Sukses

Benarkah Jerawat pada Pria Lebih Sulit untuk Sembuh?

Jerawat pada pria dianggap lebih sulit untuk disembuhkan. Sebab, kulit laki-laki lebih berminyak dan mudah berkeringat. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Bisa dibilang, jerawat adalah permasalahan kulit yang paling klasik. Pasalnya, baik pria maupun wanita, keduanya sama-sama berpotensi untuk terkena jerawat, terutama saat stres. Bahkan kata orang, kalau sedang jatuh cinta, jerawat juga bisa muncul!

Terlepas dari apakah hal tersebut mitos atau fakta, intinya jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang kerap kali mengurangi tingkat kepercayaan diri seseorang. Sementara itu, ada yang mengatakan bahwa jerawat pada pria lebih sulit disembuhkan. Benarkah anggapan tersebut?

Jerawat pada pria dan wanita

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, pernyataan bahwa jerawat pada pria lebih sulit disembuhkan dirasa kurang tepat. Sebab, jerawat bukanlah permasalahan kulit yang dibedakan atas jenis kelamin seseorang dan faktor penyebabnya pun sama.

Adapun penyebab timbulnya jerawat pada pria ada wanita, yaitu tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih dan peningkatan hormon. “Meski hormon yang dimiliki oleh pria memang bisa memicu produksi minyak yang jauh lebih banyak ketimbang wanita, tetapi bukan berarti proses penyembuhannya lebih susah pada pria,” jelas wanita yang akrab dipanggil dr. Ega ini.

Menurutnya, proses terjadinya jerawat pada pria dan wanita pun sama. Kelenjar minyak memproduksi minyak (sebum) yang kemudian bergerak ke permukaan kulit melalui akar rambut. Namun karena ada kondisi tertentu, sel-sel kulit dapat menyumbat kelenjar, sehingga minyak tidak bisa dikeluarkan.

Dalam keadaan tersumbat seperti itu, bakteri Propionibacterium acnes pun akan tumbuh dan terjadi peradangan, sehingga jerawat pun muncul. Jadi, berdasarkan kesamaan dari pemicu dan proses timbulnya jerawat, tidak bisa dipastikan bahwa jerawat pada pria lebih sulit untuk disembuhkan.

“Kalaupun memang pada kenyataannya jerawat pada kulit pria sulit dihilangkan dan sering muncul kembali, kemungkinan ada pengaruh dari gaya hidup mereka.” Tambah dr. Ega. Sebagai contoh, pria biasanya lebih sering merokok ketimbang wanita. Hal itu bisa menjadi pemicu sulit hilangnya jerawat pada pria.

Karena kandungan racun dalam rokok bisa merusak kesehatan kulit. Sehingga, rokok membuat kondisi kulit tampak lebih kusam dan lebih tua dari seharusnya, serta meningkatkan risiko gangguan kulit lainnya, tak terkecuali jerawat.

Lagipula, pria juga lebih sering beraktivitas di luar ruangan ketimbang wanita. Sehingga, lebih berpotensi terkena polusi dan kotoran lainnya. Belum lagi, kaum Adam umumnya lebih malas dalam membersihkan dan merawat tubuh sehabis beraktivitas. Jadi wajar bila jerawat pun lebih sulit hilang.

Jadi, tingkat kesulitan dalam penyembuhan jerawat bukan dipengaruhi oleh jenis kelamin itu sendiri, melainkan faktor-faktor yang dimiliki oleh setiap orang. “Wanita sekalipun, bila gaya hidup dan kebiasaannya tidak baik, permasalahan kulitnya juga akan susah diatasi.” ucap dr. Ega.

Bagaimanapun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar terhindar dari masalah kulit seperti jerawat, lakukanlah upaya perawatan kulit dengan optimal.

1 dari 2 halaman

Tips mencegah jerawat muncul di kulit

Untuk mencegah timbulnya jerawat atau kondisi jerawat yang semakin parah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pria maupun wanita, antara lain:

  • Rajin membersihkan wajah minimal 2 kali sehari dengan sabun khusus pembersih wajah. Bagi pria yang biasanya lebih cuek terhadap sabun yang digunakan, sebaiknya gunakan sabun pembersih khusus untuk pria, bukan sabun batang biasa atau sabun pembersih wajah khusus wanita. Menurut dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter, produk perawatan pria biasanya memiliki kandungan zat pembersih yang lebih tinggi ketimbang produk wanita.
  • Hindari merokok
  • Hindari memencet jerawat atau menyentuh wajah dengan tangan yang kotor. Daripada menghilangkan jerawat dengan cara menekannya, lebih baik hilangkan dengan menggunakan obat jerawat yang dioles atau acne patch.
  • Kurangi konsumsi makanan yang tinggi kadar gulanya, makanan berlemak, dan olahan susu.

Dengan menerapkan hal di atas, Anda pun akan terhindar dari jerawat yang membandel. Sementara itu, menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan tubuh juga bisa mengurangi risiko terkena jerawat serta mempercepat proses penyembuhan jerawat, baik pada pria maupun wanita.

Jadi, jerawat bukanlah gangguan kulit yang dapat dibedakan proses penyembuhannya berdasarkan jenis kelamin. Sebab, proses penyembuhan jerawat sangat didasari oleh gaya hidup tiap individu dan bagaimana upaya mengatasi jerawat tersebut sebelum menjadi semakin parah. Lakukan berbagai kiat di atas untuk menjaga kesehatan kulit wajah Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar