Sukses

Yuk, Kenali 5 Gejala Parkinson Ini Sejak Dini

Tak hanya lansia, siapa saja bisa mengalami penyakit Parkinson. Kenali gejalanya sebelum terlambat.

Klikdokter.com, Jakarta Diperkirakan lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia mengalami penyakit Parkinson atau Parkinson’s disease. Mungkin sebagian orang mengira penyakit tersebut hanya menyerang orang lanjut usia. Padahal, kenyataannya siapa pun bisa mengalami penyakit ini.

Seputar penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson menyerang sistem saraf pengatur gerakan tubuh dan berkembang secara progresif. Pada penyakit ini terjadi kerusakan atau kematian sel saraf (neuron) di area otak yang bernama substansia nigra.

Akibatnya, sel saraf tersebut tidak dapat memproduksi suatu zat kimia bernama dopamin,. Zat ini berperan untuk komunikasi di dalam sistem saraf sebagai pengatur gerak tubuh. Semakin berkurangnya produksi dopamin tersebut, maka semakin parah gejala Parkinson yang terjadi.

Risiko penyakit ini memang akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Tak heran, rata-rata pengidap Parkinson adalah lansia. Namun, bukan berarti penyakit ini tak mungkin diderita oleh orang yang lebih muda.

Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 4 persen penderita Parkinson didiagnosis sebelum berusia 50 tahun. Agar Anda dapat lebih waspada, kenali berbagai gejalanya.

1 dari 2 halaman

Gejala Parkinson yang perlu Anda ketahui

Sejak awal, gejala yang muncul pada Parkinson berhubungan dengan gangguan fungsi motorik (gerakan) pada salah satu sisi tubuh. Gejala Parkinson akan muncul secara ringan dan semakin parah seiring berjalannya waktu.

Meskipun gejala tersebut terlihat ringan pada tahap awal, faktanya kerusakan yang terjadi pada sel saraf biasanya sudah mencapai sekitar 60-80 persen. Adapun beberapa gejala yang dapat muncul berupa:

  • Tremor

Pada Parkinson akan muncul gejala tremor atau gemetar yang biasanya berawal pada bagian tangan atau jari tangan. Kemudian, tremor dapat berkembang mengenai bagian yang lain seperti lengan, kaki, tungkai, dagu, dan kepala.

Yang menjadi salah satu ciri khas Parkinson, tremor biasanya muncul pada saat keadaan istirahat. Pada kondisi stres dan kelelahan, gejala tremor ini bisa menjadi lebih parah.

  • Kekakuan otot

Gerakan pengidap Parkinson akan terlihat menjadi kaku. Kondisi ini disebabkan kekakuan pada otot yang juga dapat menimbulkan rasa nyeri, sehingga tubuh menjadi sulit digerakkan.

Pada akhirnya, gerakan anggota tubuh pengidap Parkinson juga tampak tidak selaras satu dengan yang lainnya.

  • Gerakan melambat (bradikinesia)

Dalam dunia medis kondisi ini disebut bradikinesia. Pengidap Parkinson dapat menjadi semakin lambat saat bergerak, seiring berkembangnya penyakit. Kondisi ini berlaku pada berbagai gerakan, salah satunya terlihat jelas saat berjalan.

Pengidap Parkinson akan berjalan secara perlahan dan menyeret, yang dikenal dengan istilah “shuffling gait”.

Selain itu, bradikinesia juga menyebabkan kesulitan membuat ekspresi wajah, seperti saat harus tersenyum. Kondisi ini disebut dengan istilah “face masking”. Akibatnya, ekspresi pengidap Parkinson akan cenderung tampak datar.

  • Mengalami gangguan bicara

Cara bicara pengidap Parkinson bisa menjadi lebih cepat, kurang jelas, atau ragu-ragu. Selain itu, suara yang dikeluarkan bisa menjadi lebih halus dibandingkan sebelumnya.

Bahkan, pengidap Parkinson berpotensi mengalami gangguan dalam mengatur volume dan nada bicara, sehingga terdengar monoton.

  • Postur tubuh membungkuk

Postur pengidap Parkinson akan tampak membungkuk. Kondisi ini dipengaruhi oleh kekakuan otot yang terjadi seiring berjalannya waktu. Di samping itu, pengidap Parkinson juga memiliki kesulitan dalam mempertahankan postur tubuh, sehingga rentan terjatuh.

Selain tampak secara fisik, pengidap Parkinson juga dapat mengalami gejala psikis. Hal ini disebabkan dopamine juga memiliki fungsi dalam mengatur mood dan perilaku. Beberapa gejala psikis yang dapat timbul misalnya kecemasan, depresi, kebingungan, dan psikosis atau kerap berhalusinasi.

Pada dasarnya, penyakit Parkinson memang sulit untuk didiagnosis, apalagi pada tahap awal. Oleh karena itu, jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter. Harapannya dengan pemeriksaan lebih awal, maka Parkinson dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar