Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Makan Makanan Sisa Seminggu Lalu, Masih Amankah untuk Dimakan?

Makan Makanan Sisa Seminggu Lalu, Masih Amankah untuk Dimakan?

Kulkas memang jadi tempat untuk mengawetkan makanan sisa. Entah itu makanan di hari ini ataupun makanan seminggu yang lalu.

Kadang kita memang tak sanggup menghabiskan makanan yang ada di meja makan, apalagi jika anggota keluarga cuma sedikit. Karena itulah makanan disimpan dulu dalam kulkas dan akan dikeluarkan lagi besoknya atau beberapa hari kemudian.

Nah, bicara soal menyimpan makanan yang tak habis, tahukah Anda bahwa ada batas waktu untuk menyimpan makanan tersebut supaya kita tidak terkena bahaya makanan sisa?

1 dari 5 halaman

Berapa Lama Makanan Sisa Bisa Bertahan?

Menurut US Food and Drug Administration (FDA), makanan sisa hanya bisa disimpan di kulkas maksimal 4 hari

Namun, Randy Worobo, Ph.D., Profesor Mikrobiologi dari Cornell University, Amerika Serikat mengatakan makanan sisa bisa bertahan hingga 7 hari, tergantung bagaimana makanan tersebut ditangani.

Bila Anda pernah mengonsumsi makanan sisa yang tersimpan di kulkas entah sudah berapa lama dan tidak mengalami keluhan sakit apa pun, anggap saja Anda sedang beruntung. 

Pasalnya, bahaya makanan sisa yang disimpan terlalu lama, sekalipun itu di lemari pendingin adalah bisa terkontaminasi bakteri E.coli dan Listeria

Jika jumlah bakteri yang mengontaminasi belum banyak, risiko untuk sakit lebih kecil.

Artikel Lainnya: Hindari Sakit Perut, Jangan Asal Simpan Makanan Sisa Buka Puasa

2 dari 5 halaman

Tanda Makanan Sisa Sudah Tak Layak Makan

Makanan sisa yang sudah tidak layak dikonsumsi meski disimpan di dalam kulkas untungnya memiliki tanda-tanda yang jelas. 

Ada pun beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan sebelum makanan dihangatkan kembali atau langsung dikonsumsi, yaitu: 

  • Keluar cairan yang berlebih atau berlendir.
  • Warna asli makanan tersebut berubah.
  • Tampak serabut noda hitam (itu tanda sudah berjamur).
  • Tekstur makanan berubah. Pada buah dan sayur, permukaan kulitnya menjadi kisut dan berkerut.
  • Muncul bau yang tak biasa, seperti bau busuk atau bau kecut yang menusuk.
  • Jika dicicip, rasa makanan sisa yang sudah tak layak konsumsi berubah menjadi asam atau justru jadi hambar. 

Mulai sekarang, perhatikan ciri-ciri di atas dan jangan cuma lihat penampilannya. 

Walau bentuknya masih oke, tapi jika sudah mengeluarkan bau dan rasanya sudah berubah, itu tak boleh dikonsumsi lagi dan lebih baik dibuang. 

Artikel Lainnya: Waspada, Konsumsi Makanan Basi Usai Lebaran

3 dari 5 halaman

Tidak Berlaku untuk Seafood

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, makanan sisa dapat disimpan sampai seminggu asalkan caranya tepat. 

Sayangnya, itu tak berlaku untuk seafood karena seafood adalah makanan yang paling cepat rusak dan mudah terkontaminasi!

FDA sendiri tidak merekomendasikan untuk menyimpan seafood lebih dari 2 hari (kecuali ikan asap, ini bisa disimpan 14 hari dalam wadah kedap udara)

Cara ini sebenarnya juga berlaku untuk makanan lain, misalnya:

  • Jika ingin melelehkan makanan beku, seperti daging merah, daging unggas, ikan, jangan biarkan semua itu berada pada suhu ruang lebih dari 1-2 jam.
  • Salad atau sandwich harus langsung dimakan habis. Jika sisa, itu harus cepat didinginkan di dalam kulkas. 

Tujuannya, untuk meminimalkan keduanya berada terlalu lama di "zona bahaya", yakni 4 - 60 derajat Celsius. Di suhu tersebut, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat.

Artikel Lainnya: Cara Cerdas Menyimpan Makanan Sisa

Bahaya Makan Makanan yang Sudah Tidak Layak

Memaksakan diri untuk menyantap makanan sisa yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan hanya karena mubazir bisa mendatangkan petaka. 

Ya, bahaya makan makanan sisa adalah Anda bisa mengalami keracunan makanan

Keracunan makanan termasuk penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh zat berbahaya ataupun bakteri dalam makanan/minuman. Gejala yang kerap dirasakan, antara lain:

Gejala tersebut dapat timbul antara 1 jam hingga beberapa hari sejak mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. 

Bahaya makanan sisa tidak boleh disepelekan. Pada kasus terburuk, ini bisa sampai merenggut nyawa! Berikan tablet karbon aktif untuk menyerap racun di saluran cerna. 

Jika tak ada, berikan susu putih untuk merangsang penderitanya muntah dan mengeluarkan racun. Ini hanya berlaku jika penderita tidak diare. Kalau diare, lebih baik berikan air putih atau air kelapa saja! 

Artikel Lainnya: 5 Pertolongan Pertama Keracunan Makanan akibat Makanan Basi

4 dari 5 halaman

Tips Menyimpan Makanan Sisa

Khawatir kondisi di atas bakal menimpa Anda ataupun anggota keluarga lainnya? Tenang saja, berikut di bawah ini ada tips menyimpan makanan sisa agar makanan tersebut aman untuk dikonsumsi lagi. 

  • Jangan Biarkan Berada di Suhu Ruang Lebih dari 2 Jam!

Bahaya meletakkan makanan sisa di luar kulkas terlalu lama adalah bisa menciptakan “lingkungan yang nyaman” untuk bakteri berkembang. 

Simpan makanan yang tak habis dimakan di suhu kulkas 4,4 derajat Celcius. 

  • Boleh Menyimpan Makanan saat Kondisinya Masih Hangat 

Tak masalah memindahkan makanan sisa yang masih hangat. Suhu makanan akan turun lebih cepat dengan cara ini, kira-kira 1 jam. 

Menaruh makanan panas di dalam kulkas memang bisa meningkatkan suhu kulkas sementara, tetapi itu akan kembali normal dalam waktu singkat dan tak akan “mengganggu” makanan lainnya. 

  • Waspadai Kontaminasi Silang!

Kontaminasi silang adalah kesalahan terbesar ketika mengemas makanan sisa. 

Pastikan Anda tidak menyendok makanan dengan sendok bekas yang berkontak dengan makanan mentah, terutama daging. 

Sebab, itu bisa memindahkan bakteri dari makanan mentah ke makanan matang. Pisahkan tempat penyimpanan makanan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang. 

  • Jaga Kebersihan Diri dan Dapur 

Menjaga kebersihan diri dan dapur merupakan kunci keamanan pangan. Beberapa langkah mudah untuk menjaga kebersihan, yaitu:

  • Cuci tangan sebelum mengolah pangan, selama, dan sesudah mengolah pangan.
  • Cuci tangan juga setelah menggunakan toilet, apalagi jika tujuan selanjutnya adalah dapur, kulkas, atau meja makan.
  • Bersihkan secara rutin permukaan meja dapur, kompor, wastafel, dan alat-alat masak. 
  • Ini yang tak kalah penting, pastikan dapur Anda bebas dari binatang seperti lalat, tikus, dan kecoa, atau binatang pembawa penyakit lainnya. Dan untuk cara yang lebih lengkapnya, Anda bisa baca di sini

Kini Anda sudah tahu, kan, soal durasi menyimpan makanan sisa, tanda-tanda bahwa makanan tersebut tak layak dikonsumsi lagi, dan bahaya makan makanan sisa yang sudah basi?

Jika masih ada pertanyaan seputar efek makan makanan sisa ataupun masalah kesehatan lain, langsung saja konsultasikan hal tersebut kepada kami lewat fitur Live Chat di aplikasi. Ikuti terus info kesehatan menarik lainnya hanya di KlikDokter!

(AM/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar