Sukses

Kenapa Daging Ayam Harus Dimasak Sampai Matang?

Makan ikan mentah atau steak setengah matang sah-sah saja. Tapi, kenapa Anda tak boleh makan daging ayam setengah matang?

Klikdokter.com, Jakarta Saat bosan menyantap ikan goreng khas Indonesia, Anda bisa menyantap ikan mentah di restoran Jepang. Dan ketika jenuh dengan daging sapi berbumbu kompleks khas Nusantara, Anda tinggal menyantap steak dengan tingkat kematangan medium rare ke restoran Barat. Nah, saat bosan dengan olahan daging ayam di sekitar Anda, ke mana pun Anda pergi pasti tak ada hidangan berbahan daging ayam yang dimasak setengah matang.

Sejumlah saran menyebutkan bahwa daging ayam memang harus dimasak sampai benar-benar matang! Lalu, mengapa ayam harus dimasak begitu, sedangkan yang lainnya tidak?

Ancaman bakteri dari daging ayam yang tak matang

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, ketimbang ikan dan sapi, daging ayam dan jenis unggas lainnya memang harus dimasak sampai benar-benar matang. Apalagi beberapa tahun lalu, Indonesia sempat dihebohkan oleh flu burung yang menyerang banyak unggas dan fatal akibatnya jika manusia juga tertular.

“Jadi, pengolahan daging ayam sampai matang itu bertujuan untuk mematikan segala virus yang masih tertinggal,” katanya. Tak cuma dagingnya, telur ayam pun sebenarnya harus dimasak hingga matang untuk mencegah infeksi bakteri. Menurut dr. Dyah, telur ayam mengandung bakteri Salmonela penyebab demam tifoid sehingga harus dimasak matang sama seperti dagingnya.

Sementara itu, Lauri Wright, Ph.D., seorang asisten profesor Public Health University of South Florida mengatakan kepada Healthline, ayam merupakan salah satu makanan yang paling sering menyebabkan keracunan. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, sebanyak 1 dari 6 orang Amerika pasti mengalami keracunan makanan.  

Lebih dari 1 juta orang terinfeksi Salmonela setiap tahunnya dan lebih dari 800.000 orang terinfeksi bakteri Campylobacter. Dan salah satu pemicunya berasal dari mengonsumsi daging ayam atau telur yang tidak benar-benar matang.

1 dari 2 halaman

Dampak infeksi Salmonela dan Campylobacter

Keracunan makanan yang terinfeksi bakteri Salmonela ataupun Campylobacter dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak dan wanita hamil. Meski kebanyakan kasus keracunan makanan akan pulih dalam waktu yang relatif tidak lama, pada kasus tertentu, kondisi ini bisa sampai menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal, radang sendi kronis, dan kerusakan saraf.

Dr. Tamika Sim, direktur Food Technology Communications di International Food Information Council Foundation, mengatakan bahwa kenikmatan mengonsumsi ayam setengah matang tidak sebanding dengan risiko yang bisa ditimbulkan.

“Sekali Anda mengonsumsi ayam mentah, yang mengandung bakteri penyebab penyakit bawaan makanan (foodborne illness), tubuh akan melakukan respons kekebalan. Sel-sel tubuh akan memerangi bakteri dan mencoba mencegahnya menggandakan diri,” ujar Dr. Sim. Gejala penyakit bawaan makanan dapat bervariasi pada setiap orang. Tapi biasanya penderita akan mengalami mual, kram perut, diare, muntah, dan dehidrasi.

Kendati demikian, bukan berarti ikan dan daging merah aman-aman saja dimakan mentah. Keduanya pun pasti mengandung bakteri, tetapi kadarnya tidak sebanyak daging ayam. “Lagi pula, ikan juga jarang terkontaminasi virus,” tutur dr. Dyah. Sehingga, risiko untuk terkena infeksi setelah mengosumsi ikan mentah juga lebih kecil.

Tapi sekali lagi, walaupun mengonsumsi daging ikan secara mentah dan menyantap daging merah setengah matang itu diperbolehkan, tetap saja cara teraman untuk mengonsumsi aneka daging adalah dimasak hingga matang. Pasalnya, itulah satu-satunya cara untuk meminimalkan risiko terkena infeksi bakteri ataupun virus yang berbahaya.

Kini Anda sudah tahu, kan, mengapa ayam harus dimasak sampai matang? Ketika Anda membeli ayam goreng, ayam bakar, ataupun sup ayam yang daging atau tulangnya masih terlihat ada darah merah tertinggal, sebaiknya mintalah kepada juru masak untuk memasaknya lagi sampai darah tersebut menghilang.

Di samping memperhatikan cara memasaknya, kebersihan peralatan dapur yang digunakan di rumah juga tak boleh dilupakan. Pisahkan talenan untuk memotong ayam dengan talenan untuk memotong sayur supaya tak terjadi kontaminasi silang. Jadi, jangan pernah coba-coba untuk mengonsumsi daging ayam setengah matang, ya! Selain masih terasa amis, risiko terkena bakteri berbahaya pun sangat tinggi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar