Sukses

Tips Membantu Teman yang Kena Migrain

Lakukan ini sebagai tindakan pertolongan pertama saat Anda atau teman terkena migrain alias sakit kepala sebelah.

Klikdokter.com, Jakarta Paling tidak enak memang apabila sakit kepala kumat melulu. Apalagi jika keluhan yang dialami bukan sakit kepala biasa, melainkan migrain. Ini adalah suatu kelainan neurologis yang ditandai dengan nyeri kepala satu sisi.

Sebagaimana dikatakan dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, ciri khas dari migrain adalah nyeri kepala satu sisi dan berdenyut, mata berkunang-kunang, sensitif terhadap cahaya dan suara, mual, serta berlangsung selama 2–72 jam. 

Kombinasi antara stres psikologis, kebisingan, kelelahan, sindrom pramenstruasi, dan perasaan sangat lapar bisa mencetuskan migrain. Tak heran, penderita penyakit ini merasa sangat sensitif terhadap hal apapun yang terjadi di sekelilingnya.

Tips mengatasi migrain

Apabila ada teman atau kerabat yang mengalami gejala migrain, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi keluhan tersebut:

  1. Jangan remehkan rasa sakit yang dialaminya

Meski belum pernah mengalami migrain, bukan berarti Anda bisa seenaknya meremehkan rasa sakit yang dialaminya. Pasalnya, seorang Ahli Saraf di Keck School of Medicine University of Southern California, Dr. Lauren Green mengatakan bahwa meremehkan nyeri yang terjadi akibat migrain justru dapat membuat penderita marah dan malah akan memperburuk keluhan yang dirasakan.

Ketika seseorang sedang terkena migrain, mereka akan mengalami gejala-gejala yang sangat bikin tidak nyaman. Jadi, jangan pernah menyepelekan dan bersabarlah dalam menghadapinya.

  1. Menjaga tanpa mengganggu

Ketika teman sedang kesakitan, pasti Anda merasa khawatir sekali. Tapi, terus-menerus bertanya tentang keadaannya justru akan membuat dia terganggu. Jadi cobalah untuk menjaganya tanpa bicara berlebihan.

Anda bisa menawarkan beberapa bantuan, tapi jangan sampai terlalu sering, apalagi ketika mereka sudah mengatakan “tidak perlu” atau “tunggu dulu”. Bersabarlah hingga teman Anda yang meminta bantuan atau setidaknya tanyakan bagaimana keadaannya setelah ia jauh lebih tenang. 

  1. Temani ke dokter dan anjurkan untuk beristirahat

Berhubung Anda belum pernah mengalami migrain, memberikan nasihat-nasihat amatir justru akan terdengar mengganggu di telinga penderita. Bila kebetulan obatnya habis, cobalah tanyakan apakah dia mau ke dokter atau tidak.

Jika dia mau, pastikan Anda menunda semua acara untuk sekadar menemaninya. Dengan begini, Anda bisa membantunya untuk menjawab wawancara medis yang dilakukan oleh dokter sehingga diagnosis dan obat yang diberikan bisa benar-benar sesuai.

  1. Ketahui obat-obatan untuk migrain

Ada baiknya Anda juga mengetahui obat-obatan apa saja bisa dikonsumsi untuk membantu meredakan migrain. Dikatakan oleh dr. Resthie, obat-obatan penghilang rasa nyeri yang dapat digunakan untuk mengatasi migrain adalah parasetamol, kombinasi parasetamol dan kafein, serta golongan antiradang nonsteroid (NSAIDs) seperti mefenamat, natrium diklofenak, methampyron.

“Golongan triptan, misalnya sumatriptan dan ergotamine digunakan untuk pasien dengan nyeri migrain yang berat. Tapi, pemberian obat ini harus didapatkan dari dokter spesialis saraf,” dr. Resthie menegaskan.

Bila sudah tidak mempan dengan “obat warung”, hentikan penggunaan dan segera berobat ke dokter. Hindari menambah dosis, karena malah akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang merugikan.

  1. Ingatkan soal faktor pencetus dan solusinya

Setiap orang memiliki faktor pencetus migrain yang berbeda-beda. Misalnya, teman Anda selalu kambuh apabila dia kurang tidur. Oleh sebab itu, ingatkan dia untuk tidak sering begadang dan tidur selama 7–8 jam dalam sehari.

Di samping itu, ajak juga teman Anda untuk mengikuti yoga atau mengatur pola makan yang lebih baik agar tubuh lebih relaks dan tidak menimbulkan reaksi-reaksi negatif yang merugikan. 

Setiap orang memiliki kelemahan, dan karenanya Anda harus bisa memahami hal tersebut. Setiap kali migrain yang dialami teman Anda kambuh, cobalah posisikan diri Anda sebagai dia. Dengan memosisikan diri sendiri sebagai penderita migrain, diharapkan Anda akan bisa mengerti apa yang mesti dilakukan di situasi tak mengenakkan seperti itu. 

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar