Sukses

Dampak Depresi terhadap Fisik yang Harus Diwaspadai

Depresi tak hanya menyerang mental, tetapi juga menimbulkan gangguan fisik. Ketahui berbagai dampak depresi terhadap kondisi fisik di sini.

Terkadang, merasa sedih atau cemas adalah hal yang wajar dalam hidup. Akan tetapi, jika perasaan ini bertahan lebih dari dua minggu, itu mungkin adalah gejala depresi. 

Selain dapat memengaruhi perasaan, depresi juga dapat menyebabkan perubahan di tubuh Anda. Mari mengenal dampak depresi terhadap kesehatan fisik lewat ulasan berikut ini.

1 dari 4 halaman

1. Kenaikan atau Penurunan Berat Badan

Orang dengan depresi mungkin mengalami perubahan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan atau kenaikan berat badan. 

Para ahli kesehatan telah menghubungkan penambahan berat badan yang berlebihan dengan kondisi kesehatan, termasuk diabetes, dan penyakit jantung. 

Berat badan yang terlalu rendah juga dapat membahayakan jantung, memengaruhi kesuburan, dan menyebabkan kelelahan.

2. Penyakit Kronis

Orang dengan depresi mungkin mengalami sakit atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan, termasuk nyeri sendi atau otot, nyeri payudara, dan sakit kepala. Gejala depresi seseorang dapat memburuk karena adanya penyakit kronis.

Artikel Lainnya: Ini Tanda dan Gejala Depresi yang Harus Anda Waspadai

2 dari 4 halaman

3. Penyakit Jantung

Depresi bisa menurunkan motivasi seseorang untuk menjalani gaya hidup sehat. Risiko penyakit jantung akan meningkat ketika seseorang memiliki pola makan yang buruk dan gaya hidup kurang gerak.

Depresi juga dapat menjadi faktor risiko independen untuk masalah kesehatan jantung. Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015, satu dari lima orang dengan kondisi gagal jantung atau penyakit arteri koroner mengalami depresi.

4. Inflamasi atau Peradangan 

Penelitian menunjukkan stres dan depresi kronis yang berhubungan dengan inflamasi (peradangan), dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Penelitian lain juga mengatakan bahwa depresi bisa disebabkan oleh peradangan kronis. 

Orang dengan depresi cenderung mengalami kondisi peradangan atau gangguan autoimun, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), diabetes tipe 2, dan artritis. 

Namun, belum jelas apakah depresi menyebabkan peradangan, atau peradangan kronis membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap depresi.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami hubungan antara keduanya.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Depresi pada Remaja yang Perlu Anda Waspadai

3 dari 4 halaman

5. Memengaruhi Kehidupan Seksual

Orang dengan depresi mungkin mengalami penurunan libido, sulit terangsang, tidak lagi mengalami orgasme, atau mengalami orgasme yang kurang memuaskan. 

Beberapa orang dengan depresi juga dapat mengalami masalah dalam hubungan dan dapat berdampak pada aktivitas seksual.

6. Gangguan Tidur

Orang dengan depresi dapat mengalami dampak gangguan tidur seperti insomnia. Kondisi insomnia dapat membuat seseorang merasa kelelahan, serta kesulitan menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. 

Kekurangan tidur dapat berdampak kepada masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan berat badan, dan beberapa jenis kanker.

7. Gangguan Saluran Pencernaan

Orang dengan depresi sering dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan mereka seperti diare, muntah, mual, atau konstipasi. 

Beberapa orang dengan depresi juga mengalami kondisi kronis seperti IBS (irritable bowel syndrome).

Depresi memang suatu gangguan mental yang dapat berdampak kepada kesehatan fisik. Dengan diagnosis, pengobatan yang tepat, perubahan gaya hidup, Anda bisa mengatasi atau meminimalkan gejala fisik yang diakibatkan oleh depresi. 

Jangan ragu untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater apabila Anda merasakan gejala depresi seperti cemas atau sedih berlebihan. 

Untuk tahu informasi lain mengenai depresi dan kesehatan mental lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar