Sukses

Cegah Baby Blues Dengan Cara Ini

Sindrom baby blues bisa dialami wanita usai melahirkan. Sindrom ini bahkan bisa berlanjut menjadi depresi. Cari tahu cara mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Menyambut hadirnya bayi yang baru lahir tentunya menjadi suatu kegembiraan bagi setiap keluarga, terutama bagi seorang wanita. Tetapi pada kondisi tertentu, seorang wanita justru rentan mengalami sindrom baby blues. Sindrom baby blues merupakan salah satu jenis gangguan mood yang bisa dialami oleh wanita setelah melahirkan.

Hampir sekitar 75% wanita yang melahirkan bayi dapat mengalami sindrom ini. Sindrom baby blues  atau baby blues syndrome biasanya ditandai dengan adanya perasaan mudah menangis dan perubahan suasana hati yang tidak menentu.

Sindrom ini dapat terjadi 2-3 hari setelah melahirkan dan bertahan hingga 2 minggu ke depan. Apabila menetap lebih dari 2 minggu, bisa saja mengarah ke depresi paska melahirkan.

Penyebab seseorang mengalami sindrom baby blues bahkan hingga menjadi depresi pasca melahirkan mungkin disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh maupun faktor psikologi seperti cemas berlebihan dalam mengasuh bayi atau kelelahan yang menumpuk. 

Sebelum gejala makin parah, ada beberapa langkah pencegahan agar Anda tidak mudah mengalami sindrom baby blues maupun depresi pasca melahirkan :

  1. Konsumsi omega 3

Saat Anda sedang hamil, jangan lupa mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung omega 3. Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat hubungan antara mengkonsumsi omega 3 (DHA dan EPA) secara rutin dapat mengurangi risiko melahirkan prematur dan menurunkan risiko depresi setelah melahirkan.

Omega 3 merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan sistem saraf janin. Anda dapat menemukan omega 3 pada bahan makanan seperti telur dan ikan Tetapi ingat, untuk mengolahnya dengan keadaan baik dan matang secara sempurna.

  1. Atur pola makan

Paska melahirkan tentu membuat jam makan Anda berantakan. Jangan pernah melewatkan setiap makan besar dan menggantinya dengan camilan. Usahakan untuk selalu makan 3 kali sehari dengan menu sehat seperti adanya lemak sehat, serat dan protein.

Tak jarang makanan dan minuman yang manis dapat memperbaiki mood seseorang. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda juga sesekali menyelipkan makanan atau minuman manis di sela-sela pola makan.

  1. Istirahat dan lakukan hobi

Meskipun Anda sedang sibuk mengurus bayi yang baru saja lahir, jangan lewatkan untuk selalu mengambil waktu untuk beristirahat sebentar. Anda bisa tidur sebentar saat bayi Anda tertidur, atau jika di rumah sedang ada suami, orang tua atau pengasuh, Anda bisa menitipkannya sebentar dan Anda bisa beristirahat sejenak. Kurang istirahat dapat membuat mood seorang ibu bisa berubah menjadi muram dan cenderung depresi.

Setelah melahirkan dan memiliki anak, bukan berarti Anda tidak bisa lagi melakukan hobi atau hal yang menyenangkan lainnya. Melakukan hobi adalah salah satu menyalurkan kepenatan dan memperbaiki mood karena dapat mengeluarkan hormon endorfin yang dapat membuat seseorang bahagia.

  1. Bicara dengan pasangan atau keluarga

Jangan ragu untuk meminta bantuan pada pasangan atau keluarga Anda jika merasa kewalahan dalam mengurus bayi atau sekedar ingin bercerita. Jangan merasa Anda harus bertanggung jawab seutuhnya terhadap kebutuhan bayi Anda. 

Adanya kehadiran dan dukungan orang lain seperti pasangan dan keluarga pada masa ini sangatlah penting bagi Anda. Dengan demikian Anda tidak lagi merasa sendiri atau mengalami stres berlebihan.

  1. Minta bantuan ahli

Jika ternyata berbicara dengan pasangan atau keluarga tidak meringankan apa yang Anda rasakan, temuilah psikiater atau psikolog. Jangan malu untuk menceritakan apa yang menjadi beban bagi Anda. bertemu dengan psikiater atau psikolog tidak memberi label bahwa Anda menderita sakit kejiwaan atau mental.

Justru dengan bertemu dengan ahlinya, diharapkan masalah Anda bisa teratasi dan tidak membuat kesehatan mental Anda terganggu. Pada keadaan tertentu, mungkin psikiater akan memberikan Anda obat antidepresi untuk mengurangi gejala dan ini harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk. Jika mengharuskan dilakukan suatu terapi atau harus kontrol, jangan lupa untuk melakukannya agar masalah Anda segera teratasi.

Munculnya beragam perubahan – baik dari segi fisik maupun psikis – pada seorang wanita usai melahirkan memang sering kali tidak bisa dihindari. Sindrom baby blues seperti yang diuraikan di atas, masih menjadi masalah yang sering mengganggu bagi sebagian ibu usai melahirkan.

Meski demikian, sindrom baby blues bisa dicegah. Dengan adanya pendampingan dari pasangan dan keluarga diharapkan dapat membantu seorang ibu setelah melahirkan. Untuk itu bagi para wanita yang telah melalui proses melahirkan, jangan pernah malu untuk mencari bantuan apabila dirasa ada beban mental dan gangguan mood yang semakin berat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar