Sukses

Rambut Sering Rontok, Benarkah Gejala Depresi?

Depresi dapat ditandai dengan banyak gejala. Benarkah rambut rontok adalah salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Melihat banyak rambut rontok di sisir, di bahu, atau tersangkut di jemari saat merapikan rambut tentu bisa bikin khawatir, apalagi jika sering terjadi. Selain akibat tidak merawat rambut dengan benar, rambut rontok juga dikaitkan dengan depresi. Benarkah begitu?

Saat dikonfirmasi langsung, dr. Sepriani TImurtini Limbong dari KlikDokter menjelaskan, rambut rontok bisa menjadi gejala pendukung dari depresi, akan tetapi bukan gejala utama.

“Ketika seseorang mengalami depresi, maka akan ada gangguan hormonal yang terjadi dalam tubuh. Pengaruhnya bisa ke mana saja, termasuk pada pertumbuhan dan kesehatan rambut. Pada akhirnya, hal ini bisa membuat rambut jadi lebih cepat rontok dan rusak,” tutur dr. Sepriani.

Kehilangan beberapa helai rambut adalah normal, karena folikel rambut lama diganti dengan yang baru seiring berjalannya waktu. Namun, stres dapat mengganggu siklus tersebut.

Stres yang signifikan, terlebih sampai depresi, mendorong sejumlah besar folikel rambut ke dalam fase istirahat, dan kemudian beberapa bulan setelahnya rambut-rambut tersebut rontok.

Stres juga dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, sehingga mengakibatkan rambut rontok.

Meski demikian, diagnosis depresi sendiri juga harus diikuti dengan gejala-gejala lainnya.

“Misalnya, kehilangan nafsu makan, punya gangguan tidur, kehilangan minat bakat, lebih sering menyendiri dan sebagainya,” tambahnya.

Gejala depresi yang harus diwaspadai

Secara umum, depresi adalah kondisi terjadinya penurunan keadaan emosi dan suasana hati. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya gangguan pada aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsi seseorang sebagai individu yang utuh. Beberapa hal menandai kondisi depresi, yaitu:

  • Menyembunyikan perasaan sendiri

Pada orang-orang dengan depresi, ucapan yang keluar dari mulut belum tentu sesuai dengan apa yang dirasakan di hati atau pikiran. Begitu juga emosi, apa yang tampak dari luar belum tentu sesuai dengan emosi sebenarnya. Apabila Anda sering merasakan hal tersebut, ada kemungkinan itu adalah gejala depresi.

  • Mudah emosi

Juga dikatakan oleh dr. Sepriani, gejala depresi tidak hanya berupa tangisan dan kesedihan yang mendalam. Depresi juga bisa ditandai dengan letupan emosi yang tidak terkontrol, serta mudah meledak kapan saja dan di mana saja.

Biasanya, mereka yang mengalami depresi tidak akan segan untuk berteriak, memaki, bahkan memukul orang yang tidak sesuai dengan keinginannya.

  • Kehilangan minat

Juga dari KlikDokter, dr. Nadia Octavia menambahkan bahwa orang-orang yang mengalami depresi cenderung kehilangan minat dalam melakukan aktivitas atau hobi yang sebelumnya sering dilakukan.

Misalnya, orang yang sebelumnya sering menulis jurnal pribadi jadi tak hilang minat untuk menulis. Bahkan dalam beberapa kasus, orang yang mengalami depresi jadi membenci hobinya tersebut.

  • Tidak nafsu makan

Ada beberapa orang yang cenderung makan berlebih saat sedang depresi. Namun pada kondisi depresi yang lebih berat, penderitanya bisa kehilangan nafsu makan, bahkan tak ingin makan sama sekali.

  • Kehilangan harapan

Selain kehilangan minat, seseorang yang mengalami depresi akan cenderung kehilangan harapan, merasa hidupnya tak lagi berguna, atau merasa tidak ada lagi yang menyayanginya. Mereka juga dapat membenci atau menyalahkan dirinya sendiri atas keadaan tertentu.

Skenario terburuknya, orang tersebut akan berpikir untuk mengakhiri hidupnya, mengekspresikannya, atau mencari informasi perihal percobaan bunuh diri pada orang-orang di sekitarnya.

Meski bukan tanda utama, rambut yang sering rontok bisa menjadi salah satu gejala depresi. Bila Anda mengalami rambut rontok dibarengi dengan beberapa gejala depresi di atas, jangan sungkan untuk meminta bantuan. Di Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, Anda diharapkan tidak memendam sendiri depresi yang Anda rasakan. Bicaralah dengan orang-orang terdekat dan minta pertolongan jika Anda merasa memerlukannya.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar