Sukses

Jatuh Cinta Bikin Jerawatan, Mitos atau Fakta?

Banyak yang percaya bahwa perasaan jatuh cinta tak hanya bikin bahagia, tetapi juga jerawatan! Kalau dari sisi medis, ini mitos atau fakta?

Klikdokter.com, Jakarta Efek jatuh cinta memang beragam. Bisa membuat pipi terlihat merona, lebih banyak senyum-senyum sendiri, banyak berkhayal, bahkan katanya bisa bikin jerawat tumbuh subur! Kalau dari sudut pandang medis, anggapan bahwa jatuh cinta bikin jerawatan itu mitos atau fakta?

Usut punya usut, anggapan jatuh cinta bikin jerawatan tidak muncul tanpa sebab. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis “Psychoneuroendocrinology” menyebut, orang yang sedang jatuh cinta mengalami peningkatan kadar hormon kortisol di dalam tubuhnya. Hormon kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab atas terjadinya stres.

Mungkin, stres tersebut muncul saat Anda terlalu banyak memikirkan si dia atau usaha apa saja yang bisa dilakukan untuk meluluhkan hatinya. Cemburu saat melihat si dia dekat dengan orang lain juga bisa menyebabkan stres, sehingga dapat memicu jerawat.

Ketika dinamika percintaan itu sudah usai dan tergantikan dengan terbalasnya perasaan, kadar hormon yang gantian meningkat adalah dopamin. Hormon tersebut bertanggung jawab atas munculnya rasa bahagia. Jadi dengan penjelasan di atas, jatuh cinta dan stres bukanlah penyebab utama dari timbulnya jerawat. Pasalnya, ada juga orang yang mengalami stres berat tetapi kulitnya tidak ditumbuhi jerawat. Ketimbang menimbulkan jerawat baru, stres itu sendiri lebih mungkin memperparah kondisi jerawat yang sudah ada.

Lisa Garner, seorang profesor dari Departemen Dermatologi Universitas Southwestern Texas, Amerika Serikat, mengatakan bahwa mekanisme pasti bahwa stres dapat memperparah jerawat memang belum diketahui. Namun, ada dugaan bahwa kelenjar sebasea pada kulit orang yang sedang stres memproduksi sebum lebih banyak, sehingga masalah jerawat akan bertambah parah.

Hal yang sebenarnya menyebabkan jerawat

Dalam dunia medis, jerawat dikenal dengan istilah acne vulgaris. Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, jerawat adalah peradangan kulit yang mengenai kelenjar sebum dan folikel rambut akibat tersumbatnya pori-pori kulit. Jerawat dapat muncul di mana saja, sepanjang terdapat kelenjar sebum dan folikel rambut.

Sumbatan pori-pori kulit penyebab jerawat ini dapat disebabkan oleh kotoran, sebum (lemak yang dihasilkan oleh kelenjar lemak kulit), dan bakteri yang menumpuk. Itu semua dapat menyebabkan reaksi peradangan dan infeksi.

“Jerawat umumnya muncul pada sekitar usia pubertas (11–12 tahun), yakni saat hormon-hormon seksual mulai aktif bekerja menstimulasi kelenjar minyak. Karena itu, tidak heran kalau jerawat banyak muncul saat usia remaja,” jelas dr. Nabila.

Masa remaja merupakan waktu kebanyakan orang pertama kali jatuh cinta. Itulah mengapa jerawatan kerap dikaitkan dengan fenomena jatuh cinta.

Jangan takut jerawatan, jatuh cinta ada manfaatnya

Nah, karena jatuh cinta bukan penyebab utama munculnya jerawat, maka jangan takut untuk jatuh cinta. Karena, menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, ada sejumlah manfaat sehat yang didapatkan jika Anda jatuh cinta, yaitu:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Jatuh cinta dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh ke tingkat yang lebih prima. Ini berarti, risiko terjadinya berbagai macam penyakit juga akan menurun.

  • Jantung lebih sehat

Terdapat penelitian yang melaporkan bahwa perasaan bahagia saat jatuh cinta mampu menurunkan tekanan darah dan frekuensi denyut nadi. Selain itu, perasaan bahagia saat jatuh cinta juga bisa meningkatkan kualitas sistem yang mengatur kerja jantung, sehingga organ vital ini tetap terjaga kesehatannya.

  • Panjang umur

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa jatuh cinta dapat memperpanjang usia. Sebab, pasangan yang jatuh cinta cenderung akan saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan masing-masing.

  • Mengurangi rasa nyeri

Sebuah studi mengungkapkan, peserta penelitian yang memegang tangan pasangannya merasakan sensasi nyeri yang lebih rendah ketimbang peserta lain yang tidak memegang tangan pasangannya.

Kesimpulannya, anggapan jatuh cinta bikin jerawatan itu hanya mitos. Jatuh cinta bukanlah faktor utama penyebab jerawat. Faktanya, jatuh cinta yang disertai dengan perasaan stres bisa merangsang peningkatan hormon, yang pada akhirnya menyebabkan jerawat, apalagi jika ditambah dengan banyaknya kotoran yang menumpuk.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar