Sukses

6 Kiat Hindari Flu Perut yang Mengganggu

Flu perut adalah penyakit yang perlu diwaspadai. Ketahui cara menghindari penyakit yang punya nama lain gastroenteritis ini.

Klikdokter.com, Jakarta Flu alias influenza pastinya sering Anda dengar atau sering mengalaminya. Bagaimana dengan flu perut? Meski ada kata “flu”, tapi flu perut tak sama dengan flu biasa. Flu perut atau gastroenteritis adalah penyakit yang menyerang saluran pencernaan (lambung dan usus), atau kondisi yang merujuk pada berbagai gejala yang timbul akibat peradangan di saluran pencernaan. Meski gejalanya juga serupa dengan keracunan makanan, tapi dua kondisi ini berbeda.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan flu perut, baik yang menular maupun tidak. Penyebab flu perut yang menular adalah virus (norovirus, rotavirus, dan sebagainya), bakteri (StaphylococcusSalmonellaShigela, E. coli, dan lain-lain), dan parasit (Giardia, Cryptosporadium, dan Entamoeba). Kondisi ini dapat menular melalui rute fekal oral-fekal (penularan dari feses ke mulut) atau lewat muntahan, atau bisa juga akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Anda juga bisa mengalami flu perut tanpa penularan, yaitu akibat alergi makanan, efek samping obat, racun, dan lain-lain.

Flu perut bisa menyebabkan kram perut, mual dan muntah, demam ringan, sakit kepala, nyeri otot, serta diare. Sungguh tak nyaman, ya? Oleh karena itu, selain mengenali gejala-gejalanya, penting juga untuk mengetahui cara mencegah dan mengatasinya.

Cegah dan atasi flu perut dengan langkah-langkah ini

Flu perut sering kali tidak dapat dihindari jika Anda sudah terpapar bakteri atau kuman penyebabnya. Tetapi tips ini dapat membantu melindungi Anda dan keluarga Anda agar terhindar dari penyakit ini.

1. Cuci tangan pakai sabun!

Pastikan Anda rajin mencuci tangan dengan sabun, bukan dengan hand sanitizer. Dikutip dari New York Times, pembersih tangan berbasis alkohol memang dapat menghentikan infeksi bakteri dan flu—tapi tidak dengan flu perut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan diterbitkan tahun 2011 menyebutkan, mereka yang sering menggunakan hand sanitizer enam kali lebih mungkin untuk terkena flu perut dibandingkan dengan orang-orang yang cuci tangan menggunakan sabun.

2. Gunakan pembersih rumah yang memiliki kandungan kuat

Lantai, kamar mandi, dan wastafel pencuci piring yang kerap menjadi sarang kuman penyebab flu perut, harus dibersihkan dengan baik. Pilihlah pembersih yang memiliki kandungan natrium hipoklorit atau yang umumnya dikenal sebagai pemutih atau clorox. Meski demikian, lindungi diri dengan baik saat sedang bersih-bersih menggunakan pembersih tersebut.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Bersihkan tempat-tempat yang jarang diperhatikan

Bersihkan seluruh bagian rumah dengan teliti, bahkan setiap pojokan atau kolong. Perlu diketahui, virus flu perut memiliki masa inkubasi 1-2 hari. Artinya, seseorang dapat menyebarkan kuman sebelum mereka benar-benar menunjukkan gejala.

Karena virus dapat berlama-lama di permukaan yang keras selama berhari-hari, jangan lupa untuk membersihkan benda-benda seperti gagang pintu, keyboard komputer atau laptop, remote, dan telepon.

4. Bersihkan selalu karpet Anda

Virus flu perut juga dapat hidup di atas karpet selama berminggu-minggu. Jadi jika karpet terkena muntahan, jangan buang waktu untuk segera membersihkannya. Jika perlu, bawa karpet ke binatu. Ada studi yang menunjukkan bahwa pembersihan dengan uap mungkin lebih efektif daripada sabun atau deterjen biasa.

5. Jangan dulu beraktivitas

Jika Anda baru mulai pulih dari flu perut, jangan buru-buru beraktivitas. Lebih baik bersabar sedikit lagi, karena ada kemungkinan Anda atau anak dapat menularkan flu perut terhadap orang lain.

Herbert DuPont, MD, mantan presiden dari Infectious Diseases Society of America menyarankan, orang-orang yang baru sembuh dari flu perut lebih baik menghindari orang lain setidaknya satu minggu setelah gejala penyakit mereda.

6. Minum yang banyak

Sekali Anda terkena virusnya, tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk mengeluarkannya dari sistem tubuh Anda selain mengatasi gejalanya. Tetap terhidrasi adalah kunci untuk menghindari Anda menjalani rawat inap. Minum air putih atau jus berguna untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah-muntah atau diare. Mencukupi kebutuhan cairan bisa membuat penderita flu perut bisa pulih hanya dalam 2-3 hari.

Jika Anda curiga terjangkit flu perut atau jika flu perut yang Anda alami menunjukkan gejala terus memburuk, segera periksa ke dokter. Untuk mencegah Anda dan keluarga terkena flu perut, pastikan daya tahan tubuh selalu prima dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta istirahat secara cukup.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar