Sukses

Tips Nutrisi bagi Jemaah Haji yang Hamil

Jemaah haji yang hamil perlu memperhatikan asupan nutrisi saat berada di Tanah Suci. Berikut tips nutrisi bagi ibu hamil saat ibadah haji.

Klikdokter.com, Jakarta Ibadah haji adalah perjalanan yang jauh dan padat aktivitas, bahkan diketahui punya angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Meski kurang dianjurkan, tetapi ada beberapa jemaah haji yang sedang hamil. Agar nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan tetap terjaga, ada beberapa tips penting agar jemaah yang hamil tetap sehat dan fit.

Alasan mengapa wanita hamil tidak disarankan untuk berhaji

Beberapa hal yang membuat wanita hamil sangat tidak disarankan untuk melakukan ibadah haji adalah karena adanya potensi komplikasi kehamilan. Alasan lengkapnya antara lain:

  • Mudah terjadi infeksi dan peradangan akibat sistem kekebalan tubuh yang rendah dan terlalu padat orang.
  • Lebih gampang mengalami kelelahan fisik akibat jalan kaki jarak jauh, yang dapat menyebabkan kontraksi pada perut bagian bawah dan nyeri punggung
  • Lebih mudah terkena heat stroke.
  • Berisiko mengalami cedera fisik akibat berdesakan dengan jemaah lain, sehingga ada potensi komplikasi kehamilan yang dapat mengancam nyawa sang bayi.
  • Rentan mengalami dehidrasi parah jika tidak mendapatkan cairan yang cukup.

Ada pula beberapa komplikasi dalam kehamilan yang membuat wanita hamil tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah haji, yaitu:

  • Memiliki riwayat lahir prematur.
  • Memiliki riwayat keguguran dini.
  • Mengalami diabetes gestasional.
  • Memiliki tekanan darah tinggi, jantung, atau ginjal.

Meski demikian, berdasarkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, wanita hamil tetap bisa melakukan ibadah haji jika memenuhi dua syarat, yaitu usia kandungan 14-26 minggu. Ibu hamil juga harus dinyatakan sehat serta sudah divaksin meningitis yang dilakukan sebelum hamil.

Tips nutrisi bagi jemaah haji yang hamil

Walaupun demikian, risiko ibu hamil saat melakukan ibadah haji (maupun umrah) tidak boleh dianggap remeh. Salah satu cara untuk memastikan sehatnya kehamilan adalah lewat asupan nutrisi. Berikut ini adalah tipsnya.

1. Pastikan asupan air

Wanita hamil normalnya butuh cairan yang lebih banyak dari orang dewasa normal, yaitu 2,5 liter per hari, itu pun harus disesuaikan dengan beberapa kondisi seperti cuaca dan intensitas aktivitas. Saat sedang di Tanah Suci, bisa jadi asupan cairan yang dibutuhkan lebih dari itu agar tidak mengalami dehidrasi.

2. Pastikan asupan makanan bergizi lengkap seimbang

Tak cuma cairan, kebutuhan nutrisi ibu hamil baik makro maupun mikro juga lebih dari orang dewasa normal. Ibu hamil memerlukan 2.200-2.500 kalori, 75-100 gram protein, 400-600 mcg asam folat, 1.000 mg kalsium, 27 mg zat besi, dan 85 mg vitamin C.

Jika jemaah khawatir kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut atau mungkin kurang cocok dengan makanan yang disajikan, ibu hamil bisa mengonsumsi vitamin dan/atau susu khusus kehamilan.

3. Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan

Kondisi kehamilan tiap ibu hamil berbeda-beda. Sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang seperti ibadah haji, sebaiknya sang ibu berkonsultasi dulu ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Hal ini sangat diperlukan guna mengetahui kondisi kehamilan Anda.

4. Mendapatkan vaksin yang diperlukan

Sebelum melakukan ibadah ke Tanah Suci, ada beberapa vaksin yang sebaiknya dilakukan, seperti meningitis dan influenza. Lakukan konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin tersebut.

5. Jangan lupa membawa obat

Saat di Tanah Suci,  jemaah haji yang sedang hamil tetap perlu membawa obat-obatan yang sering digunakan dan jaga-jaga ada kondisi gawat darurat. Obat-obatan yang bisa dibawa antara lain obat demam, sakit kepala, diare, mual dan muntah, obat alergi, dan sebagainya.

Sebelumnya, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk memastikan keamanan obat tersebut dikonsumsi saat hamil.

Tips penting lainnya bagi jemaah haji yang sedang hamil antara lain:

  • Menggunakan sepatu dan pakaian yang nyaman dengan bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik.
  • Berjalan tiap 1-2 jam untuk menghindari penggumpalan darah di kaki saat hamil.
  • Hindari tempat yang ramai sesak dan lebih baik pilih waktu yang tidak terlalu ramai untuk melakukan ritual haji.
  • Jika terjadi perdarahan, kontraksi, migrain, atau demam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
  • Untuk menghindari aktivitas fisik yang berlebihan, jemaah yang hamil bisa menggunakan bantuan seperti kursi roda saat tawaf dan sai jika tubuh mengalami ketegangan.

Ibadah haji adalah perjalanan berat dan memerlukan banyak tenaga. Bagi jemaah haji yang hamil, mereka sangat direkomendasikan untuk menjalankan tips di atas, agar nutrisi dan kesehatan tetap terjaga dan terhindar dari komplikasi kehamilan yang tidak diinginkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar