Sukses

Nikita Mirzani Melahirkan Lewat Operasi Caesar

Nikita Mirzani melahirkan anak ketiganya lewat operasi caesar. Bagi Anda yang ingin melahirkan secara caesar juga, intip informasi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Artis Nikita Mirzani dikabarkan telah melahirkan bayi laki-laki lewat operasi caesar pada Minggu (28/4) lalu. Proses kelahiran buah hatinya itu berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah kesehatan yang berarti pada putra ketiganya itu.

Bayi laki-laki Nikita Mirzani tersebut lahir dengan berat 2,3 kilogram dan panjang 46 cm. Sejauh ini, Nikita belum mengungkap nama bayi dari pernikahannya dengan pengusaha Dipo Latief tersebut. Aktris cantik tersebut juga masih merahasiakan wajah bayinya dari publik.

Nah, bagi Anda yang kebetulan adalah ibu hamil yang sebentar lagi akan melahirkan, sudahkah Anda memilih proses melahirkan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda? Atau sedari awal, Anda sudah memutuskan untuk melahirkan lewat operasi caesar seperti yang dilakukan oleh Nikita Mirzani?

Bila Anda termasuk ibu yang memilih untuk melahirkan dengan cara operasi caesar, ketahui dulu beberapa kondisi kehamilan yang sebenarnya memang membutuhkan operasi caesar. Adapun ragam kondisi kehamilan tersebut menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, meliputi:

  • Kehamilan kembar

Janin kembar memang dapat dilahirkan melalui vagina. Namun, dalam beberapa kondisi, perlu dilakukan operasi caesar. Hal ini dipengaruhi oleh posisi janin, jumlah janin, berat janin, dan usia kehamilannya.

“Umumnya, kehamilan dengan kondisi kembar tiga atau lebih memiliki tingkat keberhasilan persalinan yang kecil bila dilakukan secara normal,” kata dr. Andika. Jadi, agar risiko melahirkan tidak berakibat fatal, baik terhadap ibu dan bayi-bayinya, lebih baik pilih operasi caesar.

  • Kelainan posisi janin  

Normalnya, bagian terbawah dari janin di dalam rahim adalah kepala. Namun saat kelainan posisi janin terjadi, misalnya justru bokong yang berada di bawah, diperlukan operasi caesar untuk mengeluarkan janin dengan aman.

“Persalinan normal sebenarnya tetap bisa dicoba. Konsekuensinya, bisa saja terjadi prolaps pada tali pusat yang dapat mengancam kondisi janin,” dr. Andika menambahkan.

  • Disproporsi kepala panggul (cephalopelvic disproportion/CPD)

Bila ukuran kepala bayi terlalu besar bagi pinggul si ibu, diperlukan tindakan operasi. Sebab, jalan lahir si bayi tidak ideal dan dapat mengancam keselamatan bayi. Tidak ada cara lain untuk mengatasi hal ini selain operasi caesar. Karena itu, tidak bijak rasanya bila Anda tetap ingin melakukan persalinan normal.

  • Si ibu dan janin mengalami kondisi kesehatan tertentu

Ibu yang memiliki kondisi seperti preeklampsia, diabetes, atau herpes sebaiknya juga tidak melakukan persalinan dengan normal. Pada ibu hamil dengan diabetes, terdapat risiko janin berukuran besar dan disertai komplikasi lainnya. Adapun pada kasus preeklampsia, tindakan caesar diperlukan karena kondisi tersebut dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi pada janin. Lalu, bagaimana dengan herpes? Metode persalinan caesar akan mencegah penularan herpes dari ibu kepada janin yang dilahirkan.

  • Solusio plasenta

Solusio plasenta merupakan kondisi kegawatan yang terjadi akibat terlepasnya plasenta dari tempat menempelnya, yaitu di dinding rahim. Umumnya, kondisi ini terjadi di trimester ketiga kehamilan. Bila tak segera dilakukan tindakan operasi, kondisi ini akan mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin.

Bila Anda tidak mengalami kondisi-kondisi di atas, Anda bisa memilih menjalani persalinan secara normal. Namun, bila memang ada kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan Anda untuk melahirkan dengan operasi caesar seperti Nikita Mirzani, dan ingin tidak merasakan nyeri yang dapat memicu trauma, melahirkan lewat operasi caesar bisa menjadi solusi terbaik bagi Anda. Namun, tentu harus Anda konsultasikan dengan dokter.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar