Sukses

Mengapa Bermain Video Game Berbahaya bagi Penderita Epilepsi?

Banyak orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar untuk bermain video game. Padahal, ini bisa membahayakan penderita epilepsi.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak dapat dimungkiri, video game merupakan salah satu industri yang berkembang sangat pesat beberapa tahun terakhir. Alhasil, semakin banyak pula orang yang kecanduan video game dan setiap hari bisa menghabiskan waktu berjam-jam memainkannya. Namun bermain video game ternyata memiliki risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama bagi penderita epilepsi. 

Perkembangan pesat video game ditunjang juga dengan semakin tingginya spesifikasi konsol atau gawai seperti telepon genggam. Hal ini memungkinkan game dengan kompleksitasi tinggi untuk dimainkan kapan saja, di mana saja, bahkan oleh siapa saja dari berbagai kelompok umur. 

Begitu pula dengan peran para pengembang video game. Mereka berusaha terus melakukan inovasi agar game yang mereka lempar ke industri bisa semakin menarik dan memikat para pemainnya untuk bermain lebih lama.

Jika dulu video game dianggap semata-mata sebagai hiburan di waktu luang, kini bermain video game sudah bisa menjadi pekerjaan utama sebagian orang.  Hal ini tampak dari munculnya berbagai ajang berskala nasional dan international yang memberikan hadiah besar, bahkan mulai dianggap sebagai salah satu cabang olahraga atau biasa disebut dengan e-sport.

Epilepsi dan video game

Perkembangan video game tersebut juga telah mengubah perilaku para pemainnya. Banyak pemain video game yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan monitor atau gawai untuk mengasah kemampuannya, yang tak jarang justru berujung pada gangguan kesehatan. 

Jika Anda adalah salah seorang pencandu video game, kondisi tersebut tentu sangat membahayakan dan perlu diwaspadai. Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat epilepsi.

Salah satu bentuk epilepsi adalah epilepsi fotosensitif, yang merupakan reaksi kejang atas refleks visual. Kondisi ini lebih sering menyerang pada usia anak-anak hingga remaja. Oleh sebab itu, monitor yang menampikan video game bisa menjadi pemicu utama atas penyakit ini.

Kompleksitas visual video game yang semakin realistis sering kali memunculkan banyak rangsangan visual berupa cahaya yang berkedip berulang-ulang, gerakan yang cepat, dan warna yang terlalu kontras. Inilah yang dapat memicu, bahkan memperberat reaksi epilepsi yang muncul. 

Umumnya, penderita akan mulai merasakan pandangan yang menjadi berbayang, meskipun sudah berusaha melihat ke arah lain. Lalu, kepala akan terasa sangat pusing dan muncul keinginan untuk muntah.

Selain tampilan, beberapa kondisi lain yang dapat memicu epilepsi fotosensitif adalah jarak antara pemain dengan monitor yang terlalu dekat, kurang tidur, konsumsi alkohol, dan bermain video game dalam waktu yang terlalu lama. Alih-alih memberikan hiburan, hal ini justru membuat video game bisa menjadi faktor bahaya bagi sebagian orang yang kurang memperhatikan kesehatan. 

Untuk mencegahnya, pastikan Anda tetap berada dalam kondisi bugar saat bermain video game. Konsumsilah makanan bernutrisi, siapkan air minum yang cukup, berikan jarak yang cukup antara posisi duduk dengan monitor, atur pencahayaan monitor agar nyaman di mata, dan berikan jeda agar bisa beristirahat sejenak. 

Itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan penderita epilepsi agar selalu dalam kondisi aman dan nyaman saat bermain video game. Jika ada anggota keluarga Anda yang mengidap penyakit ini, segera konsultasikan dengan dokter saraf. Meskipun tak dapat disembuhkan secara total, epilepsi dapat dikontrol dengan obat dan terapi yang rutin.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar