Sukses

Sering Radang Tenggorokan, Haruskah Khawatir?

Radang tenggorokan merupakan kondisi yang sering dialami. Namun, jika terlalu sering, apakah Anda perlu khawatir?

Klikdokter.com, Jakarta Radang tenggorokan pada umumnya merupakan penyakit ringan yang sering Anda alami. Kondisi ini sering kali disebabkan infeksi virus. Pada umumnya, kondisi tersebut akan membaik dalam waktu kurang lebih 10 hari. Gejalanya dapat berupa gatal, nyeri, tenggorokan kering, sulit menelan, serak, demam, dan batuk.

Radang tenggorokan yang berulang atau radang tenggorokan yang berlangsung dalam jangka waktu lama dikenal juga dengan istilah persisten atau kronis. Ada banyak hal yang menyebabkan radang tenggorokan persisten, baik hal sederhana maupun yang mengkhawatirkan. Beberapa penyebabnya antara lain adalah:

  • Postnasal drip, yaitu kondisi ketika terjadi produksi lendir tebal berlebihan yang mengalir hingga ke tenggorokan. Hal ini menyebabkan iritasi serta bengkak pada tenggorokan. Postnasal drip dapat disebabkan alergi, perubahan cuaca, udara yang kering, makanan pedas, dll.

Gejala yang dapat dirasakan saat postnasal drip antara lain tenggorokan yang nyeri dan terasa gatal, bau mulut, dan sering berdeham. Selain itu, batuk yang memburuk pada malam hari serta mual akibat banyaknya lendir masuk lambung.

  • Penyakit refluks gastroesofagus, yaitu kondisi saat katup kerongkongan melemah sehingga makanan dan asam lambung bergerak kembali ke atas. Kondisi ini dapat mengiritasi tenggorokan sehingga menyebabkan radang. Gejala yang dapat dirasakan adalah radang tenggorokan, nyeri atau panas pada ulu hati, rasa asam di mulut, serta kesulitan menelan.
  • Tonsillitis, atau radang pada tonsil, yang persisten. Kondisi ini sering kali disebabkan infeksi, baik bakteri maupun virus. Gejala yang dirasakan antara lain radang tenggorokan, batuk, demam, mual dan muntah, kesulitan menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, serta sakit kepala.
  • Paparan asap rokok dan polusi. Seperti Anda tahu, asap rokok dan polusi dapat mengandung zat kimia berbahaya. Anda juga dapat terkena radang tenggorokan kronis, meski hanya bertindak perokok pasif. Gejala lainnya yang bisa Anda rasakan adalah batuk, kesulitan bernapas, perburukan gejala asma, dan kerusakan paru-paru.
  • Mononucleosis, yaitu kondisi akibat infeksi Epstein-Barr virus (EBV). Gejalanya serupa dengan terkena flu, antara lain radang tenggorokan, demam, pembengkakan kelenjar, dan sakit kepala. Infeksi ini dapat berlangsung hingga dua bulan, tapi umumnya ringan dan akan sembuh dengan sendiri.
  • Gonorea, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan bakteri Neisseria gonorrhea. Walaupun lebih sering menimbulkan gejala pada kelamin, gonorea juga bisa menyebabkan radang tenggorokan kronis pada pelaku seks oral tanpa pengaman (kondom).
  • Kanker tenggorokan, kondisi ini jarang ditemukan, tapi bisa berakibat serius. Jika Anda merokok dan rutin mengonsumsi alkohol maka risiko terkena kanker tenggorokan lebih besar. Gejala lain yang dapat dirasakan adalah sulit menelan, batuk kronis, nyeri tenggorokan, perubahan suara atau serak, benjolan pada leher, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Mengingat banyaknya kemungkinan penyebab radang tenggorokan yang berulang, sulit untuk menentukan apakah kondisi tersebut mengkhawatirkan atau tidak tanpa tahu penyebabnya. Selain beberapa penyebab di atas, daya tahan tubuh yang buruk juga bisa menyebabkan Anda mudah terkena infeksi radang tenggorokan.

Sebaiknya, Anda memeriksakan diri lebih lanjut apabila radang tenggorokan disertai keluhan nyeri hebat yang mengganggu aktivitas makan, berbicara, atau tidur. Dan, gangguan tersebut disertai demam tinggi (lebih dari 380C), menyebabkan kesulitan memutar kepala, disertai nyeri hebat pada salah satu sisi tenggorokan, serta ada pembengkakan kelenjar.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar