Sukses

Diet Keto Menyebabkan Sembelit, Bagaimana Faktanya?

Diet keto sedang populer saat ini. Namun, menurut beberapa orang, diet keto menyebabkan sembelit. Benar atau tidaknya hal itu, ungkap di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kini, orang lebih memilih menghindari karbohidrat ketimbang lemak untuk mencapai berat badan ideal. Mereka pun melakukan diet ketogenik alias diet keto (tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat) demi mewujudkan hal tersebut. Kendati bisa menurunkan berat badan, beberapa orang menganggap diet keto dapat menyebabkan sembelit. Benarkah anggapan tersebut?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ketahui dulu bahwa diet ketogenik pada dasarnya hanya disarankan untuk penderita epilepsi. Diet tersebut turut membantu dalam mengontrol serangan kejang. Namun sekarang, diet ini justru lebih banyak digunakan orang untuk menurunkan berat badan. 

Benarkah sembelit muncul karena tidak ada asupan karbohidrat atau hal lain?

Secara umum, sembelit berkaitan dengan kurangnya asupan serat dalam pola makan sehari-hari. Jika yang dikurangi secara total adalah asupan karbohidrat, apakah benar sampai menyebabkan sembelit juga? Ternyata, ini faktanya menurut dr. Rio Aditya dari KlikDokter

“Pelaku diet keto memang memfokuskan asupan makanannya terhadap daging-dagingan. Meskipun sebenarnya, sumber protein tak cuma dari daging. Buah dan sayur biasanya akani dilupakan bila Anda melakukan diet jenis ini. Intinya, mereka hanya fokus pada daging, daging, dan daging, bahkan lemak tak sehat,” jelasnya. 

“Kandungan air dalam daging itu sebenarnya sangat sedikit. Bila Anda terlalu banyak mengonsumsinya dalam pola makan sehari-hari, itu memang bisa menyebabkan sembelit,” dr. Rio menambahkan. 

Dengan demikian, dia menegaskan, penyebab sembelit pada diet keto itu bukan pada kekurangan karbohidratnya. Namun, tapi karena pelaku diet melupakan sayuran dan hanya fokus pada daging atau lemak. 

Kandungan protein dalam daging memang sangat tinggi sehingga pelaku diet keto menganggap daging—khususnya daging merah—sebagai anak emas mereka. Selain itu, protein dalam daging juga bagus untuk membangun massa otot di dalam tubuh. 

Sayangnya, selain menyebabkan sembelit, makan daging berlebihan malah dapat meningkatkan berat badan Anda. Itu karena, jika Anda makan lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan tubuh, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak. 

Itulah mengapa, sangat penting memperkaya asupan protein dan lemak sehat. Bukan cuma daging, Anda juga bisa mendapatkan protein dari kacang-kacangan serta sayur-sayuran. 

1 dari 2 halaman

Efek samping diet keto selain sembelit 

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter, jika diet keto dilakukan dalam jangka pendek, itu tidak masalah. Namun, bila dilakukan dalam jangka panjang, itu dapat berujung pada kelainan metabolik ketoasidosis. 

Adapun beberapa efek samping dari diet yang populer ini, antara lain:

  • Sering buang air kecil

Walaupun Anda jadi jarang atau jadi susah buang air besar, diet keto berefek terhadap frekuensi buang air kecil Anda. Saat awal diet ketogenik dilakukan, tubuh akan membakar cadangan karbohidrat dalam organ hati dan otot. 

“Nah, pembakaran ini menyebabkan banyaknya produksi cairan. Saat konsumsi karbohidrat menurun, ginjal akan mengeluarkan cairan berlebih tersebut melalui air kencing,” jelas dr. Alberta Jesslyn. 

  • Pusing dan lemas

Saat Anda kencing, banyak mineral seperti garam, potasium, dan magnesium yang terbuang. Akibatnya, tubuh akan terasa lebih lemas, mudah lelah, dan pusing. Untuk mengakali kondisi ini, dr. Alberta Jesslyn mengatakan, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak garam dan potasium dari alpukat dan sayur-sayuran.

  • Hipoglikemia

Tubuh pada dasarnya telah terbiasa dengan pola makan ideal, termasuk adanya asupan karbohidrat. Alhasil, tubuh juga terbiasa mengeluarkan hormon insulin untuk membakar karbohidrat tersebut. Namun, saat karbohidrat benar-benar dikurangi, hormon insulin akhirnya membakar sisa karbohidrat yang jumlahnya sudah sedikit itu.

Hal ini berakhir pada terjadinya penurunan kadar gula secara drastis. Kondisi ini disebut hipoglikemia. Terburuknya, pelaku diet keto dapat kehilangan kesadaran dan risiko koma juga tinggi. 

Dari pemaparan tersebut, ternyata benar adanya diet keto dapat menyebabkan sembelit. Namun, hal ini lebih disebabkan dari komposisi jenis makanan yang kurang beragam dan cenderung lebih berlemak. 

Karena itu, jika ingin menurunkan berat badan tanpa efek samping, lebih baik pilih diet seimbang dengan jumlah kalori yang pas serta perbanyak olahraga. Apa pun jenis diet yang hendak dilakukan, ada baiknya Anda konsultasikan dulu kepada dokter untuk menyesuaikannya dengan kondisi tubuh. 

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar