelum hari pertama menstruasi, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

  1. Merah muda

Warna darah merah muda saat menstruasi dapat terjadi ketika siklus haid lebih singkat atau jumlah darah lebih sedikit. Rendahnya tingkat hormon estrogen dalam tubuh pun dapat menyebabkan warna darah menjadi merah muda. 

Selain itu, faktor-faktor seperti stres dan perubahan fisik yang drastis juga dapat membuat warna darah menstruasi menjadi merah muda.

  1. Oranye

Jika darah menstruasi berwarna jingga, tak perlu khawatir karena hal ini disebabkan oleh percampuran darah menstruasi warna merah dengan cairan jernih di mulut rahim.

Warna oranye bisa terjadi di awal menstruasi. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa warna ini menjadi tanda adanya infeksi menular seksual di daerah vagina atau mulut rahim.

  1. Cokelat kehitaman

Biasanya, warna darah menstruasi cokelat cenderung kehitaman menandakan bahwa durasi menstruasi Anda akan segera berakhir. Oleh karena itu, Anda tidak perlu panik ketika mengalaminya.

  1. Abu-abu

Warna abu-abu pada darah menstruasi merupakan warna yang harus Anda waspadai. Ini karena warna tersebut dapat menjadi pertanda adanya infeksi ,contohnya vaginosis bakterial. 

Apalagi kalau warna darah menstruasi itu muncul bersamaan dengan beberapa gejala ini. Misalnya, demam, gatal, dan bau amis pada cairan vagina. Sebaiknya, Anda langsung memeriksakan kesehatan ke dokter untuk mengetahui dan menanggulangi risiko infeksi

Warna darah menstruasi memang bisa Anda jadikan indikator kondisi kesehatan pribadi. Perubahan warna sesekali dapat terjadi, tergantung pada kesehatan diri. Namun, jangan diabaikan jika terdapat tanda atau gejala fisik lainnya yang tidak normal selama menstruasi. Periksakan ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

[RPA/AYU]

1 Komentar

  • Yulia Apipa

    Dok Kalo Saya Sering Haid It Terkdang Kluar Kyak Hati Dong Dan Warna Nya Merah Dan Di Sertai BAB d Saat Haid K 2 atau 3 hari dok. itu Bahaya Nggak dok?