Sukses

Hubungan Antara Polusi Udara dan Gangguan Mental

Tidak hanya buruk untuk kesehatan paru-paru, polusi udara juga berkontribusi pada munculnya gangguan mental.

Klikdokter.com, Jakarta Polusi udara sulit untuk dihindari, terutama bagi orang-orang yang tinggal di kota besar. Tidak peduli seberapa banyak uang yang dikeluarkan atau seberapa elite daerah tempat tinggal Anda, polusi udara ada di sekitar Anda. Misalnya paparan asap kendaraan dan industri,serta asap rokok. Mengapa polusi udara sangat buruk, bahkan dikatakan bisa berhubungan dengan gangguan mental?

Polusi udara merusak kesehatan

Kandungan substansi kimia dalam jumlah tertentu di atmosfer dapat membahayakan kesehatan. Polutan mikroskopis di udara dapat menyelinap melewati pertahanan tubuh, menembus masuk ke dalam sistem pernapasan, bahkan sampai ke peredaran darah. Akibatnya, polutan ini dapat merusak paru-paru, jantung, dan otak Anda.

Sembilan dari sepuluh orang di dunia menghirup udara yang tercemar polusi. Tak hanya itu, polusi udara turut berperan dalam menyebabkan kematian 7 juta orang setiap tahunnya. Selain buruk untuk kesehatan jantung dan paru, polusi udara juga dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan mental seseorang.

Dampak negatif polusi udara pada kejiwaan

Tak hanya pada jantung dan paru-paru, polusi udara juga memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan mental. Efek racun dari polusi udara dapat menyebabkan berbagai gejala negatif psikologis. Antara lain, kecemasan, perubahan suasana hati, penurunan fungsi kognitif, dan perubahan perilaku.

Temuan ini bukan isapan jempol belaka. Beberapa penelitian telah menyimpulkan adanya dampak negatif antara polusi udara dengan kesehatan mental seorang.

Berdasarkan sebuah penelitian di Korea, kelompok orang dengan paparan polusi udara yang lebih tinggi, menunjukkan gejala depresi, bahkan ide bunuh diri. Temuan ini khususnya didapatkan pada orang dengan umur di bawah 65 tahun. Efek negatif dari polusi ini dapat terjadi secara perlahan.

Polusi udara juga dikaitkan dengan perubahan perilaku seorang, menghabiskan lebih sedikit waktu di luar, atau menjalani gaya hidup sedenter (kurang aktif), yang juga berhubungan dengan isolasi sosial. Tekanan psikologis yang lebih berat juga berhubungan dengan keadaan polusi yang lebih berat.

Contohnya, orang yang tinggal di daerah dengan kadar polusi tinggi (21 mikrogram per kubik meter), memiliki tekanan psikis yang lebih tinggi sebesar 17 persen, dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan kadar polusi yang lebih rendah (5 mikrogram per kubikmeter).

Mekanisme polusi udara menyebabkan gangguan mental memang belum dapat dijelaskan secara pasti. Namun, berbagai penelitian di atas menyimpulkan satu hal yang sama, yaitu polusi udara memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental manusia.

Kiat menghindari polusi udara

Polusi udara jelas memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan manusia. Karena itu, Anda perlu menerapkan beberapa cara untuk mengurangi paparan Anda terhadap polusi udara. Terdapat beberapa kiat yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Kurangi aktivitas di luar rumah

Sedapat mungkin, kurangi aktivitas diluar rumah, khususnya di daerah dengan tingkat polusi tinggi. Jika Anda tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi, misalnya di tengah kota atau pinggir jalan raya, sebaiknya habiskan waktu di dalam rumah Anda. Jika ingin berolahraga di luar rumah, Anda dapat melakukannya di taman yang jauh dari pusat keramaian.

  • Perhatikan waktu polusi tinggi

Hindarilah waktu-waktu dengan paparan polusi udara yang tinggi, seperti pagi dan sore hari, saat jalan raya padat oleh kendaraan.

  • Olahraga dan pola makan sehat

Selain itu, untuk mengoptimalkan kesehatan Anda, jangan lupakan pola makan sehat dan olahraga teratur, ya!

Tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, polusi udara juga berkontribusi pada terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan keinginan bunuh diri. Oleh karena itu, jagalah pola hidup Anda agar tetap sehat dan hindari paparan polusi udara yang berbahaya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar