Ibu Menyusui

Sederet Masalah Menyusui di Berbagai Fase Usia Bayi

Christovel Ramot, 18 Nov 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Apakah Mama tahu bahwa ada beberapa fase pada usia bayi yang bisa menimbulkan tantangan saat menyusui? Intip infonya disini

Sederet Masalah Menyusui di Berbagai Fase Usia Bayi

Menyusui adalah salah satu proses penting dalam merawat dan memberi kasih sayang pada bayi. Ini bukan hanya sumber nutrisi yang penting, tetapi juga cara yang kuat untuk menghubungkan ibu dan bayi secara emosional.

Namun, menyusui tidak hanya berlangsung dalam waktu yang singkat, melainkan melibatkan perubahan yang signifikan seiring pertumbuhan bayi. Bersama Dokter Dyah Novita Anggraini, seorang konselor laktasi dan tim konten KlikDokter, kita akan membahas perbedaan dan tantangan dalam menyusui bayi di berbagai usia.

Artikel Lainnya: 6 Fakta Mengejutkan tentang ASI

Menyusui Bayi Baru Lahir (0-6 Minggu)

Bayi yang baru lahir memerlukan perhatian khusus dalam hal menyusui. Masa ini juga sering disebut sebagai "periode neonatal" dan merupakan periode awal yang penting dalam kehidupan bayi.

Ini adalah saat bayi mulai beradaptasi dengan dunia luar, sementara ibunya harus mulai membentuk kebiasaan menyusui yang baik. Berikut adalah perbedaan dan tantangan utama yang dihadapi ibu saat menyusui bayi yang baru lahir.

1. Pegal dan Sakit

Satu tantangan utama yang sering dialami oleh ibu saat menyusui bayi yang baru lahir adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan di payudara. Ini terjadi karena payudara ibu harus beradaptasi dengan pola menyusui yang baru. Selain itu, puting susu ibu mungkin menjadi lecet atau nyeri karena perlekatan saat menyusui kurang optimal.

Solusinya:

  • Pastikan posisi dan perlekatan bayi optimal, dengan mulut bayi terbuka lebar dan menyusu di sebagian besar area areola, bibir atas dan bawah terlipat keluar sehingga terbentuk vakum negatif.
  • Jangan ragu untuk mencari bantuan dari konsultan laktasi jika mengalami masalah serius.

2. Frekuensi Tinggi

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki perut yang kecil, sehingga mereka perlu makan lebih sering. 

Ini berarti ibu harus bangun di tengah malam untuk menyusui. Pola tidur yang terganggu bisa menjadi tantangan utama dalam tahap ini.

Solusinya:

  • Coba tidur siang selama bayi tidur untuk mengatasi kekurangan tidur malam.
  • Ajak pasangan untuk membantu dengan menjaga dan mengasuh bayi di malam hari.

Artikel Lainnya: 10 Tips Manjur untuk Mengatasi Kurang Tidur Pada Ibu Menyusui

3. Pengetahuan dan Teknik

Ibu perlu belajar teknik posisi dan perlekatan menyusui yang benar agar dapat menyusui bayi dengan nyaman dan efektif.

Ini termasuk cara meletakkan bayi di payudara, bagaimana memastikan bayi mendapatkan cukup makanan, dan bagaimana mengatasi masalah seperti puting lecet, payudara bengkak, sumbatan ASI di payudara atau mastitis.

Solusinya:

  • Cari dukungan dari konsultan laktasi atau kelompok dukungan menyusui setempat.
  • Jangan ragu untuk bertanya kepada tenaga medis jika memiliki pertanyaan atau masalah.

Menyusui Bayi Usia 2-6 Bulan

Pada usia 2-6 bulan, bayi mulai mengalami perubahan signifikan dalam perkembangannya. Mereka mungkin telah memiliki beberapa keterampilan motorik sederhana dan mulai menjadi lebih sosial. Inilah perbedaan dan tantangan dalam menyusui bayi usia ini.

Artikel Lainnya: Posisi dan Teknik Menyusui yang Benar dan Aman

1. Pola Makan yang Mulai Teratur

Pada usia ini, bayi mulai mengikuti pola menyusu yang lebih teratur dibandingkan saat baru lahir. 

Mereka mungkin menyusu setiap 3-4 jam sekali. Ini bisa membuat jadwal ibu menjadi lebih teratur, tetapi tetap ada tantangan yang mungkin muncul.

Solusinya:.

  • Jangan membuat jadwal untuk menyusui bayi, susui semau bayi.
  • Perhatikan tanda-tanda kelaparan bayi, seperti merengek atau mencari payudara.

2. Eksplorasi

Bayi usia ini mulai lebih tertarik untuk melihat sekeliling selama menyusui. Mereka mungkin menarik rambut ibu, mencoba berputar, atau melakukan hal lain yang dapat mengalihkan perhatian.

Solusinya:

  • Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan rileks selama menyusui.
  • Jika bayi terlalu sibuk, cobalah untuk memberi mereka mainan ringan yang aman untuk digunakan selama menyusui.

3. Pendekatan Makanan Padat

Pada usia sekitar 6 bulan, bayi akan mulai memasuki fase makanan padat. 

Ini adalah saat yang penting dalam perkembangan makanan bayi, dan ibu perlu memperkenalkan makanan lain selain ASI.

Solusinya:

  • Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang kapan dan bagaimana memperkenalkan makanan padat kepada bayi.
  • Pastikan bayi masih mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun sebagai bagian dari pola makan mereka.

Menyusui Bayi Usia 6-12 Bulan

Bayi dalam rentang usia ini semakin aktif dalam hal merangkak atau bahkan berjalan. Mereka mulai menjadi lebih independen dan pengecualian dalam menyusui mulai muncul. Ini adalah perbedaan dan tantangan pada tahap ini.

Artikel Lainnya: Panduan Menyusui di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

1. Menyusui yang Singkat

Bayi usia 6-12 bulan mungkin hanya ingin menyusui sebentar dan kemudian pergi untuk menjelajah dunia mereka.

Ini bisa membuat ibu merasa sedikit tertekan, terutama jika mereka merindukan momen intim saat bayi masih sangat bergantung pada ASI.

Solusinya:

  • Cobalah untuk menikmati setiap momen menyusui yang dimiliki, meskipun itu singkat.
  • Jadwalkan waktu khusus untuk bersentuhan dengan bayi di luar waktu makan.

2. Kemungkinan Gigi Tumbuh

Pada usia ini, gigi bayi mulai tumbuh, dan ini bisa menjadi proses yang tidak nyaman. Bayi mungkin menggigit atau mengunyah saat menyusui, yang bisa membuat ibu merasa tidak nyaman.

Solusinya:

  • Berikan benda yang aman untuk digigit oleh bayi, seperti mainan gigitan atau kain bersih.
  • Jika bayi sering menggigit saat menyusui, hentikan sesaat dan coba lagi kemudian.

3. Pemberian Makanan Lain

Bayi usia 6-12 bulan akan semakin bergantung pada makanan padat sebagai tambahan makanan utama mereka.

Meskipun ASI masih penting, bayi akan mulai mengonsumsi berbagai makanan lain yang lebih padat gizi.

Solusinya:

  • Pastikan makanan yang diberikan kepada bayi sesuai dengan tekstur dan nutrisinya dengan tahapan usianya dan aman untuk dikonsumsi.
  • Terus menyusui untuk memberikan nutrisi dan perlindungan tambahan bagi bayi.

Menyusui Bayi Usia Toddler (1-3 Tahun)

Pada tahap toddler, bayi telah tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri. 

Mereka mungkin hanya menyusui pada waktu-waktu tertentu, dan menyusui telah berubah menjadi pengalaman yang lebih beragam. Berikut adalah perbedaan dan tantangan pada tahap ini.

1. Penolakan Menyusui

Beberapa anak mungkin mulai menolak untuk menyusui pada usia ini, namun ibu sebaiknya mulai belajar menyapih di saat anak mendekati 2 tahun.

Ini bisa membuat ibu merasa bingung dan sedih, karena menyusui adalah cara kuat untuk menghubungkan secara emosional dengan bayi.

Solusinya:

  • Terima penolakan ini sebagai bagian dari perkembangan anak.
  • Cobalah untuk menciptakan hubungan yang akrab dan kasih sayang melalui bentuk lain seperti pelukan dan waktu berkualitas bersama.

2. Makanan Lain yang Lebih Banyak

Pada tahap ini, anak akan semakin bergantung pada makanan padat sebagai sumber utama nutrisi mereka. ASI mungkin hanya menjadi bagian kecil dari pola makan mereka.

Solusinya:

  • Pastikan anak menerima makanan yang seimbang dan gizi yang cukup.
  • Terus tawarkan ASI sebagai opsi tambahan jika mereka tertarik.

3. Koneksi Emosional yang Terjaga

Meskipun pola menyusui berkurang, banyak ibu dan anak tetap merasa terhubung secara emosional melalui proses ini. Sentuhan dan ikatan batin saat menyusui masih dapat memperkuat ikatan antara ibu dan anak.

Solusinya:

  • Nikmati momen-momen intim ini dengan anak dan berikan dukungan emosional yang diperlukan.

Artikel Lainnya: Jangan Menyerah, Ini 5 Kiat Sukses Keberhasilan Relaktasi

Menyusui bayi dengan berbagai usia membawa perbedaan dan tantangan yang unik. Dari bayi baru lahir hingga toddler, setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan dan dinamika yang berbeda. Penting untuk selalu beradaptasi dengan perubahan ini, ya.

Selama perjalanan menyusui, dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting. Ini membantu ibu mengatasi tantangan yang mungkin muncul dan memastikan bahwa bayi mendapatkan manfaat optimal dari ASI serta koneksi emosional yang kuat dengan ibunya tetap terjaga. Terlepas dari perbedaan dan tantangan yang muncul seiring pertumbuhan bayi, menyusui tetap merupakan salah satu cara terbaik untuk memberikan cinta, nutrisi, dan perlindungan kepada anak.

Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mengikuti informasi seputar info menyusui di berbagai fase untuk Mama. Mama juga bisa berkonsultasi seputar kesehatan secara umum melalui fitur tanya dokter online dan Temu Dokter di KlikDokter.