Sukses

Cucu Wapres Jusuf Kalla Kena Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah dengue yang kian mewabah tidak pilih-pilih korban. Cucu Wapres Jusuf Kalla juga kena demam berdarah.

Klikdokter.com, Jakarta Hujan masih terus mengguyur merata di sejumlah daerah di Indonesia. Meski membawa udara yang cukup sejuk, masyakarat diminta untuk tetap bersikap waspada. Hal ini lantaran penyakit demam berdarah dengue atau DBD yang semakin mewabah saat musim hujan tiba. Penyakit ini bahkan mengincar siapa saja. Dikabarkan, cucu Wapres Jusuf Kalla juga kena demam berdarah.

Dikutip dari Kumparan.com JK memberikan keterangan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (29/1), “Cucu saya kena demam berdarah. Cucu, adik, kena juga. Jadi ini tidak pilih-pilih. Tidak menjamin cucu wapres (tak terserang demam berdarah).”

Sebagai tindak lanjut, JK menekankan akan pentingnya pencegahan demam berdarah agar penderita penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak semakin bertambah. JK meminta masyarakat untuk membersihkan genangan air hingga selokan, agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.

"Tentu pertama pencegahan, itu kan juga masyarakat, bukan hanya pemerintah. Masyarakat harus mencegah genangan-genangan air di selokan, karena itu sumbernya. Tempat-tempat yang rawan, sampah-sampah," ungkap JK.

Langkah pencegahan demam berdarah

Melengkapi pernyataan Wapres Jusuf Kalla dalam hal pencegahan demam berdarah, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan bahwa masyarakat perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Memberantas sarang nyamuk

    Berdasarkan penjelasan dr. Sepri, Anda dapat memberantas sarang nyamuk dengan melakukan gerakan 3M plus, yang terdiri dari:

    • Menguras tempat penampungan air. Nyamuk demam berdarah mudah berkembang biak di air yang menggenang. Karenanya, Anda perlu menguras atau membersihkan tempat penampungan air, seperti ember, bak mandi, hingga dispenser agar jentik nyamuk tersebut tidak memiliki tempat untuk berkembang biak.
    • Menutup tempat penampungan air. Tutup rapat-rapat tempat atau benda yang menampung air, seperti toren, drum, kendi, vas bunga, dan lainnya. Dengan begitu, nyamuk penyebab demam berdarah tidak akan masuk, bersarang, dan berkembang biak di tempat tersebut.
    • Mengubur barang bekas. Kubur atau lakukan daur ulang pada benda-benda tidak terpakai yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.
    • Sedangkan untuk “plus” yang dimaksud, dr. Sepri mengatakan bahwa hal tersebut adalah menghambat perkembangan jentik nyamuk dengan menaburkan larvasida (abate atau biolarvasida) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

    “Tindakan plus juga bisa dengan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta mengatur pencahayaan dan ventilasi dalam rumah,” tambah dr. Sepri.

  1. Hindari gigitan nyamuk

Gunakan pakaian dengan lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki, khususnya jika Anda hendak bepergian. Lakukan hal yang sama jika Anda mengajak si Kecil.

“Apabila mengajak bayi bepergian menggunakan kereta dorong (stroller), gunakan kain pelindung (mosquito net) supaya nyamuk tidak masuk ke dalam stroller,” kata dr. Sepri.

  1. Gunakan losion anti nyamuk

Losion anti nyamuk dapat Anda gunakan di bagian kulit yang tidak tertutup pakaian, misalnya lengan, kaki hingga paha, maupun leher. Pastikan Anda menggunakan losion anti nyamuk yang memiliki kandungan aktif seperti DEET atau minyak lemon eucaliyptus.

“Jika ingin mengoleskan pada anak, losion anti nyamuk yang mengandung DEET hanya boleh digunakan jika usianya sudah di atas 2 bulan. Sedangkan losion anti nyamuk yang mengandung minyak lemon eucalyptus hanya boleh digunakan untuk anak di atas 3 tahun. Selalu ikut aturan pemakaian yang tertera pada produk,” tegas dr. Sepri.

Selalu waspada dan jangan semena-mena dengan penyakit demam berdarah dengue atau DBD. Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab penyakit tersebut tidak pandang bulu dalam mengincar korbannya. Diharapkan Anda bisa mengambil pelajaran dari kasus cucu wapres Jusuf Kalla yang kena demam berdarah.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar