Sukses

Kenali Gejala GERD pada Ibu Hamil

Kerap dikira sakit mag biasa, ibu hamil perlu mengenali berbagai gejala GERD agar bisa ditangani secara tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang menginginkan kesehatan pencernaannya terjaga, khususnya ibu hamil. Jika pada masa kehamilan pencernaan terganggu, penyerapan nutrisi ibu hamil dan bayi yang dikandung bisa terhambat. Bicara mengenai masalah pencernaan pada ibu hamil, masalah yang kerap dialami adalah gastroesophageal reflux disease atau GERD. Agar tak salah dikira mag biasa, mari kenali gejala GERD pada ibu hamil.

Bedanya GERD dan sakit mag

Tak sedikit orang yang tak bisa membedakan sakit mag dan GERD. Pasalnya, gejala keduanya terbilang mirip. Namun, tetap saja ada pembedanya.

Sakit mag didefinisikan sebagai rasa sakit atau ketidaknyamanan pada ulu hati, saluran cerna bagian atas, dan organ di sekitarnya (tidak sampai ke kerongkongan). Bedanya dengan GERD, kondisi ini merupakan penyakit saluran cerna bagian atas, yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, hingga ke mulut.

Gejala dan penyebab GERD pada ibu hamil

Meski gejalanya mirip dengan gejala mag, tetapi tetap ada gejala yang membedakan, antara lain:

  • Mual
  • Kembung
  • Cepat kenyang
  • Kurang nafsu makan
  • Muntah
  • Diare
  • Rasa terbakar di bagian dada
  • Naiknya cairan lambung ke kerongkongan hingga  mulut

Dua gejala terakhir yang disebutkan adalah gejala-gejala yang membedakan GERD dan mag.

Dilansir dari Healthline, selama masa kehamilan trimester pertama, perubahan hormon memungkinkan otot-otot kerongkongan serta “pintu” antara kerongkongan dan perut mengendur. Inilah kenapa saat ibu hamil sedang berbaring, asam lambung bisa naik ke kerongkongan.

Selain itu, janin yang tengah berkembang juga bisa mendorong atau menekan organ di perut, khususnya lambung. Alhasil, makanan dan asam lambung pun terdorong kembali ke esofagus. Kendati demikian, bukan berarti penyebab GERD pada ibu hamil berasal dari kondisi hamil itu sendiri. Pasalnya, GERD dapat dipicu oleh faktor lain, misalnya gaya hidup atau pola makan sehari-hari.

1 dari 2 halaman

Mengatasi GERD pada pada ibu hamil

Jika ibu hamil sudah terlanjur terkena GERD yang terbilang parah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul, seperti:

  • Makan makanan dalam porsi yang kecil, tetapi sering.
  • Hindari minum air saat makan. Sebaiknya minum air setelah selesai makan.
  • Makanlah secara perlahan dan kunyahlah makanan hingga benar-benar hancur supaya Anda tidak menambahkan beban kerja lambung. Jika lambung kesulitan mencerna makanan yang keras, asam lambung akan semakin naik.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu gangguan lambung seperti cokelat, kafein, minuman berkarbonasi, makanan berlemak dan berminyak, makanan pedas, dan makanan asam seperti jeruk atau tomat.
  • Setelah makan, jangan langsung berbaring atau menyender terlalu landai. Duduklah dengan tegak tetapi tidak tegang sampai satu jam setelah makan. Bisa juga dengan berjalan santai untuk mempercepat proses pencernaan.
  • Gunakan bantal yang lebih tinggi agar bagian tubuh atas (kepala dan dada) lebih tinggi dari perut. Ini penting agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan saat Anda berbaring.
  • Berbaringlah menghadap kiri. Berbaring menghadap kanan hanya akan memosisikan perut lebih tinggi dari esofagus dan memicu terjadinya GERD.
  • Jika gejala GERD muncul, konsumsilah teh chamomile hangat yang dicampur dengan madu untuk menetralkan asam lambung.

Dalam rangka Pekan Peduli GERD, mari cari tahu informasi sebanyak-banyaknya mengenai GERD, termasuk cara mengenali gejala GERD pada ibu hamil. Hal ini penting agar tidak mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Jika sudah melakukan cara-cara di atas tetapi keluhan tetap timbul, terapi dengan obat-obatan bisa menjadi pilihan. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum konsumsi obat apa pun agar tidak membahayakan janin dan kesehatan secara umum.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar