Sukses

Mengenal Gangguan Kecemasan Impostor Syndrome

Sudah mendapat banyak pujian dan prestasi, tapi Anda tetap merasa gagal menjadi yang terbaik? Jangan-jangan, Anda kena impostor syndrome!

Klikdokter.com, Jakarta Umumnya, ketika seseorang berhasil mengerjakan sesuatu dengan baik plus diberi pujian, dia akan merasa bersyukur dan bangga terhadap diri sendiri. Namun ternyata, hal tersebut tidak berlaku bagi penderita impostor syndrome. Sebanyak apa pun prestasi yang telah dicapai, penderita impostor syndrome tidak akan pernah puas. Bahkan, mereka bisa menilai performanya buruk. Intinya, penderita impostor syndrome sangat takut terlihat bodoh dan gagal!

Bisa dipicu oleh keluarga atau lingkungan yang selalu menuntut

Dilansir dari sebuah sumber, hingga saat ini belum ada penyebab pasti mengapa seseorang mengalami impostor syndrome. Kendati demikian, sejumlah pakar percaya bahwa sindrom tersebut berkaitan dengan gangguan kecemasan atau masalah saraf. Namun di sisi lain, ada juga yang percaya bahwa kondisi ini tercipta akibat masalah perilaku dan lingkungan, terutama dari keluarga yang selalu menuntut.

Hal serupa juga sempat dikatakan dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter. Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kepribadian adalah tekanan dari lingkungan sekitar.

Kepada TIME, psikolog Audrey Ervin mengatakan, seseorang bisa terkena impostor syndrome bila selalu dinilai kurang oleh orang-orang terdekatnya. Alhasil, pola pikir yang terbentuk di orang tersebut adalah bila ingin dicintai, dia harus membuat keberhasilan-keberhasilan tertentu. Tak hanya sekadar berhasil, tapi harus sempurna.

Pola pikir tersebut akhirnya tertanam selama bertahun-tahun. Akhirnya, penderita impostor syndrome tidak akan pernah puas pada segala sesuatu yang telah dikerjakan dan dicapainya sendiri.

Gejala-gejala impostor syndrome

Salah satu pakar masalah impostor syndrome dan penulis The Secret Thoughts of Successful Women bernama Valerie Young menemukan beberapa gejala pada penderita sindrom ini. Adapun beberapa gejala impostor syndrome itu antara lain:

  • Selalu menjadi pahlawan (superman atau superwoman)

Orang yang mengalami impostor syndrome akan memaksa diri mereka untuk bekerja sekeras mungkin, bahkan lebih keras daripada orang lain, demi membuktikan dia bukan orang gagal. Dia juga berusaha maksimal untuk menjadi tokoh yang baik dalam tiap aspek, misalnya saja menjadi orang tua atau pasangan yang terbaik.

Bila tidak mendapat pujian atas hal itu, penderita impostor syndrome bisa terpuruk! Namun, ketika sudah dipuji pun, dia juga tetap tidak akan pernah puas dengan pencapaian tersebut.

  • Perfeksionis!

Paling tertekan rasanya bila bekerja sama dengan orang yang perfeksionis. Pasalnya, dia akan selalu meletakkan standar yang paling tinggi untuk mencapai tujuan, sekalipun itu hanya tujuan sederhana. Tapi untungnya, perfeksionis pada impostor syndrome tidak menyalahkan orang lain atas sebuah kesalahan. Kesalahan tersebut justru dijadikannya bahan untuk meragukan kompetensi diri sendiri.

  • Solo fighter, lebih nyaman bekerja sendiri

Biasanya, orang dengan impostor syndrome lebih suka mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Jika dia memerlukan bantuan orang lain atau dibantu oleh orang lain diminta, penderita impostor syndrome akan berpikir bahwa dia telah gagal.

  • Harus menjadi yang paling pintar

Seseorang dengan impostor syndrome akan mencari tahu segala informasi sebelum dia melakukan pekerjaan tertentu. Sebenarnya, hal tersebut baik untuk dilakukan. Tapi kalau sampai berlebihan dan kecewa berat bila ada orang yang ternyata lebih pintar, tentu saja hal tersebut menjadi “tidak sehat”.

Itu dia beberapa gejala impostor syndrome yang bisa Anda kenali. Jika Anda atau teman ada yang mengalami hal-hal di atas, jangan segan untuk berkonsultasi kepada psikolog agar sikap insecure tersebut perlahan bisa dikurangi. Selain itu, mungkin penderita impostor syndrome juga bisa ikut melakukan meditasi agar kecemasannya terhadap sesuatu bisa diminimalkan dengan teknik pernapasan yang tepat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar