HomeIbu Dan anakKehamilanKenali Tanda-Tanda Sindrom Baby Blues
Kehamilan

Kenali Tanda-Tanda Sindrom Baby Blues

dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc, 04 Feb 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Sindrom baby blues yang rentan terjadi pada ibu setelah melahirkan tak boleh dibiarkan. Yuk, kenali tanda-tandanya!

Kenali Tanda-Tanda Sindrom Baby Blues

Hamil dan melahirkan merupakan salah satu momen luar biasa dalam kehidupan seorang wanita. Namun demikian, sindrom baby blues rentan menyerang wanita yang baru melahirkan. 

Kondisi ini terjadi akibat berbagai perubahan fisik dan mental yang terjadi secara cepat, drastis, serta mengejutkan setelah kehadiran bayi.

Meski sering tak disadari oleh ibu maupun orang terdekatnya, fakta menunjukkan bahwa kejadian sindrom baby blues sangat sering terjadi. Setidaknya 7 dari 10 ibu pasca melahirkan pernah mengalaminya.

Biasanya, perubahan suasana hati (mood) akibat sindrom ini dialami ibu dalam minggu pertama setelah persalinan. 

Namun, pada sebagian kasus, juga bisa terjadi beberapa minggu kemudian saat ibu masih beradaptasi dengan dirinya sendiri dan bayi. 

Agar dapat ditangani, kenali ciri-ciri sindrom baby blues berikut ini:

1. Menangis Tanpa Alasan yang Jelas

Ciri baby blues syndrome yang paling sering dialami adalah menangis. Biasanya, seseorang akan menangis jika ada alasan. Namun, berbeda halnya pada kasus baby blues.

Ibu akan menangis secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas. Ini merupakan salah satu permulaan ketika Anda mengalami baby blues.

Artikel Lainnya: Cegah Baby Blues dengan Cara Ini

2. Lebih Mudah Tersinggung dan Cepat Marah

Bila mudah tersinggung oleh hal sepele setelah melahirkan, Anda patut mencurigai hal tersebut sebagai gejala sindrom baby blues.

Perkataan atau perbuatan orang lain dapat mudah membuat Anda marah, padahal mungkin maksud orang tersebut baik dan bukan ingin menyinggung perasaan Anda. 

Anda juga bisa merasa kesal dan marah terhadap si Kecil yang rewel atau sebab lainnya.

3. Mengalami Mood Swings

Mood swings atau perubahan suasana hati termasuk salah satu ciri sindrom baby blues. Biasanya, perubahan suasana hati terjadi pada minggu pertama pasca persalinan.

Kendati begitu, sebagian orang juga baru akan mengalaminya beberapa minggu kemudian.

4. Tidak Sabaran

Pada seorang ibu yang mengalami sindrom baby blues, ia bisa saja menjadi tidak sabaran.

Bila Anda biasanya termasuk penyabar, namun tiba-tiba berubah menjadi tidak sabar setelah persalinan, bisa jadi hal ini menandakan sindrom baby blues.

Apa yang Anda atau orang lain lakukan akan terasa lambat dan tidak sesuai keinginan.

Artikel Lainnya: Bagaimana Membedakan Baby Blues dan Postpartum Depression?

5. Cepat Merasa Lelah dan Tidak Bertenaga

Kelelahan yang luar biasa juga dapat menjadi gejala dari sindrom baby blues.

Ketika baru melahirkan, tenaga ibu memang akan banyak terkuras untuk mengasuh bayi. Ditambah dengan jam tidur yang menentu.

6. Merasa Cemas Berlebihan

Rasa cemas sebenarnya tidak masalah. Namun, jika merasa khawatir atau cemas yang berlebihan terhadap sesuatu, Anda sebaiknya berhati-hati.

Pasalnya, hal itu dapat menjadi ciri sindrom baby blues.

7. Hipersensitif terhadap Kritik

Memang akan ada saja kritikan ketika menjadi ibu baru. Namun, sebaiknya Anda tidak perlu menanggapi yang tidak penting.

Bila ibu merasa sensitif terhadap kritikan tersebut, emosi pun bisa meletup-letup yang akhirnya bermuara pada sindrom baby blues.

Artikel Lainnya: Benarkah Pre Baby Blues saat Hamil Bikin Ibu Telat Melahirkan?

8. Konsentrasi Menurun

Ciri sindrom baby blues lainnya dapat ditunjukkan dengan penurunan konsentrasi. Bila mengalaminya, Anda akan mudah melakukan kesalahan tanpa sengaja.

Misalnya melupakan hal-hal kecil, seperti mematikan kompor, menaruh barang, dan sebagainya.

9. Tidak Nafsu Makan

Setelah melahirkan, biasanya ibu akan memiliki nafsu makan yang lebih besar dari biasanya, apalagi jika sambil memberikan ASI.

Namun, jika tidak merasa bergairah dan tidak nafsu makan, bisa jadi itu adalah pertanda sindrom ini.

Satu hal yang perlu diperhatikan, meski sindrom baby blues umumnya dialami oleh ibu, pada sebagian kecil kasus, sindrom ini juga bisa dialami oleh sang ayah.

Itulah ciri-ciri sindrom baby blues yang perlu diperhatikan. Untuk mengatasi kondisi ini, dukungan dari pasangan dan orang-orang terdekat ibu dapat membantu. 

Sebaiknya ibu memberanikan diri untuk terbuka dan berbicara mengenai apa yang dirasakan serta bantuan apa yang diharapkan. 

Apabila keluhan tidak kunjung membaik atau berlangsung lebih dari dua minggu, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada psikolog.  

Jika masih punya pertanyaan mengenai topik ini, silakan chat dokter lewat layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter

[WA]

DepresiSindrom Baby Blues

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter