Sukses

ASI Bau Sabun, Lakukan Ini agar Bayi Mau Menyusu

ASI bau sabun kadang bikin bayi tak ingin menyusu. Jangan keburu sedih, lakukan ini agar masalah tersebut bisa segera teratasi.

Klikdokter.com, Jakarta Memberikan ASI kepada bayi tidak semudah mengedipkan mata. Ada saja masalah yang bisa terjadi dan mengganggu proses menyusui, salah satunya ASI bau sabun. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, karena bayi jadi enggan menyusu dan ASI dianggap mengandung senyawa yang berbahaya.

Lantas, apakah Anda salah satu ibu yang saat ini mengalami ASI bau sabun? Jika ya, jangan buru-buru panik. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, ASI bau sabun disebabkan oleh banyaknya enzim lipase dari dalam tubuh dan bukan merupakan suatu kondisi yang patut dikhawatirkan.

Penyebab dan solusi ASI bau sabun

ASI mengandung beragam zat gizi, termasuk protein, lemak, mineral, dan laktosa. Selain itu, ASI juga mengandung enzim lipase dan amilase. Fungsi dari lipase adalah untuk memecah lemak ASI. Jika enzim lipase terlalu melimpah, air susu ibu akan memiliki aroma menyerupai sabun bahkan tengik.

Apakah ASI bau sabun berbahaya? Tentu saja tidak. Kondisi ini mungkin hanya menurunkan ketertarikan bayi untuk menyusui. Faktanya, sebagian bayi menolak untuk minum ASI karena memiliki aroma dan rasa yang cenderung aneh. Lantas, apakah kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja?

Tentu saja tidak. Dikatakan oleh dr. Dyan Mega, ASI bau sabun dapat diatasi dengan cara yang relatif mudah. Namun, cara ini membuat Anda tidak bisa menyusui si Kecil dari payudara secara langsung.

“Ibu harus memerah ASI terlebih dahulu. Setelah ASI perah sudah didapatkan, siapkan panci bersih untuk memanaskan ASI tersebut. Cukup panaskan sebentar, tidak perlu hingga mendidih. Cukup sampai muncul buih-buih di pinggirannya. Lalu, matikan dan dinginkan sejenak. Dengan ini, aroma dan rasa sabun pada ASI pun pasti berkurang. Metode ini disebut scalding,” jelas dr. Dyan Mega. 

Lebih lanjut, dr. Dyan Mega mengatakan bahwa ada alasan medis mengapa Anda sebaiknya tidak menghilangkan aroma dan rasa sabun pada ASI dengan cara mendidihkannya. 

“Jika dipanaskan hanya sebentar, enzim lipase akan menjadi tidak aktif. Namun, jika dipanaskan hingga mendidih sepenuhnya, nutrisi dan komponen imunologi dalam ASI perah akan menghilang. Bayi yang minum ASI “kosong” tidak akan merasakan manfaat apa-apa selain merasa kenyang,” kata dr. Dyan Mega.

Oleh karena itu, jika ingin menghilangkan aroma atau rasa sabun pada ASI, pastikan Anda benar-benar mengawasi proses perebusan. Gunakan api yang kecil dan matikan kompor dengan segera saat buih-buih kecil sudah muncul di pinggiran panci. 

Adakah cara mencegah agar ASI tidak bau sabun?

Rasa malas untuk terus memanaskan ASI bisa saja muncul, sehingga Anda penasaran bagaimana caranya agar sedari awal ASI tidak mengeluarkan aroma dan rasa yang aneh. Sayangnya, menurut dr. Dyan Mega, ASI bau sabun tidak dapat dicegah. 

“Tiap ibu menghasilkan rasa ASI yang berbeda-beda, termasuk ada atau tidaknya sensasi seperti sabun. Tapi, biasanya rasa ASI itu sebagian besar dipengaruhi oleh apa yang dimakan,” tuturnya. 

“Untuk mencegah kondisi tersebut, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat agar ASI yang dihasilkan berkualitas dan mampu menunjang tumbuh kembang si Kecil,” pungkas dr. Dyan Mega. 

Jika Anda mengalami keluhan ASI bau sabun, mulai saat ini, Anda tak perlu khawatir. Selama dikeluarkan langsung dari payudara Anda dan tidak ada rasa asam, ASI tetap bisa diberikan pada si Kecil. Jika Anda masih cemas atau mengalami gangguan terkait menyusui, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter atau konselor ASI.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar