Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Menilik Frekuensi Ejakulasi yang Ideal bagi Pria untuk Jaga Kesehatan

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Menilik Frekuensi Ejakulasi yang Ideal bagi Pria untuk Jaga Kesehatan

Sperma katanya butuh dikeluarkan secara rutin agar kesehatan reproduksi pria tetap terjaga. Jika memang demikian, adakah aturan ideal mengenai hal tersebut menurut medis?

Mengeluarkan sperma atau ejakulasi secara rutin dianggap dapat membantu menjaga kesehatan organ reproduksi pria. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan mengenai frekuensi normal ejakulasi bagi pria.

Tidak dimungkiri, beberapa waktu silam memang sempat beredar kabar mengenai rendahnya risiko kanker prostat pada pria yang melakukan ejakulasi secara rutin.

Di sisi lain, ada pula anggapan mengenai bahaya kesehatan yang bisa terjadi akibat sering ejakulasi.

Bagaimana faktanya? Apa benar pria perlu mengeluarkan sperma secara rutin? Jika ya, seberapa sering frekuensi normal ejakulasi? Adakah manfaat kesehatan atau bahaya dari ejakulasi bagi pria?

Frekuensi Ejakulasi yang Ideal bagi Pria

Sebuah penelitian tahun 2016 yang dimuat dalam jurnal European Urology menyebut pria perlu melakukan ejakulasi sebanyak 21 kali dalam sebulan agar terhindar dari risiko kanker prostat.

Sayangnya, penelitian tersebut masih bersifat sementara alias belum dapat dijadikan sebagai acuan.

Masih perlu banyak penelitian lanjutan untuk benar-benar membuktikan pria perlu melakukan ejakulasi dalam jumlah tertentu demi menurunkan risiko suatu penyakit.

Lalu, bagaimana dengan frekuensi ejakulasi ideal bagi pria? Adakah aturan baku mengenai hal ini menurut medis?

“Tidak ada waktu ideal atau ketentuan yang pasti mengenai berapa kali pria harus ejakulasi dalam seminggu,” jawab dr. Sepriani Timurtini Limbong.

“Kalau frekuensi berhubungan seks, pria yang telah menikah memang dianjurkan untuk melakukannya sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Sepriani juga mengatakan, cara terbaik untuk ejakulasi bagi pria adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sah secara hukum.

“Bagi pria yang belum menikah atau telah menikah, tetapi pasangannya tidak bisa berhubungan seks karena suatu kondisi, ejakulasi dengan cara onani atau masturbasi bukanlah jawabannya,” kata dr. Sepriani.

“Tubuh sebenarnya memiliki proses untuk mengeluarkan sperma dengan sendirinya, yang disebut nocturnal emission (mimpi basah). Kalaupun tidak mengalaminya, kelebihan protein dalam cairan sperma yang telah diproduksi bisa diserap kembali oleh tubuh,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Ciri-ciri Sperma yang Sehat untuk Mempercepat Kehamilan

1 dari 3 halaman

Adakah Keuntungan Mengeluarkan Sperma Secara Berkala?

Apakah benar mengeluarkan sperma secara rutin dengan cara berhubungan seksual dapat membawa manfaat sehat? Ya!

Berdasarkan penuturan dr. Sepriani, manfaat mengeluarkan sperma secara rutin dengan cara yang tepat dapat meningkatkan kualitas sperma itu sendiri.

“Selain itu, mengeluarkan sperma secara rutin dengan cara tepat juga bisa meningkatkan mood atau suasana hati, mencegah stres, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujar dr. Sepriani.

Tidak berhenti di situ, ejakulasi yang dilakukan dengan tepat dan secara rutin juga bisa memperlambat penuaan kulit, serta membuat kulit tampak muda dan segar.

Baca selengkapnya di artikel berikut ini: (Manfaat Orgasme untuk Kesehatan Kulit dan Kecantikan).

Artikel Lainnya: Mitos Sperma Encer Tanda Tak Subur, Benarkah?

2 dari 3 halaman

Apa Saja Bahaya Terlalu Sering Mengeluarkan Sperma?

Terlalu sering mengeluarkan sperma ternyata tidak baik bagi kesehatan, apalagi jika dilakukan dengan cara onani atau masturbasi.

Hal itu pun dijelaskan oleh dr. Sepriani. Menurutnya, ejakulasi dengan onani atau masturbasi punya beberapa konsekuensi. Misalnya, risiko disfungsi ereksi, ejakulasi dini, dan masalah psikologis lainnya.

Terlalu sering mengeluarkan sperma dengan cara onani atau masturbasi juga bisa menyebabkan terjadinya luka atau iritasi pada alat kelamin, penurunan sensitivitas seksual, dan peningkatan risiko kanker prostat.

Cari tahu mengenai hal ini lewat artikel berikut: (Dampak Terlalu Sering Onani pada Kesehatan).

Sekarang Anda tahu, tidak ada aturan baku mengenai seberapa sering ejakulasi perlu dilakukan.

Jika masih penasaran atau ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini, jangan sungkan untuk bertanya secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

1 Komentar