Sukses

Mengapa Banyak Idola Korea Mengalami Kecemasan?

Kecemasan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk para idola Korea. Apa alasan banyaknya idola Korea mengalami kecemasan?

Klikdokter.com, Jakarta Demam K-pop memang menjadi ‘demam’ yang paling merajalela  saat ini. Tidak hanya di Indonesia, tapi demam K-pop sendiri memang sudah mendunia. Tapi nyatanya, dibalik gemerlapnya industri hiburan Korea Selatan ini, tersimpan banyak sekali cerita kelam dan menyeramkan bagi para idolanya. Tak heran jika banyak idola Korea mengalami kecemasan, dan tidak sedikit juga yang berusaha untuk mengakhiri hidupnya.

Bukan tanpa alasan mengapa idola Korea sering dilanda kecemasan. Ada beberapa faktor yang membuat kecemasan ini kerap muncul hingga mereka sering merasa stres. Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, berikut beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab mengapa banyak idola Korea mengalami kecemasan:

Kontrak kerja yang cukup sadis

Saat memasuki sebuah agensi perusahaan hiburan di Korea Selatan, banyak peraturan yang wajib diikuti oleh para talenta baru untuk menjadi seorang idola terkenal di Korea. Salah satu aturan yang wajib diikuti adalah kontrak kerja yang sangat keras.

“Menurut banyak artikel, kontrak kerja di sebuah agensi perusahaan hiburan itu bisa sampai 7 sampai 15 tahun. Setelah melewati masa kontrak itu, para talenta baru belum tentu bisa bergabung dalam satu boyband dan girlband. Bahkan belum tentu mereka yang diajarkan bisa menginjakkan kaki di atas panggung,” ujar Ikhsan pada KlikDokter.

Hal-hal seperti inilah yang akhirnya menimbulkan kecemasan dan ketakutan bagi para calon idola. Tidak heran jika ditengah jalan banyak calon idola yang justru gugur dan memilih untuk keluar, meski ada risiko yang ditanggung ketika putus dari kontrak atas kemauan sendiri.

Overthinking

Karena harus menjadi paling baik diantara yang lain, para calon idola akan berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan dirinya. Tidak jarang juga banyak yang justru overthinking dengan penampilan dan performanya di atas panggung. Selain menimbulkan rasa cemas, overthinking juga bisa menimbulkan rasa khawatir berlebihan (insecurity) pada diri sendiri alias menjadi tidak percaya diri.

Hal inilah yang nantinya akan berpengaruh pada mental dan kesehatan jiwa seseorang, Ikhsan menambahkan.

Komentar pedas dari masyarakat

Baik itu aktris, aktor, dan penyanyi, semuanya pasti ingin mendapatkan penggemar yang mencintai dan memuja dirinya setiap saat. Tapi sayangnya, dibalik setiap kesuksesan seseorang, pasti ada saja pihak-pihak yang membenci dan berusaha untuk mematikan karier orang tersebut.

Jika ada idola yang melakukan kesalahan, tidak hanya teguran dari produser musik saja yang ia terima, tapi ratusan bahwa ribuan komentar jahat dari masyarakat juga bisa ia terima dan akhirnya membunuh mental idola tersebut secara perlahan.

“Media sosial memang menjadi wadah di mana masyarakat mencurahkan komentar pedasnya untuk orang yang mereka tidak suka. Jika mental yang dimiliki oleh idola tersebut tidak kuat, maka rasa cemas, ketakutan, bahkan rasa depresi bisa muncul dengan mudah dan berdampak pada kesehatan fisik dan mental idola tersebut, ” jelas Ikhsan.

Kehidupan pribadi idola tidak boleh terekspos

Seorang idola di Korea harus pintar-pintar menyembunyikan kehidupan pribadinya dari media maupun masyarakat. Bukan tanpa alasan, tapi ada satu ‘kebudayaan’ yang dipercayai bahwa jika idola yang mereka cintai menikah atau berpacaran dengan orang lain, maka idola tersebut akan kehilangan penggemar. Bahkan beberapa agensi melarang para artisnya untuk berpacaran atau menikah.

Hal ini justru menimbulkan kecemasan tersendiri bagi para idola karena mereka harus menutupi kehidupan pribadinya, baik itu dalam berpacaran, berbusana, berperilaku, dan sebagainya.

Nah, itulah beberapa alasan yang mungkin bisa menjadi jawaban mengapa para idola korea mengalami kecemasan dan depresi. Sebagai penutup, Ikhsan menambahkan bahwa sebagai seorang penggemar dan pengagum idola dari Korea maupun dari negara lainnya, Anda harus pintar dalam berkomentar dan bersikap. “Bukan langsung menghujat dan mencaci maki di media sosial. Berikan komentar positif serta dukungan agar para idola kembali bersemangat dan terhindar dari depresi, ” tutup Ikhsan.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar