Sukses

10 Penyebab Jari Bengkak yang Perlu Anda Tahu

Jari bengkak tak melulu terjadi akibat hal sepele. Kondisi tersebut juga bisa menandakan ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda merasa bahwa cincin yang biasa bertengger di jari semakin terasa sempit padahal bobot tubuh tidak bertambah? Jika ya, mungkin Anda mengalami jari bengkak. Jangan anggap sepele, karena jari bengkak juga bisa menjadi tanda adanya sesuatu yang tidak beres dengan tubuh Anda.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit dan umumnya tidak berbahaya, ada baiknya Anda tetap mencari tahu penyebab jari bengkak agar tidak menyebabkan keluhan yang lebih parah. Adapun beberapa penyebab yang dimaksud, yaitu:

1. Kondisi udara yang sangat panas

Siapa sangka, ternyata suhu udara juga bisa membuat jari-jari bengkak. Dilansir dari Prevention.com, suhu udara yang terlalu panas dapat menyebabkan pembuluh darah mengembang. Menurut profesor Departemen Reumatologi di University of Chicago, Tammy Olsen Utset, MD, MPH, saat pembuluh darah meregang, sebagian cairannya bocor ke jaringan lunak sehingga menyebabkan terjadinya bengkak.

2. Terlalu banyak makan garam

Tubuh menjaga keseimbangan garam dan air secara konsisten. Ketika pasokan garam yang masuk terlalu banyak, tubuh akan mengganti dan menahan lebih banyak air sehingga membuat bagian tertentu terlihat lebih besar. Inilah mengapa mengonsumsi makanan asin atau mengandung garam bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, termasuk jari.

3. Terkena osteoartritis atau rheumatoid arthritis

Apabila pembengkakan jari terjadi di pagi hari dan usia Anda sudah tak muda lagi, ada kemungkinan bahwa penyebabnya adalah penyakit osteoartritis atau rheumatoid arthritis. Kurangnya jaringan bantalan di ujung sendi dapat menimbulkan pembengkakan serta sensasi nyeri pada jari.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Sindrom carpal tunnel

Kondisi ini terjadi saat saraf yang membentang dari lengan bawah ke telapak tangan terjepit. Selain menyebabkan jari bengkak, terjadi pula sensasi seperti terbakar, kesemutan, bahkan mati rasa di area tangan serta jari.

Sindrom carpal tunnel lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria. Namun, bila Anda termasuk wanita yang sering melakukan olahraga atau setidaknya peregangan, risiko untuk mengalami hal ini akan semakin kecil.

5. Ada penyumbatan pada sistem limfatik

Menurut laporan dari National Cancer Institute, kondisi penyumbatan cairan getah bening yang membawa limbah, bakteri, dan virus keluar dari tubuh dapat menyebabkan jari bengkak. Pada kasus ini, bagian lengan dan kaki biasanya juga ikut membengkak. Kulit pun mungkin terasa kencang atau lebih tebal dari biasanya.

6. Preeklampsia

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ, termasuk hati dan ginjal. Selain jari bengkak, tanda-tanda preeklampsia lainnya adalah penglihatan kabur, protein tinggi dalam urine, sakit kepala, mual dan muntah.

7. Penyakit Raynaud

Bila melihat jari atau tangan Anda kebiru-biruan atau pucat sebelum membengkak, itu adalah salah satu pertanda adanya penyakit Raynaud. Kondisi ini adalah penyempitan arteri yang biasanya disebabkan oleh cuaca dingin atau stres.

8. Masalah ginjal

Bila ginjal gagal mengeluarkan cairan berlebih (edema), tubuh akan menahannya sehingga mengakibatkan tangan bengkak (termasuk jari-jari). Edema dapat memengaruhi bagian tubuh lain, termasuk tangan, kaki, dan pergelangan kaki.

9. Efek samping obat-obatan

Obat hipertensi, obat diabetes, steroid, dan pil KB bisa menimbulkan efek samping berupa bengkak pada jari tangan.

10. Asam urat atau gout artritis

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, tingginya kadar asam urat dalam tubuh akibat mengonsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan dan minuman beralkohol bisa menimbulkan rasa nyeri pada sendi dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, termasuk jari.

Jika Anda mengalami jari bengkak yang tak kunjung sembuh dalam beberapa hari, sebaiknya konsultasikan masalah ini pada dokter. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui diagnosis pasti dan metode pengobatan yang paling tepat agar keluhan tidak semakin parah.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar