Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan yang Harus Diketahui

Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan yang Harus Diketahui

Keracunan makanan bisa berbahaya jika tak segera diatasi. Bagaimanakah pertolongan pertama pada keracunan makanan? Cari tahu di sini.

Keracunan makanan (food poisoning) bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Terlebih lagi jika Anda doyan jajan dan makan sembarangan. Mengapa demikian?

Keracunan makanan pada umumnya disebabkan oleh konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, dan racun yang dilepaskan oleh bakteri.

Selain dari makanan tidak higienis, makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa serta makanan basi dapat juga menyebabkan Anda sakit.

Jenis kuman yang sering menyebabkan keracunan adalah Escherichia coli, Salmonella, Clostridium perfringens, dan Campylobacter.

Artikel lainnya: 5 Pertolongan Pertama Keracunan Makanan akibat Makanan Basi

Jika kuman-kuman tersebut masuk ke tubuh, dalam kurun waktu tertentu, tubuh akan menghasilkan toksin yang membuat tubuh jadi lemas, mual, pusing, diare, hingga muntah. Dalam kasus terburuk, ini bisa merenggut nyawa jika tak tertangani.

1 dari 3 halaman

Gejala Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan bervariasi tergantung dari sumber kontaminasi. Sebagian besar jenis keracunan makanan menyebabkan satu atau lebih tanda dan gejala berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare berair atau berdarah
  • Nyeri perut dan kram
  • Demam

Tanda dan gejala dapat muncul beberapa jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Namun, dalam beberapa kasus, gejala keracunan makanan mulai terlihat dalam beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu kemudian.

Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh keracunan makanan umumnya berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Saat mengalami gejala tersebut, bagaimanakah cara mengatasi keracunan makanan?

Artikel lainnya: Keracunan Makanan yang Dibeli Online, Tanggung Jawab Siapa?

2 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan

Tidak perlu panik! Anda bisa menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama pada keracunan makanan, yaitu:

1. Jaga Hidrasi Tubuh

Berikan air putih sedikit demi sedikit, tetapi dengan intensitas yang sering. Hal ini berguna untuk mencegah dehidrasi, sekaligus membuang racun di dalam tubuh.

Anda bisa memberikan air putih atau minuman olahraga yang mengandung banyak elektrolit dan mencegah risiko dehidrasi. Jus buah dan air kelapa juga dapat memulihkan kadar karbohidrat dan membantu mengatasi gejala kelemahan.

2. Muntah dalam Posisi Duduk

Jika pasien keracunan makanan mengalami gejala muntah, pastikan posisi duduknya lebih tegak. Hal ini agar muntah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan dan membuat pasien sulit bernapas.

Artikel lainnya: Perlukah Keracunan Makanan Diobati dengan Antibiotik?

3. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Jika gejala muntah dan diare cukup berat, baiknya batasi asupan makanan untuk sementara waktu. Pilih makanan yang mudah dicerna dan rendah serat agar tidak membebani saluran cerna.

Hindari kafein, yang dapat mengiritasi saluran pencernaan. Teh tanpa kafein dengan herbal yang menenangkan, seperti chamomile, peppermint, dan dandelion dapat menenangkan perut yang sedang bermasalah.

Pilih makanan yang mudah dicerna dan rendah serat agar tidak membebani saluran cerna. Contohnya, biskuit, pisang, bubur, oatmeal, kaldu ayam, kentang, dan roti putih.

Sebaliknya, hindari dulu konsumsi susu, keju, krim, dan yoghurt. Hindari pula makanan berlemak, digoreng, berbumbu, dan tinggi gula.

Artikel lainnya: Hati-hati, 8 Makanan yang Ini Bisa Bikin Anda Keracunan!

4. Konsumsi Tablet Karbon Aktif

Cara mengatasi keracunan makanan lainnya adalah dengan memberikan pasien tablet karbon aktif untuk menyerap racun di dalam saluran cerna. Anda bisa memperolehnya di apotek terdekat.

Bila tidak ada, Anda bisa minum susu putih untuk mengikat racun di dalam saluran pencernaan.

Minum susu putih saat keracunan makanan dapat merangsang penderita untuk muntah. Ini membuat racun dapat dikeluarkan dari tubuh. Namun, jika pengidap mengalami diare, susu putih jangan diberikan. Air putih saja cukup.

5. Cari Pertolongan Medis Jika Mengalami Kondisi Ini

Jika penderita keracunan makanan mengalami salah satu dari tanda atau gejala berikut, segeralah cari bantuan medis.

  • Episode muntah yang sering dan ketidakmampuan untuk menjaga cairan tetap rendah
  • Muntah atau feses berdarah
  • Diare selama lebih dari tiga hari
  • Nyeri hebat atau kram perut parah
  • Suhu oral lebih tinggi dari 100,4 F (38 C)
  • Tanda atau gejala dehidrasi, seperti haus berlebihan, mulut kering, sedikit atau tidak ada buang air kecil, kelemahan hebat, pusing, atau sakit kepala
  • Gejala neurologis seperti penglihatan kabur, kelemahan otot, dan kesemutan di lengan

Selain kondisi di atas, sebaiknya juga cari pertolongan medis jika gejala keracunan makanan tergolong berat. Misalnya, kejang dan sesak atau kondisi tidak membaik setelah diberikan pengobatan seperti di atas.

6. Beristirahatlah

Yang terakhir, jangan buru-buru beraktivitas seperti biasa ketika tanda-tanda keracunan makanan Anda mulai mereda. Berikan waktu kepada tubuh Anda untuk pulih.

Saat Anda atau orang terdekat mengalami gejala di atas, segera lakukan pertolongan pertama keracunan makanan. Cegah juga kondisi ini dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari asupan yang sudah kedaluwarsa. Intip info kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar