Sukses

Tanda-tanda Kehamilan Kembar yang Perlu Ibu Tahu

Ibu yang sedang hamil kembar dapat diketahui dari beberapa tanda. Apa saja ciri hamil kembar? Simak ciri-ciri hamil kembar yang perlu ibu ketahui di sini.

Saat hamil, tubuh ibu mulai memproduksi beberapa hormon tertentu dan mengalami perubahan fisik. Perubahan fisik ini bisa menjadi tanda-tanda kehamilan. Tak hanya itu, beberapa tanda kehamilan mungkin sedikit berbeda apabila ibu mengandung bayi kembar.

Sebetulnya gejala hamil kembar tak jauh berbeda dengan kehamilan tunggal. Akan tetapi, ada ciri-ciri yang bisa menandakan wanita sedang hamil kembar. Bahkan, ciri-ciri hamil bayi kembar tersebut sudah bisa diamati sejak minggu-minggu awal kehamilan.

1 dari 5 halaman

1. Keluhan saat Hamil yang Lebih Berat

Beberapa wanita yang sedang hamil kembar umumnya melaporkan gejala kehamilan seperti mual di pagi hari (morning sickness), kelelahan, sering buang air kecil, bahkan ngidam makanan tertentu yang berlipat ganda.

Mual, kelelahan, atau nyeri payudara yang mereka rasakan bisa semakin berat dibandingkan dengan kehamilan tunggal.

2. Berat Badan Meningkat Pesat

Ibu hamil umumnya akan mengalami kenaikan berat badan (BB). Pertambahan berat badan dapat ditentukan oleh status gizi ibu sebelum hamil, misalnya apakah ibu punya BB normal, kurang, atau berlebih. Ibu hamil dapat mengalami kenaikan berat badan yang berbeda-beda, ya.

Pada trimester pertama, BB ibu hamil dapat meningkat sebanyak 1 kg-2,5 kg. Lalu di trimester kedua, ibu dapat mengalami kenaikan berat badan sebanyak 0,35 kg- 0,4 kg. Di trimester terakhir, BB ibu hamil  bisa bertambah sebanyak 1 kg per bulannya. Sejak usia kehamilan 28 minggu hingga melahirkan, BB ibu bisa bertambah sekitar 4-5 kg. 

Peningkatan BB ibu yang hamil bayi kembar dapat lebih tinggi daripada ibu dengan kehamilan tunggal. 

Artikel Lainnya: Tanda dan Gejala Kehamilan Kembar yang Jarang Disadari

2 dari 5 halaman

3. Kelelahan Ekstrem

Banyak ibu hamil kembar yang mengalami kelelahan ekstrem. Mengantuk, lesu, dan lelah yang dirasakan di trimester pertama bisa lebih parah karena tubuh bekerja “lembur” untuk mengurus lebih dari satu janin.

Pada beberapa kasus, kelelahan bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti pekerjaan, stres, kekurangan nutrisi, atau sudah memiliki anak-anak lainnya di rumah. Meski demikian, tingkat kelelahan ini sulit dinilai. 

Karena pada dasarnya, rasa lelah hampir tak bisa dihindari selama masa kehamilan, bahkan di kehamilan tunggal sekalipun. Jadi, tingkat kelelahan saat hamil bisa dirasakan berbeda-beda, tergantung faktor penyebabnya. 

4. Faktor Risiko Tertentu

Hamil kembar dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Apabila Anda menjalani program bayi tabung, hamil di atas usia 30 tahun, memiliki riwayat genetik kembar, indeks massa tubuh lebih dari 25, dan pembuahan terjadi saat masa menyusui atau mengonsumsi pil KB, kemungkinan hamil anak kembar jadi lebih tinggi.

Artikel Lainnya: Inilah 5 Tanda Anda Hamil Bayi Kembar

5. Hormon hCG yang Lebih Tinggi

Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon yang diproduksi tubuh selama masa kehamilan. Kehadiran hormon ini akan menjadi penanda hasil positif saat Anda melakukan tes kehamilan. 

Meskipun tes kehamilan yang dilakukan di rumah tak dapat memberi tahu tingkat spesifik hCG dalam tubuh, namun Anda tetap bisa mendeteksinya lewat tes darah spesifik.

Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan, ibu yang hamil anak kembar kemungkinan memiliki jumlah hormon hCG yang lebih tinggi daripada ibu yang hamil tunggal. 

3 dari 5 halaman

6. Sering Buang Air Kecil

Sama seperti kehamilan tunggal, mengandung anak kembar dapat menyebabkan ibu jadi sering buang air kecil akibat kadar hCG dalam tubuh yang meningkat. Sebab, kadar hCG saat kehamilan kembar meningkat lebih cepat dibandingkan saat kehamilan tunggal. 

Artikel Lainnya: Benarkah Makan Singkong Tingkatkan Peluang Hamil Kembar?

7. Gerakan Janin Lebih Dini

Gerakan janin biasanya mulai dirasakan sejak kehamilan memasuki usia 16 minggu. Terkadang, beberapa wanita yang hamil bayi kembar merasakan gerakan janin timbul lebih cepat dari minggu ke-16. Gerakan janin kembar juga dapat dirasakan lebih sering dibandingkan wanita yang hamil dengan satu bayi saja.

Kendati ada anggapan seperti demikian, tetapi banyak ahli medis yang tidak setuju. Sebab, beberapa wanita dapat merasakan gerakan janin muncul lebih cepat di kehamilan kedua atau selanjutnya, entah itu kehamilan tunggal atau kembar.

Sebagai tambahan, apa yang dirasakan sebagai gerak janin sebenarnya juga bisa disebabkan oleh gas atau kondisi perut yang terganggu.

8. Detak Jantung Kedua

Detak jantung janin dapat didengar sejak usia kehamilan 8 hingga 10 minggu menggunakan alat doppler. Jika dokter mendapati detak jantung kedua, ibu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) lanjutan guna memastikan keberadaan janin kembar.

Artikel Lainnya: 10 Kondisi Kehamilan yang Memerlukan Operasi Caesar

4 dari 5 halaman

9. Pemeriksaan Fisik Kehamilan di atas Rata-rata

Selama kehamilan kembar, dokter atau bidan Anda akan mengukur tinggi fundus rahim (mengukur dari bagian atas tulang kemaluan hingga bagian atas rahim). Ini adalah cara untuk memperkirakan usia kehamilan serta pertumbuhan bayi.

Kehamilan kembar dapat menyebabkan rahim ibu membesar melebihi kisaran kehamilan tunggal. Namun, faktor lain juga dapat mengakibatkan peningkatan pengukuran. 

10. Hasil Tes AFP yang Tidak Normal

Skrining AFP (Alpha-fetoprotein) adalah tes darah yang dilakukan kepada ibu hamil selama trimester kedua. Tes ini juga dikenal sebagai skrining untuk mengidentifikasi peningkatan risiko cacat lahir tertentu.

Kondisi kehamilan kembar bisa menghasilkan hasil yang sangat tinggi atau "positif". Umumnya dokter Anda akan merespons dengan menjadwalkan USG untuk penilaian lebih lanjut

11. Konfirmasi dengan Pemeriksaan USG

Faktor-faktor di atas mungkin bisa menjadi tanda bahwa Anda hamil bayi kembar. Namun, satu-satunya cara untuk memastikan Anda hamil kembar adalah melalui USG. 

Beberapa dokter menjadwalkan USG sekitar 6 hingga 10 minggu sekali untuk memastikan kehamilan atau mendeteksi jika ada masalah kehamilan. Setelah dokter dapat melihat gambar sonogram, Anda akan tahu persis berapa banyak bayi yang ada di dalam kandungan. 

Apabila hasil USG menunjukkan Anda hamil kembar, selamat! Pastikan untuk selalu konsultasi rutin dengan dokter kandungan agar janin dan ibu senantiasa sehat hingga melahirkan nanti. Untuk tahu informasi mengenai tanda atau ciri hamil kembar lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter, ya. 

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar