Sukses

Kenali Lebih Jauh Hepatoblastoma, Kanker Hati pada Anak

Kanker hati dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Bagaimana gejalanya pada anak? Apakah sama dengan orang dewasa?

Kanker hati pada anak terdiri dari dua jenis, yaitu hepatoblastoma dan karsinoma hepatoseluler. Jenis yang paling sering terjadi pada anak-anak berusia di bawah 3 tahun adalah hepatoblastoma. 

Tentunya tidak ada orang tua yang ingin buah hatinya terkena penyakit ini. Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai kondisi ini akan bermanfaat, mengingat gejalanya yang tidak mudah dikenali. Yuk, simak pembahasan seputar kanker hati pada anak di bawah ini!

1 dari 4 halaman

Penyebab Kanker Hati pada Anak

Berbicara mengenai kanker hati, tentunya tidak lepas dari riwayat seperti meminum alkohol secara kronis, riwayat infeksi virus, dan lain sebagainya. Namun, tidak dengan hepatoblastoma. Kanker hati ini terjadi tanpa didahului kondisi-kondisi tersebut.

Hepatoblastoma termasuk kanker yang jarang terjadi pada anak-anak. Seperti yang telah disebutkan, kanker hati pada anak tidak didahului oleh infeksi virus hepatitis Bhepatitis CsirosisHIV/AIDS, maupun perlemakan hati tipe nonalkoholik. 

Artikel Lainnya: Apa Benar Kunyit Bisa Mengobati Kanker Hati?

Selain itu, hepatoblastoma sering muncul secara tiba-tiba, bahkan tanpa riwayat keluarga sebelumnya.

Menurut studi, penderita kanker hati pada anak bisa berkaitan dengan suatu kondisi keturunan di keluarga yang disebut familial polyposis coli (penderita polip pada usus besar).

Selain itu, hepatoblastoma bisa terjadi pada penderita sindrom Beckwith-Wiedemann. Walaupun demikian, penyebab kanker hati pada anak belum diketahui secara pasti.

2 dari 4 halaman

Ini Gejala Kanker Hati pada Anak

Gejala kanker hati pada anak sulit dikenali pada fase awal. Ukuran yang masih kecil pada fase awal ini tentu akan membuat kesulitan untuk mengetahui adanya keberadaan kanker hati.

Pada fase akhir, barulah tampak adanya benjolan di perut si Kecil yang mungkin juga teraba oleh orang tuanya. Pada kondisi ini, sering kali kanker hati sudah berukuran sangat besar.

Artikel Lainnya: Kiat Cegah Kanker pada Anak

Ketika terjadi komplikasi dan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kanker hati, dapat pula muncul gejala-gejala sebagai berikut:

  • Kuning pada kulit, mata (jaundice).
  • Kurangnya nafsu makan.
  • Berat badan turun.
  • Badan lemas.
  • Perkembangan bisa terganggu.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Perut membesar.
3 dari 4 halaman

Upaya Pencegahan Kanker Hati pada Anak

Mengingat hepatoblastoma tidak diketahui dengan pasti penyebabnya, sulit untuk menyusun strategi pencegahan yang benar-benar tepat sasaran.

Meskipun begitu, ada baiknya orang tua melakukan beberapa tindakan yang diketahui dapat menunjang kesehatan organ hati maupun kesehatan tubuh anak secara optimal. Beberapa cara yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah kanker hati pada anak, antara lain:

  • Selalu kontrol pertumbuhan dan perkembangan anak secara teratur pada dokter spesialis anak. 
  • Gunakan kurva pertumbuhan untuk memantau kenaikan BB anak. Bila kurva tampak menurun, konsultasikan pada dokter
  • Jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Pemberian ASI (Air Susu Ibu) bisa diteruskan selama 2 tahun. Setelah berusia 6 bulan ke atas, berikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang padat gizi dan kaya kandungan besi
  • Vaksinasi anak sesuai jadwal. Khususnya, jangan lupakan vaksin hepatitis B. Vaksin hepatitis B mencegah keparahan infeksi virus hepatitis B, yang berkaitan dengan kejadian kanker hati jenis karsinoma hepatoseluler.

Demikianlah pembahasan seputar kanker hati pada anak atau hepatoblastoma. Mengingat gejalanya yang tidak terlihat jelas, sering kali kondisinya diketahui setelah berada dalam tahap lanjut. Untuk menghindari hal itu, menambah pengetahuan seputar hepatoblastoma menjadi salah satu poin penting bagi orang tua.

Konsultasikan seputar kesehatan anak Anda kepada dokter anak melalui fitur Live Chat di KlikDokter. Dokter kami siap siaga 24 jam! 

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar